Kenali 5 Gejala Alergi Susu Sapi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Alergi Susu Sapi Foto : Canva

Alergi susu sapi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi. Bayi yang mengalami alergi susu sapi biasanya mengalami muntah atau diare setelah mengonsumsi susu formula atau susu sapi. Namun, masih banyak tanda dan gejala alergi susu sapi lainnya yang perlu diketahui oleh orang tua.

Selain minum susu formula, bayi juga bisa menunjukkan reaksi alergi ketika mengonsumsi produk olahan susu sapi atau minum ASI dari ibu menyusui yang mengonsumsi susu sapi.

Alergi susu sering kali disamakan dengan intoleransi laktosa karena gejala kedua kondisi ini memang mirip. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang sangat berbeda.

Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi, sedangkan intoleransi laktosa terjadi ketika bayi sulit mencerna laktosa (gula alami pada susu). Oleh karena itu, intoleransi laktosa biasanya tidak menyebabkan reaksi yang serius seperti pada alergi susu sapi.

Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Gejala Alergi Susu Sapi
Ilustrasi Gejala Alergi Susu Sapi Foto : Canva

Selain muntah dan diare, Ada beberapa gejala lainya yang bisa terjadi pada bayi alergi susu sapi, Nah berikut gejala dan ciri-ciri bayi alergi susu sapi yang perlu Mams ketahui.

1. Gangguan Pencernaan

Bayi yang alergi susu sapi dapat mengalami gangguan pencernaan, seperti kram, nyeri perut, dan perut kembung. bayi mungkin juga mengalami muntah dan diare yang dapat memperparah kondisi bayi.

2. Gatal dan Ruam di Kulit

Jika bayi mengalami alergi susu sapi, si kecil mungkin akan mengalami beberapa jenis penyakit kulit seperti gatal dan ruam di kulit. Ruam ini bisa muncul di area wajah, lengan, kaki, dan area genital. Jika Mams melihat tanda-tanda ini, segera konsultasikan ke dokter.

3. Bengkak-bengkak di Bagian Tubuh Tertentu

Bayi yang alergi susu sapi juga dapat mengalami bengkak-bengkak di bagian tubuh tertentu. Bengkak ini mungkin muncul di area sekitar mata, bibir, lidah, atau tenggorokan. Jika bengkak terjadi di tenggorokan, bayi Mams mungkin kesulitan bernafas dan membutuhkan perawatan medis segera.

4. Batuk-batuk, Hidung Meler, dan Mata Berair

Bayi yang alergi susu sapi dapat mengalami batuk-batuk, hidung meler, dan mata berair. Ini bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang bereaksi terhadap protein dalam susu sapi.

5. Rewel atau Sering Menangis

Bayi yang mengalami alergi susu sapi dapat menjadi rewel atau sering menangis. Hal ini disebabkan oleh ketidaknyamanan yang dirasakan pada tubuh bayi akibat gejala alergi susu sapi yang ia alami.

Cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi

Salah satu cara termudah dan terbaik untuk mencegah bayi mengalami alergi susu sapi adalah dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidupnya. Selama masih menyusui, disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari susu sapi dan olahannya, seperti keju dan yoghurt. Hal ini dikarenakan apa pun yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan memengaruhi kandungan ASI.

Jika ibu menyusui ingin memberikan susu formula untuk bayi, disarankan untuk memilih susu bertuliskan hypoallergenic yang telah dirancang khusus untuk mengurangi risiko alergi pada bayi. Selain itu, ibu menyusui juga dapat memberikan susu formula yang berasal dari kacang kedelai.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua bayi cocok dengan jenis susu formula yang diberikan, terlebih jika bayi tersebut alergi susu sapi. Sebab dalam beberapa kasus, bayi yang alergi susu sapi juga dapat mengalami alergi terhadap kacang kedelai.

Nah, Itulah ciri-ciri dan gejala bayi alergi susu sapi yang perlu Mams ketahui, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Temukan Artikel Lainya di Google News

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait