Ibu menyusui biasanya lebih memperhatikan asupan makanan dan minuman mereka, mengingat beberapa di antaranya dapat mempengaruhi produksi ASI dan kualitasnya. Salah satu hal yang sering dipertimbangkan adalah konsumsi gula harian, sehingga banyak yang mencari alternatif pemanis dengan kalori lebih rendah. Stevia, yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, menjadi salah satu pilihan yang populer.

Namun, muncul pertanyaan mengenai keamanan penggunaan stevia sebagai pengganti gula dan dampaknya terhadap ASI serta bayi. Untuk memberikan penjelasan, Popmama.com mewawancarai Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, seorang dokter spesialis gizi klinis.

Menurut Dr. Luciana, stevia bisa dipertimbangkan oleh ibu menyusui untuk mengurangi konsumsi gula tambahan, tetapi penggunaannya harus tetap dibatasi. Ia menjelaskan, “Dapat dipertimbangkan dalam jumlah terbatas sebagai pengganti gula tambahan.” Mengganti sebagian gula dengan stevia tidak berarti tubuh akan kekurangan gula, karena glukosa juga diperoleh dari sumber karbohidrat lain seperti nasi, kentang, dan buah.

Salah satu kekhawatiran ibu menyusui adalah kemungkinan kandungan stevia masuk ke dalam ASI. Namun, penelitian yang mengukur kadar stevia dalam ASI masih sangat terbatas. LactMed, basis data dari National Library of Medicine di Amerika Serikat, juga belum memiliki data tentang ekskresi stevia ke dalam ASI dan keamanan penggunaannya untuk ibu menyusui dan bayi.

Dr. Luciana menambahkan bahwa steviol glycosides dalam stevia akan diuraikan di usus menjadi steviol, yang kemudian sebagian besar dimetabolisme dan dikeluarkan melalui urine. Meskipun bukti tentang stevia pada ibu menyusui masih minim, disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar dan tidak melebihi batas asupan harian yang direkomendasikan. Saat ini, belum ada Acceptable Daily Intake (ADI) khusus untuk ibu menyusui, tetapi JECFA dan EFSA telah menetapkan ADI sebesar 0-4 mg/kg berat badan per hari untuk orang dewasa sehat.

Saat memilih produk stevia, ibu menyusui disarankan untuk memperhatikan komposisi produk secara keseluruhan. Banyak produk yang dipasarkan sebagai pemanis stevia mungkin mengandung bahan tambahan lain. “Informasi produk yang perlu diperhatikan adalah izin edar, produsen, takaran saji, petunjuk penggunaan, kandungan lain, dan kadaluarsa,” jelas Dr. Luciana.

Dengan demikian, ibu menyusui dapat mempertimbangkan stevia sebagai pengganti sebagian gula tambahan, namun penggunaannya harus dalam batas yang wajar. Jika ada kondisi kesehatan tertentu atau keraguan mengenai produk pemanis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi klinis sebelum mengonsumsinya.