Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi yang Tepat dan Benar

Ilustrasi Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi (Foto: Canva)

Orangtua wajib tahu cara mengukur lingkar kepala bayi yang benar, Pasalnya lingkar kepala bayi merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

Ukuran lingkar kepala bayi yang normal menunjukkan bahwa otak bayi berkembang dengan baik dan sesuai dengan usianya. Sebaliknya, lingkar kepala yang terlalu besar atau terlalu kecil bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada bayi.

Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi yang Benar

Untuk mengukur lingkar kepala bayi, Bunda bisa melakukannya sendiri di rumah dengan cara yang benar dan akurat. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kita ikuti:

  1. Gunakan pita pengukur yang tidak elastis atau tidak bisa diregangkan, agar hasilnya tidak terpengaruh oleh perubahan panjang pita.
  2. Mulai ukur kepala bayi dengan melingkarkan pita di atas alis dan telinga. Pastikan pita melingkar di sekitar bagian kepala yang paling menonjol, yaitu bagian belakang kepala (protuberantia occipitalis).
  3. Baca angka yang tertera pada pita pengukur dan catat hasilnya dalam satuan sentimeter. Lakukan pengukuran sebanyak tiga kali dan pilih angka yang terbesar sebagai hasil akhir.
  4. Bandingkan hasil pengukuran dengan tabel lingkar kepala bayi yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin bayi. Jika hasilnya berada di luar kisaran normal, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Tabel Lingkar Kepala Bayi

tabel lingkal kepala bayi
Tabel Lingkal Kepala Bayi (Design: Mamikita.com)

Untuk mengetahui lingkar kepala bayi yang normal, kita bisa mengacu pada tabel yang disusun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang membagi lingkar kepala bayi berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Jika hasil pengukuran lingkar kepala bayi Bunda berada di luar rentang normal, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan.

Perbedaan lingkar kepala yang terlalu besar atau terlalu kecil bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, seperti hidrosefalus (penumpukan cairan di otak) atau mikrosefali (kepala kecil).

Tips Mengukur Lingkar Kepala Bayi

Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi
Ilustrasi Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi (Foto: Canva)

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengukur lingkar kepala bayi:

  • Pastikan bayi dalam posisi yang nyaman dan rileks.
  • Hindari mengukur lingkar kepala bayi saat bayi baru bangun tidur, menangis, atau sedang makan.
  • Jika bayi Anda memiliki rambut yang lebat, Anda bisa menyisirnya terlebih dahulu agar pita pengukur dapat menempel dengan baik.
  • Ulangi pengukuran lingkar kepala bayi setiap bulan untuk memantau pertumbuhannya.

Nah, Itulah cara mengukur lingkar kepala bayi yang benar, Mengukur lingkar kepala bayi secara rutin adalah salah satu cara untuk memantau pertumbuhan otak bayi.

Jika ada perubahan yang mencurigakan, seperti lingkar kepala yang tumbuh terlalu cepat atau terlalu lambat, kita bisa segera mendeteksi adanya kemungkinan gangguan pada otak bayi, seperti hidrosefalus, mikrosefalus, infeksi, tumor, atau kelainan genetik.

Dengan demikian, Bunda bisa memberikan penanganan yang tepat dan secepat mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu mengukur lingkar kepala bayi dan mencatat hasilnya sebagai bagian dari catatan kesehatan bayi. Semog Bermanfaat

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait