Jangan Dimarahi, Ini 8 Cara Mengatasi Anak Keras Kepala

Ilustrasi Anak Keras Kepala Foto : Canva

Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang patuh dan mudah diatur. Namun, ada kalanya ada anak yang keras kepala dan sulit diatur. Anak seperti ini sebenarnya masuk ke dalam kategori anak yang sangat sensitif. Mereka memiliki kecerdasan intuitif yang membuat mereka berpendirian kuat dan sulit untuk dibujuk.

Cara Mengatasi Anak Keras Kepala

Sebagai orang tua, tentunya Mams perlu tahu cara mengatasi anak keras kepala dengan tepat agar tidak terjadi konflik yang lebih besar. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Bekerjasama

Cara pertama mengatasi anak keras kepala adalah ajak bekerjasama, Saat anak menunjukkan sikap keras kepalanya, sebaiknya Anda tidak memposisikan diri sebagai orang yang berhak untuk mengatur anak dan anak harus menurut. Alih-alih, ajak Si Kecil bekerjasama dengan cara mendengarkan apa yang mereka inginkan dan menawarkan solusinya. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga mereka akan lebih mudah diajak bekerja sama.

2. Bernegosiasi

Anak selalu bertingkah karena ada keinginannya yang tak terpenuhi. Oleh karena itu, bernegosiasi dengan anak adalah salah satu cara untuk mencapai kesepakatan bersama tentang apa yang harus ia lakukan dan apa yang akan diterimanya. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Situasi ‘win-win’ ini tentunya sangat melegakan untuk semua pihak.

3. Menginspirasi

Anak yang sangat sensitif akan terpengaruh oleh kata-kata, perlakuan, dan apa yang menarik bagi mereka. Oleh karena itu, beri anak contoh yang relatable untuk usianya atau kesukaannya. Misalnya jika anak prasekolah tak mau membereskan mainannya, ceritakan film Toy Story di mana para mainan akan merasa sedih jika pemiliknya tidak menjaga mainannya dengan baik. Hal ini bisa membuat anak lebih memahami pentingnya merawat barang-barang miliknya.

4. Bersikap Sabar

Anak keras kepala seringkali tidak mudah diatur dan mengikuti perintah orang tua. Sebagai orang tua, hal pertama yang perlu dilakukan adalah bersikap sabar. Jangan terbawa emosi ketika anak menolak atau tidak mau melakukan hal yang diminta. Bersikap sabar dapat membantu Mams lebih tenang dalam menghadapi situasi sulit.

5. Berkomunikasi dengan Baik

cara mengatasi anak keras kepala
Komunikasi dengan Anak Foto : Canva

Komunikasi yang baik dengan anak sangatlah penting. Terkadang, anak keras kepala hanya ingin didengarkan dan merasa dihargai. Ajak anak untuk berbicara dan dengarkan apa yang mereka katakan. Hal ini dapat membantu Mams memahami alasan di balik perilaku mereka dan menemukan solusi yang tepat.

6. Beri Pilihan

Cara mengatasi anak keras kepala berikutnya adalah dengan memberi anak pilihan, Anak keras kepala cenderung merasa lebih nyaman jika mereka memiliki kendali atas situasi. Beri mereka beberapa pilihan yang bisa dipilih. Hal ini akan membantu anak merasa dihargai dan memiliki kendali atas situasi, tanpa merusak kepercayaan diri mereka.

7. Berikan Konsekuensi yang Jelas

Konsekuensi yang jelas dapat membantu mengatasi anak keras kepala dan belajar mengendalikan perilaku mereka. Mams dapat memberikan aturan yang jelas dan konsekuensi yang jelas jika anak tidak mematuhi aturan tersebut. Hal ini akan membantu anak mengerti bahwa ada konsekuensi dari setiap tindakan.

8. Berikan Pujian

Memberikan pujian yang tulus dapat membantu anak keras kepala merasa dihargai sehingga anak merasa percaya diri. Berikan pujian atas usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya. Hal ini akan membantu anak keras kepala merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berusaha.

Mengatasi anak keras kepala memang tidak mudah, tetapi dengan kesabaran, komunikasi yang baik, memberikan pilihan, memberikan konsekuensi yang jelas, dan memberikan pujian, orang tua dapat membantu anak untuk belajar mengendalikan perilaku mereka dan menjadi anak yang lebih baik.

Temukan Artikel Lainya di Google News

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait