Enam Hal tentang Kesehatan Reproduksi yang Perlu Dipahami Pasangan
Kesehatan reproduksi mencakup berbagai hal yang penting dipahami pasangan, mulai dari kebiasaan yang memengaruhi kualitas sperma hingga nyeri haid yang bisa berkaitan dengan kondisi medis. Memahami informasi ini dapat membantu pasangan mengambil keputusan yang tepat dan mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dokter kandungan dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, yang telah berpraktik selama 12 tahun, membagikan sejumlah informasi mengenai kesehatan reproduksi melalui akun Instagram pribadinya, @tanyadokdin. Berikut enam poin yang perlu diketahui.
Dampak merokok pada kualitas sperma
Menurut Healthy Male, merokok dapat menurunkan kualitas sperma. Dampaknya antara lain jumlah sperma yang lebih sedikit, volume air mani berkurang, serta pergerakan sperma yang kurang optimal.
Risiko tersebut juga dapat dialami perokok ringan yang mengisap kurang dari 10 batang per hari. Merokok juga bisa merusak DNA sperma, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.
Risiko IUD bergeser setelah persalinan
IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim dapat menjadi pilihan untuk mencegah kehamilan. Namun, waktu pemasangannya perlu dipertimbangkan, terutama setelah persalinan.
Dr. Dinda menyampaikan bahwa risiko IUD bergeser atau terlepas sekitar 6–10 persen jika dipasang setelah persalinan. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan waktu pemasangan yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Perubahan suasana hati menjelang menstruasi
Sebagian perempuan merasa lebih sensitif, mudah marah, atau sedih menjelang menstruasi. Perubahan suasana hati ini berkaitan dengan fluktuasi hormon selama siklus menstruasi dan merupakan hal yang cukup umum terjadi.
Keputusan menggunakan kontrasepsi perlu dibicarakan
Perencanaan keluarga merupakan keputusan bersama. Pilihan kontrasepsi sebaiknya dibicarakan oleh pasangan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing.
Menurut dr. Dinda, keputusan terkait KB tidak seharusnya diambil oleh satu pihak saja. Diskusi dapat membantu pasangan memahami pilihan yang tersedia dan menentukan metode yang sesuai.
Faktor kesuburan dapat berasal dari laki-laki
Kesulitan untuk hamil tidak selalu disebabkan oleh masalah kesehatan reproduksi perempuan. Faktor laki-laki juga dapat berperan. Dr. Dinda menyebut hampir 40 persen penyebab kesulitan hamil bisa berasal dari faktor laki-laki.
Karena itu, pemeriksaan kesuburan idealnya dilakukan oleh kedua pasangan agar penyebab kesulitan hamil dapat diketahui dengan lebih jelas.
Nyeri haid berat bisa menjadi tanda masalah reproduksi
Nyeri haid ringan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim dan tidak menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi maupun kesuburan. Namun, nyeri yang parah, berlangsung lama, atau semakin memburuk bisa menandakan kondisi medis tertentu.
Menurut Evewell, kondisi yang dapat berkaitan dengan nyeri haid tersebut antara lain endometriosis, miom rahim, dan adenomiosis. Beberapa masalah kesehatan ini berpotensi memengaruhi kesuburan.
Memahami kesehatan reproduksi dapat membantu pasangan mengenali faktor yang memengaruhi kesuburan dan memilih kontrasepsi sesuai kebutuhan. Jangan ragu untuk membicarakan hal ini bersama pasangan dan berkonsultasi dengan tenaga medis.


Tinggalkan Balasan