Stevia dapat menjadi alternatif gula selama kehamilan, asalkan produk yang dipilih berupa ekstrak murni dan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, ibu hamil tetap perlu memeriksa komposisi produk dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini memiliki rasa manis yang kuat tanpa tambahan kalori. Karena itu, stevia kerap dipilih untuk mengurangi konsumsi gula pasir, termasuk oleh ibu hamil yang ingin menjaga asupan gula.

Apakah stevia aman selama kehamilan?

Steviol glikosida yang telah dimurnikan mendapat status Generally Recognized as Safe (GRAS) dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Senyawa tersebut merupakan komponen yang memberikan rasa manis pada stevia. FDA telah mengevaluasi lebih dari 50 pemberitahuan GRAS terkait berbagai jenis steviol glikosida dengan tingkat kemurnian tinggi yang digunakan sebagai pemanis pangan.

Jenis stevia yang umum digunakan dalam produk makanan antara lain rebaudioside A (Reb A) dan steviosida. Produk stevia berbentuk sachet atau yang dicampurkan ke dalam makanan kemasan umumnya menggunakan ekstrak yang telah dimurnikan. Meski demikian, ibu hamil dengan kondisi tertentu, seperti diabetes gestasional, sebaiknya meminta saran dokter kandungan sebelum menjadikan stevia sebagai pemanis sehari-hari.

Manfaat stevia sebagai pengganti gula

Ekstrak stevia murni tidak mengandung kalori dan tidak meningkatkan kadar glukosa darah seperti gula pasir. Sebuah uji klinis selama 12 minggu yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients tidak menemukan perbedaan signifikan pada respons glukosa maupun insulin antara orang dewasa yang mengonsumsi stevia setiap hari dan kelompok kontrol. Temuan tersebut berasal dari penelitian pada orang dewasa, sehingga bukan bukti khusus mengenai dampaknya pada kehamilan.

Mengganti gula pasir dengan stevia juga dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan. Konsumsi gula berlebihan selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan berat badan berlebih dan sejumlah masalah metabolisme. Penggunaan stevia pada kopi, teh, atau kue buatan sendiri bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengendalikan asupan gula sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana yang berasal dari Amerika Selatan dan telah digunakan sebagai pemanis selama berabad-abad. Pemanis ini dapat dicampurkan ke minuman panas atau dingin, yoghurt, oatmeal, dan smoothie. Tersedia pula campuran stevia khusus untuk membuat kue, yang dirancang agar menghasilkan volume dan tekstur menyerupai gula.

Risiko dan hal yang perlu diperhatikan

Stevia dari daun utuh maupun ekstrak kasar tidak disarankan karena keamanannya belum dievaluasi secara memadai. Produk berlabel whole leaf stevia, raw stevia, atau crude stevia extract juga tidak mendapat persetujuan FDA sebagai bahan tambahan pangan. Jenis tersebut mengandung senyawa selain steviol glikosida yang belum cukup diteliti, terutama terkait dampaknya selama kehamilan.

Perhatikan pula bahan tambahan dalam produk stevia. Beberapa produk mengandung eritritol atau dekstrosa untuk memperbaiki tekstur dan menambah volume. Eritritol secara umum dinilai aman, tetapi dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Hal ini patut dicermati karena sistem pencernaan ibu hamil mungkin lebih sensitif.

Respons terhadap rasa stevia juga berbeda-beda. Sebagian orang merasakan sensasi pahit atau rasa manis yang tertinggal setelah mengonsumsinya. Pengalaman tersebut bisa terasa lebih mengganggu ketika indra perasa dan penciuman menjadi lebih sensitif selama kehamilan.

Tips memilih dan menggunakan stevia

Periksa daftar komposisi dan pilih produk yang mencantumkan steviol glycosides, rebaudioside A (Reb A), atau steviosida. Istilah tersebut merujuk pada bentuk stevia yang telah dimurnikan dan termasuk jenis yang mendapat status GRAS. Baca juga seluruh komposisi untuk mengetahui apakah produk mengandung bahan tambahan seperti eritritol, inulin, atau dekstrosa, lalu sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Gunakan stevia secukupnya, misalnya satu sachet dalam teh atau beberapa tetes stevia cair ke dalam smoothie. Hindari menjadikannya pengganti seluruh gula dalam makanan dan minuman sehari-hari. Utamakan buah segar sebagai sumber rasa manis alami karena buah menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh.

Ibu hamil dengan diabetes gestasional, riwayat gangguan pencernaan, atau komplikasi kehamilan lainnya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan atau ahli gizi sebelum menggunakan stevia secara rutin.