Kenali Proses Perkembangan Janin Trimester Pertama di Dalam Kandungan

Ilustrasi Janin/Foto:Canva

Selama masa kehamilan, tentu saja Bunda ingin selalu mengetahui bagaimana perkembangan janin trimester pertama yang ada di dalam kandungan.

Untungnya, Hal itu bisa diketahui dengan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) setiap kali bunda memeriksakan kandungan ke dokter.

Pertumbuhan janin pada trimester pertama sungguhlah menakjubkan. Meskipun masih berukuran kecil, janin secara perlahan akan berkembang menjadi lebih besar dengan bagian tubuh yang mulai terlihat jelas.

Tahap Proses Perkembangan Janin Trimester Pertama

Trimester pertama merupakan tahap penting dalam kehamilan, di mana janin mengalami banyak pertumbuhan. Dari minggu ke minggu, Bunda dapat melihat perkembangan janin yang menakjubkan. Berikut beberapa tahap perkembangannya:

1. Minggu 1 dan 2: Tahap Persiapan

Di minggu pertama dan kedua kehamilan, sebenarnya bunda belum benar-benar hamil. bunda masih dalam tahap persiapan kehamilan dan Pembuahan, yaitu pertemuan antara sperma dan sel telur, biasanya terjadi dua minggu setelah menstruasi terakhir dimulai.

Dokter akan menghitung 40 minggu ke depan dari awal periode menstruasi terakhir, untuk mengestimasikan tanggal perkiraan lahir. Artinya, masa menstruasi bunda dihitung sebagai bagian dari kehamilan, meskipun pada saat itu bunda belum hamil.

2. Minggu 3: Tahap Fertilisasi

Di minggu ketiga, sperma dan sel telur akan bersatu di salah satu tabung falopi untuk membentuk zigot, yaitu entitas bersel satu. Biasanya, zigot memiliki 46 kromosom, 23 dari ibu dan 23 dari ayah.

Kromosom ini akan menentukan jenis kelamin dan ciri fisik bayi bunda. Setelah pembuahan, zigot akan bergerak ke tabung falopi menuju rahim.

Pada saat yang sama, zigot akan mulai membelah dan membentuk kelompok sel yang menyerupai raspberry kecil, yang disebut morula.

3. Minggu 4: Tahap Implantasi

perkembangan janin
Ilustrasi Perkembangan Janin Trimester Pertama/Foto:Canva

Bola-bola sel yang terus membelah dengan cepat, yang disebut blastokista, mulai menggali ke dalam lapisan rahim yang disebut endometrium. Proses ini disebut implantasi.

Di dalam blastokista, kelompok sel bagian dalam akan menjadi embrio. Lapisan luar blastokista akan membentuk bagian dari plasenta, yang akan menyediakan nutrisi bagi janin selama kehamilan.

4. Minggu 5: Peningkatan Kadar Hormon

Pada minggu kelima kehamilan, kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang diproduksi oleh blastokista akan meningkat dengan cepat. Hal ini memberi sinyal pada ovarium untuk berhenti melepaskan sel telur dan menghasilkan lebih banyak estrogen dan progesteron.

Peningkatan kadar hormon ini akan menghentikan menstruasi, yang sering kali menjadi tanda pertama kehamilan, dan memicu pertumbuhan plasenta. Pada minggu ini, embrio terbentuk menjadi tiga lapisan: lapisan atas (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm).

5. Minggu 6: Tahap Penutupan Tabung Saraf

Di minggu keenam, perkembangan janin berlangsung dengan pesat. Tabung saraf di sepanjang punggung janin akan menutup, dan otak serta sumsum tulang belakang akan berkembang dari tabung saraf tersebut.

Selain itu, jantung dan organ lainnya juga mulai terbentuk, dan jantung janin mulai berdetak. Struktur yang dibutuhkan untuk pembentukan mata dan telinga juga sedang berkembang. Tunas kecil muncul yang akan segera menjadi lengan, dan tubuh janin mulai membentuk kelengkungan berbentuk C.

6. Minggu 7: Tahap Perkembangan Kepala

Tujuh minggu setelah kehamilan, perkembangan janin terlihat pada otak dan wajahnya. Lubang hidung mulai terlihat, dan retina mata mulai terbentuk. Cikal bakal tungkai bawah juga mulai muncul, dan tunas lengan yang tumbuh minggu sebelumnya sekarang sudah berbentuk dayung.

7. Minggu 8: Tahap Perkembangan Hidung

Delapan minggu setelah kehamilan, jari-jari mulai terbentuk. Bibir dan hidung bagian atas janin sudah terbentuk. Selain itu, batang tubuh dan leher mulai tegak. Pada akhir minggu ini, panjang janin mungkin sekitar 11-14 milimeter dari puncak kepala hingga bokong.

8. Minggu 9: Tahap Munculnya Jari Kaki

Pada minggu kesembilan, lengan janin semakin tumbuh, dan siku mulai terbentuk. Jari kaki juga mulai terlihat, dan kelopak mata terbentuk. Meskipun kepala janin sudah besar, namun masih memiliki bentuk yang belum sempurna. Pada akhir minggu ini, panjang janin kurang lebih 16-18 milimeter dari puncak kepala hingga bokong.

9. Minggu 10: Tahap Tekuknya Siku Janin

Pada minggu ke-10, kepala janin menjadi lebih bulat. Janin sudah dapat menekuk sikunya, dan jari kaki serta tangan menjadi lebih panjang. Kelopak mata dan telinga luar terus berkembang, dan tali pusar juga terlihat jelas.

10. Minggu 11: Tahap Perkembangan Alat Kelamin

Pada awal minggu ke-11 kehamilan, panjang kepala janin masih sekitar setengah dari panjangnya. Namun, tubuhnya segera menyusul. Di minggu ini, wajah janin mulai terlihat lebih lebar, matanya terpisah lebih lebar, kelopak matanya juga mulai menyatu, dan telinganya berada di posisi yang rendah.

Tunas untuk calon gigi depan mulai muncul, dan sel darah merah mulai terbentuk di hati. Pada akhir minggu ini, alat kelamin luar janin akan mulai berkembang menjadi penis atau klitoris dan labia majora.

11. Minggu 12: Tahap Terbentuknya Kuku

Perkembangan janin pada minggu ke-12 ditandai dengan mulai terbentuknya kuku janin. Wajah janin juga sudah mulai berkembang lebih baik, dan ususnya sudah terbentuk di perut.

Janin pada tahap ini mungkin memiliki panjang sekitar 61 milimeter dari puncak kepala hingga bokong, dan beratnya sekitar 14 gram.

Itulah perkembangan janin yang terjadi pada trimester pertama kehamilan. Semoga informasi ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas bagi bunda yang sedang hamil.

Referensi : https://www.medicinenet.com/dos_and_donts_during_first_trimester_of_pregnancy/article.htm

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait