Perjalanan mendapatkan keturunan yang dijalani dr. Gia Pratama dan istrinya, Syafira Imaniar, berlangsung selama delapan tahun. Setelah melalui berbagai upaya, termasuk program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF), keduanya akhirnya mendapat kabar kehamilan pada 1 November 2026.

Selama proses itu, dr. Gia mendampingi Syafira secara emosional sekaligus terlibat dalam sejumlah tahapan medis. Pengalaman mereka menggambarkan bahwa program kehamilan dapat menjadi perjalanan bersama, sementara kebahagiaan pasangan tidak hanya ditentukan oleh kehadiran anak.

Delapan tahun menjalani penantian

Dalam podcast Beda Universe bersama Habib Jafar, dr. Gia pernah bercerita bahwa ia dan Syafira masih berjuang untuk mendapatkan momongan.

“Aku kan masih berjuang punya anak, sudah sewindu belum punya anak Bib,” ungkapnya.

Sebelum memperoleh kabar kehamilan, pasangan ini pernah menjalani program bayi tabung, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Mereka kemudian kembali mencoba IVF pada awal 2026, kali ini dengan pendekatan teknologi yang lebih baru. Kesempatan itu muncul setelah dr. Gia bertemu kembali dengan dokter kandungan yang pernah bekerja bersamanya sekitar belasan tahun sebelumnya.

Dr. Gia mendampingi proses stimulasi hormon

Salah satu tahap IVF yang dijalani Syafira adalah stimulasi hormon untuk membantu pematangan sel telur. Dr. Gia mengatakan bahwa ia ikut menyuntikkan hormon kepada istrinya setiap hari selama masa stimulasi.

Dari proses tersebut, diperoleh 26 sel telur: 13 dari ovarium kanan dan 13 dari ovarium kiri. Setelah diambil melalui prosedur medis, 16 sel telur dinyatakan matang dan dapat menjalani tahap pembuahan. Selanjutnya, sel telur matang masih perlu melalui proses pembuahan dan perkembangan embrio sebelum transfer ke rahim.

Tahapan IVF juga melibatkan dr. Gia. Dalam podcast bersama Habib Jafar, ia menjelaskan bahwa proses seleksi sperma menggunakan teknologi Zymot. Ia menggambarkan mekanismenya seperti permainan Ninja Warrior, ketika sperma melewati jalur tertentu sebelum dipilih untuk proses berikutnya.

Klarifikasi setelah video gala premiere ramai dibicarakan

Pada September 2026, dr. Gia menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan Fanny Kondoh memeluknya di acara gala premiere film Baby Udon. Sebagian warganet mengomentari gestur tersebut karena dr. Gia sudah memiliki istri.

Fanny menjelaskan bahwa pelukan itu merupakan bentuk dukungan spontan. Ia juga meminta maaf secara pribadi kepada dr. Gia dan Syafira karena tindakannya memicu perbincangan. Dalam wawancara bersama Melaney Ricardo, Fanny menyebut dr. Gia menanggapi kejadian itu dengan santai dan mengatakan sedang bahagia bersama istrinya. Syafira juga disebut telah menerima permintaan maaf tersebut dan memahami maksud Fanny.

Melalui media sosial pada September 2026, dr. Gia menegaskan bahwa ia dan Syafira tidak mempermasalahkan kejadian itu. Ia meminta warganet agar tidak menggunakan dirinya dan istrinya sebagai alasan untuk menyerang Fanny.

“Fira juga baik-baik saja. Kami berdua teramat santai dan happy,” tulis dr. Gia.

Ia juga mengimbau warganet untuk tidak merundung, menghujat, atau mencaci maki orang lain. Menurutnya, komentar yang ditulis dalam hitungan detik dapat memberi dampak panjang bagi penerimanya. Pesan itu disampaikan saat ia dan Syafira tengah bersiap menjalani tahap transfer embrio.

Kebahagiaan rumah tangga tidak bergantung pada anak

Selama masa penantian, dr. Gia juga menerima komentar yang menyinggung kemampuannya dan Syafira untuk memiliki anak. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa kebahagiaan rumah tangga mereka tidak ditentukan oleh kehadiran keturunan.

“Dengan ataupun tanpa anak. Hidup kami berdua akan tetap bahagia.”

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Syafira tidak seharusnya disalahkan atas keadaan mereka. Bagi dr. Gia dan istrinya, saling mendukung dan menjaga kebahagiaan sebagai pasangan tetap penting dalam menjalani proses tersebut.

Kabar kehamilan setelah menjalani IVF

Pada 1 November 2026, dr. Gia mengumumkan melalui Instagram bahwa Syafira hamil. Dalam video pemeriksaan USG yang diunggahnya, keduanya tampak terharu saat mendengar detak jantung janin.

“Teman-teman, terima kasih banyak untuk semua doanya selama ini. Alhamdulillah, Allah telah menjawab doa kita. Istriku, Syafira, hamil. Setelah menanti ratusan purnama, detak jantung janin kini terdengar. Perjalanan kami masih panjang. Mohon doanya agar Fira dan si kecil terus diberi kesehatan sampai persalinan,” tulis dr. Gia.

Setelah delapan tahun menanti dan menjalani berbagai tahapan program kehamilan, dr. Gia dan Syafira kini bersiap menyambut babak baru dalam kehidupan mereka.