Perkiraan Hari Perkiraan Lahir (HPL) bisa berbeda antara hasil perhitungan dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Perbedaan ini umumnya terjadi karena kedua metode menggunakan dasar penghitungan yang berbeda, serta siklus menstruasi dan waktu ovulasi setiap perempuan tidak selalu sama.

Cara menghitung HPL dari HPHT dan USG

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), HPL berdasarkan HPHT dihitung dengan memperkirakan persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu atau sekitar 280 hari sejak hari pertama haid terakhir. Perhitungan ini mengasumsikan siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari dan ovulasi terjadi sekitar hari ke-14.

Sementara itu, USG memperkirakan usia kehamilan dengan mengukur janin. Pada trimester pertama, dokter biasanya mengukur Crown-Rump Length (CRL), yakni panjang janin dari puncak kepala hingga bokong. Pengukuran ini dapat membantu menentukan HPL.

Faktor yang membuat perkiraan HPL berbeda

Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih pendek dari 28 hari bisa membuat perhitungan berdasarkan HPHT kurang sesuai. Waktu ovulasi yang lebih cepat atau lambat dari perkiraan juga dapat memengaruhi penghitungan usia kehamilan melalui HPHT.

Selain itu, ukuran janin dapat dipengaruhi oleh perkembangannya. Karena itu, pengukuran pada USG trimester kedua dan ketiga bisa memberikan perkiraan usia kehamilan yang kurang akurat dibandingkan USG trimester pertama.

USG trimester pertama umumnya lebih akurat

Dokter Raissa Liem, Sp.OG, B.Med.Sc, M.M, M.A.R.S., melalui akun Instagram @dr.raissa.spog, menjelaskan bahwa HPL dari USG trimester pertama umumnya dianggap lebih akurat dibandingkan perhitungan HPHT, terutama bagi perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur.

Namun, HPL tetap merupakan perkiraan, bukan tanggal pasti persalinan. Bayi dapat lahir pada usia kehamilan 37 hingga 40 atau 41 minggu dan kondisi tersebut masih tergolong normal.

“Jadi, jangan khawatir bila HPL-mu berbeda, ya. Yang paling penting adalah memantau tumbuh kembang janin secara rutin bersama dokter kandungan,” tulis dr. Raissa dalam unggahannya.

Jika HPL dari USG dan HPHT berbeda, ibu hamil dapat mengikuti pemantauan dokter kandungan. Pemeriksaan rutin membantu memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin.