Selama kehamilan, ibu mungkin mendengar berbagai cara untuk menstimulasi janin, seperti memutar musik klasik, berbicara kepada bayi, hingga menyinari perut dengan senter. Namun, tidak semua anggapan tersebut didukung bukti medis.

Bidan senior Lanny Kuswandi, melalui akun Instagram @lanny_kuswandi, menjelaskan sejumlah mitos dan fakta mengenai stimulasi janin. Memahami informasi ini dapat membantu ibu memilih cara yang aman dan menghindari praktik yang belum terbukti manfaatnya.

Musik klasik tidak terbukti meningkatkan kecerdasan

Anggapan bahwa musik klasik, termasuk karya Mozart, dapat membuat bayi lebih cerdas belum didukung bukti kuat. Meski begitu, ibu tetap boleh mendengarkan musik selama kehamilan dengan volume yang nyaman.

Hindari menempelkan speaker atau headphone ke perut

Janin dapat mendengar suara dari luar, tetapi menempelkan headphone atau speaker langsung ke perut tidak dianjurkan. Suara yang terlalu keras dan berada dekat dengan perut sebaiknya dihindari.

Berbicara kepada janin dapat membangun kedekatan

Anggapan bahwa berbicara kepada janin tidak bermanfaat adalah mitos. Menurut Lanny Kuswandi, janin mulai mendengar suara selama kehamilan. Ibu dapat berbicara atau bernyanyi dengan suara lembut sebagai cara membangun kedekatan dengan bayi.

Stimulasi tidak perlu diberikan berlebihan

Semakin sering janin diberi stimulasi tidak berarti ia akan semakin pintar. Stimulasi sebaiknya dilakukan secara lembut dan dengan frekuensi yang wajar. Ibu juga perlu tetap merasa nyaman dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Suplemen dikonsumsi sesuai kebutuhan

Susu khusus atau suplemen tidak selalu wajib dikonsumsi selama kehamilan untuk meningkatkan kecerdasan janin. Lanny menyarankan agar ibu mengutamakan pola makan bergizi seimbang serta mengonsumsi suplemen sesuai kebutuhan dan anjuran pemakaian dari dokter.

Menyinari perut dengan senter tidak terbukti bermanfaat

Belum ada bukti kuat bahwa menyinari perut ibu hamil dengan senter dapat meningkatkan kecerdasan janin atau memberi manfaat bermakna bagi perkembangannya. Kegiatan ini juga tidak perlu dilakukan sebagai latihan khusus.

Dengan membedakan mitos dan fakta, ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan memilih stimulasi yang wajar serta nyaman.