Tanda Persalinan Makin Dekat: Kenali Perubahan Tubuh Menjelang Melahirkan
Mengenali tanda persalinan dapat membantu ibu hamil menyiapkan diri dan mengetahui kapan perlu menuju fasilitas kesehatan. Sejumlah perubahan tubuh bisa muncul menjelang kelahiran, bahkan dalam 24 jam sebelumnya. Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu dialami semua ibu hamil dan waktu persalinan tidak dapat dipastikan hanya dari gejala.
Perubahan yang perlu diperhatikan antara lain kontraksi yang semakin teratur, keluarnya lendir dari vagina, hingga pecahnya ketuban. Berikut tanda-tanda yang dapat muncul menjelang persalinan.
Kontraksi dan kram perut
Kontraksi menjadi salah satu tanda umum persalinan. Jika kontraksi terasa semakin sering dan teratur—misalnya berlangsung sekitar satu menit dengan jeda 5–15 menit—ini bisa menandakan persalinan semakin dekat. Saat kontraksi terjadi, otot rahim mengencang sehingga perut terasa keras dan muncul rasa sakit.
Sebagian ibu hamil juga mengalami kram yang menyerupai kram menstruasi. Kram dapat muncul beberapa kali dalam sehari dan biasanya mereda dengan sendirinya.
Tekanan di panggul dan nyeri punggung bawah
Menjelang persalinan, posisi bayi dapat turun menuju jalan lahir. Perubahan ini bisa menimbulkan tekanan atau rasa tidak nyaman di panggul serta membuat ibu lebih sering buang air kecil.
Tekanan tersebut juga dapat menyebabkan nyeri di punggung bagian bawah. Nyeri menjelang persalinan bisa terasa lebih kuat dibandingkan sakit punggung yang umum dialami selama kehamilan, bahkan dapat menjalar ke perut.
Lendir serviks keluar
Serviks atau leher rahim akan menipis dan melebar sebagai persiapan untuk persalinan. Proses ini dapat membuat lendir kental yang sebelumnya menutup lubang serviks keluar melalui vagina.
Lendir tersebut berbeda dari keputihan biasa. Teksturnya dapat menyerupai agar-agar dan warnanya berkisar dari merah muda hingga kecokelatan karena bercampur darah.
Ketuban pecah
Pecahnya kantung ketuban ditandai keluarnya cairan dari vagina. Cairan bisa merembes sedikit demi sedikit atau mengalir deras hingga membasahi pakaian dalam.
Persalinan biasanya dimulai dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah. Karena itu, perubahan ini perlu diperhatikan sebagai kemungkinan tanda persalinan segera berlangsung.
Pembukaan serviks
Pembukaan serviks sekitar 2–3 cm, yang kerap disebut pembukaan 2 atau 3, dapat terjadi sekitar 24–48 jam sebelum persalinan. Untuk persalinan normal, serviks perlu terbuka hingga 10 cm atau mencapai pembukaan lengkap.
Meski demikian, tingkat pembukaan tidak dapat diketahui hanya dari gejala yang dirasakan. Dokter atau bidan perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan serviks. Jika muncul tanda-tanda persalinan, pemeriksaan dapat membantu memantau prosesnya.
Diare pada sebagian ibu hamil
Sebagian ibu hamil dapat mengalami diare menjelang persalinan. Pada akhir kehamilan, tubuh melepaskan lebih banyak hormon relaksin untuk mengendurkan sendi dan ligamen sebagai persiapan melahirkan. Pengaruh hormon ini juga dapat mencapai otot di sekitar rektum dan memicu diare.
Diare bukan tanda pasti persalinan karena tidak dialami semua ibu hamil. Kondisi ini juga dapat disebabkan hal lain, seperti keracunan makanan atau infeksi usus.
Persiapan menjelang persalinan
Tanda persalinan dapat membantu ibu hamil dan keluarga bersiap, tetapi waktu kelahiran tidak selalu sesuai dengan hari perkiraan lahir. Menyiapkan perlengkapan persalinan dalam satu tas dapat memudahkan ibu segera menuju fasilitas kesehatan saat tanda-tanda mulai muncul.
Jika hari perkiraan lahir sudah terlewati tanpa tanda persalinan, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk mengetahui langkah selanjutnya. Konsultasi juga diperlukan jika tanda persalinan muncul sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.


Tinggalkan Balasan