5 Pantangan Setelah Imunisasi DPT yang Harus Anak Hindari

Ilustrasi Anak Imunisasi DPT (Foto:Canva)

Terdapat beberapa jenis imunisasi yang diberikan pada bayi dan anak-anak, salah satunya adalah DPT. Namun, Banyak orang tua yang belum tahu mengenai pantangan setelah imunisasi DPT yang diberikan kepada di kecil

Apa Itu Imunisasi DPT

Imunisasi DPT merupakan salah satu imunisasi dasar yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi mereka dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi ini biasanya diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Setelah imunisasi DPT, anak mungkin akan mengalami beberapa efek samping yang umum, seperti demam, nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping ini biasanya akan hilang dalam waktu 1-2 hari.

Pantangan Setelah Imunisasi DPT

Meskipun efek sampingnya umumnya tidak berbahaya, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh anak setelah imunisasi DPT untuk mencegah terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa pantangan setelah imunisasi DPT

1. Jangan mengoleskan salep tanpa resep dokter di area bekas suntikan.

Hal ini bisa menyebabkan iritasi atau infeksi pada kulit. Jika anak merasa nyeri di area suntikan, cukup usapkan kain hangat atau kompres dingin untuk meredakan rasa sakit.

2. Jangan memberikan obat tanpa resep dokter

Imunisasi DPT bisa menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti demam, ruam, atau bengkak. Namun, jangan sembarangan memberikan obat penurun demam atau antihistamin pada anak tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Obat-obatan tersebut bisa berinteraksi dengan vaksin dan mengurangi efektivitasnya.

3. Jangan berikan imunisasi lanjutan

jika anak mengalami alergi atau gangguan saraf setelah imunisasi sebelumnya, sebaiknya jangan berikan imunisasi lanjutan.

Beberapa anak mungkin alergi terhadap komponen vaksin DPT, seperti protein telur, gelatin, atau antibiotik. Gejala alergi bisa berupa gatal-gatal, sesak napas, pembengkakan wajah, atau syok anafilaksis

Selain itu, anak yang mengalami gangguan saraf atau otak, seperti kejang, dalam tujuh hari setelah imunisasi DPT juga tidak dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi lanjutan

4. Jangan menunda imunisasi DPT

jika anak hanya mengalami sakit ringan, seperti pilek atau batuk. Imunisasi DPT bisa tetap diberikan pada anak yang sedang sakit ringan, asalkan tidak disertai demam tinggi atau gejala lain yang mengkhawatirkan. Menunda imunisasi DPT bisa meningkatkan risiko anak terkena penyakit yang bisa dicegah oleh vaksin tersebut2.

Tips meredakan efek samping Imunisasi DPT

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu meredakan efek samping setelah imunisasi DPT:

  • Berikan anak ASI atau susu formula yang cukup. Cairan yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi.
  • Berikan anak obat demam sesuai resep dokter.
  • Berikan anak kompres dingin di tempat suntikan.
  • Biarkan anak beristirahat yang cukup.

Itulah beberapa pantangan setelah imunisasi DPT yang harus dihindari oleh orang tua. Imunisasi DPT adalah salah satu cara untuk melindungi anak dari penyakit yang berpotensi fatal, seperti difteri, pertusis, dan tetanus.

Oleh karena itu, pastikan anak mendapatkan imunisasi DPT sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan ikuti saran dokter mengenai perawatan setelah imunisasi.

Jika ada pertanyaan atau keluhan seputar imunisasi DPT, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat!

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait