Perlukah Bayi Menggunakan Bantal Anti Peyang? Ini Menurut Para Ahli

Ilustrasi Penggunakan Bantal Anti Peyang pada Bayi (Foto:Pixabay)

Banyak orang tua yang masih binggung tentang cara mengatasi kepala peyang pada bayi, Perlukah bayi menggunakan bantal anti peyang? Simak penjelasan berikut ini!

Kepala peyang pada bayi merupakan kondisi yang umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh ubun-ubun bayi yang masih lunak dan mudah berubah bentuk. Bayi dapat mengalami kepala peyang jika terlalu lama berada di posisi tidur atau gendongan yang sama terus menerus.

Apakah Bantal Anti Peyang Efektif untuk Kepala Bayi

Untuk mencegah kepala peyang pada bayi, banyak orang tua yang menggunakan bantal anti peyang. Bantal anti peyang dirancang untuk menopang kepala bayi di berbagai posisi sehingga tidak ada satu bagian kepala bayi yang terlalu lama tertekan.

Namun, apakah penggunaan bantal anti peyang benar-benar diperlukan? Meskipun bantal anti peyang memiliki banyak klaim manfaat.

Perlukah Bayi Menggunakan Bantal Anti Peyang
Ilustrasi Penggunakan Bantal Anti Peyang pada Bayi (Foto:Pixabay)

Namun penggunaannya masih menuai kontroversi di kalangan para ahli. Menurut, American Academy of Pediatrics (AAP), bayi yang baru lahir tidak boleh diberikan bantal, termasuk bantal anti peyang karena dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Untuk mencegah SIDS, American Academy of Pediatrics AAP merekomendasikan agar bayi selalu tidur telentang di permukaan datar dan kokoh, tanpa benda-benda tambahan di sekitarnya.

American Academy of Pediatrics AAP juga menyarankan agar bayi baru diberikan bantal saat usianya sudah mencapai 2 tahun

Cara Alami Mengatasi Kepala Bayi Peyang

Cara Alami Mengatasi Kepala Bayi Peyang
Cara Alami Mengatasi Kepala Bayi Peyang (Foto:Pixabay)

Penggunaan bantal anti peyang belum terbukti secara ilmiah dapat mengatasi masalah kepala peyang pada bayi.

Namun, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengurangi risiko atau memperbaiki kondisi kepala peyang pada bayi, antara lain:

1. Ubah posisi tidur bayi secara berkala

Posisi tidur bayi yang monoton dapat menyebabkan tekanan pada satu sisi kepala bayi. Oleh karena itu, penting untuk mengubah posisi tidur bayi secara berkala.

Bunda dapat mengubah posisi tidur bayi setiap 2-3 jam sekali. Letakkan bayi dalam posisi terlentang, miring ke kanan, lalu miring ke kiri. Anda juga dapat meletakkan bayi dalam posisi tengkurap untuk sementara waktu.

2. Biarkan bayi tummy time

Tummy time adalah aktivitas yang bermanfaat untuk memperkuat otot leher dan bahu bayi. Aktivitas ini juga dapat membantu bayi untuk mengembangkan keterampilan motorik lainnya.

Bunda dapat melakukan tummy time selama 15-30 menit setiap hari. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap di atas permukaan yang lembut dan aman. Anda dapat meletakkan mainan di depan bayi untuk menarik perhatiannya.

3. Gendong bayi dengan berbagai posisi

Gendongan bayi yang monoton juga dapat menyebabkan tekanan pada satu sisi kepala bayi. Oleh karena itu, penting untuk menggendong bayi dengan berbagai posisi.

Bunda dapat menggendong bayi di depan dada, di samping, atau di punggung. Anda juga dapat menggendong bayi sambil berjalan, duduk, atau berbaring.

Kesimpulan

Secara umum, penggunaan bantal anti peyang pada bayi tidak disarankan. Penggunaan bantal anti peyang dapat meningkatkan risiko SIDS, sedangkan kepala peyang pada bayi sebenarnya dapat teratasi seiring berjalannya waktu.

Namun, jika Bunda tetap ingin menggunakan bantal anti peyang pada bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Gunakan bantal anti peyang yang sesuai dengan usia dan ukuran bayi
  • Jangan gunakan bantal anti peyang pada bayi yang baru lahir
  • Berikan bantal anti peyang dalam pengawasan orang dewasa

Jika bunda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kepala peyang pada bayi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak.

Dokter mungkin menyarankan penggunaan ikat kepala atau helm khusus (cranial helmet). Ikat kepala atau helm ini berfungsi untuk memberikan tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi yang lain.

Ikat kepala atau helm khusus biasanya digunakan selama 23 jam sehari selama beberapa bulan. Penggunaan ikat kepala atau helm khusus dapat membantu memperbaiki bentuk kepala bayi.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait