Berhenti merokok dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi laki-laki. Namun, perubahan kualitas sperma tidak terjadi seketika. Proses pembentukan sperma baru membutuhkan waktu sekitar 74–90 hari, sehingga kurang lebih tiga bulan dapat menjadi waktu awal untuk melihat kemungkinan perbaikan.

Merokok dan dampaknya terhadap sperma

Kebiasaan merokok dapat memengaruhi jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma. Menurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), laki-laki yang merokok memiliki kepadatan sperma, motilitas, dan aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan stres oksidatif, yang berpotensi merusak DNA sperma. Karena itu, berhenti merokok dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan reproduksi, terutama bagi pasangan yang merencanakan kehamilan.

Mengapa pemulihan membutuhkan sekitar tiga bulan?

Pembentukan sperma baru, atau spermatogenesis, berlangsung sekitar 74–90 hari, menurut fertilityin. Sperma yang dihasilkan pada minggu-minggu awal setelah seseorang berhenti merokok masih dapat mencerminkan kondisi tubuh selama proses pembentukan sebelumnya.

Dengan demikian, waktu sekitar tiga bulan dapat digunakan sebagai acuan awal untuk menilai kemungkinan perubahan kualitas sperma setelah berhenti merokok.

Perubahan yang ditemukan setelah berhenti merokok

Penelitian yang diterbitkan pada 2022 dan tercatat di National Library of Medicine mengamati 48 laki-laki yang berhenti merokok. Setelah sekitar tiga bulan, penelitian tersebut menemukan peningkatan volume air mani, konsentrasi sperma, dan jumlah total sperma.

Berhenti merokok dapat mendukung kesehatan reproduksi dalam jangka panjang. Menurut fertilityin, mempertahankan kebiasaan tidak merokok berpotensi memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesuburan, termasuk peluang keberhasilan pembuahan.