Imunisasi Campak pada Bayi Usia 9 Bulan Apakah Bisa Demam? Ini Faktanya

Ilustrasi Bayi Imunisasi Campak (Foto:Canva)

Banyak orangtua yang khawatir akan efek samping yang mungkin timbul setelah anak diimunisasi, terutama demam. Apakah benar anak akan demam setelah imunisasi campak? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Imunisasi campak adalah salah satu imunisasi yang wajib diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan. Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi dasar lengkap yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5-7 tahun.

Apakah bayi yang diimunisasi campak pada usia 9 bulan bisa panas?

Ya, bayi yang diimunisasi campak pada usia 9 bulan bisa panas. Demam adalah salah satu efek samping yang paling umum terjadi setelah imunisasi campak.

Demam pasca imunisasi campak biasanya terjadi sekitar 8-12 hari setelah imunisasi. Demam yang terjadi biasanya ringan, yaitu berkisar antara 37,5°C hingga 38,5°C. Demam biasanya akan hilang dalam 2-3 hari.

Demam setelah imunisasi campak adalah hal yang normal dan umum terjadi. Demam menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja untuk membentuk antibodi terhadap virus campak yang dilemahkan yang disuntikkan melalui vaksin.

Bagaimana Cara Mengatasi Demam Setelah Imunisasi Campak?

imunisasi campak demam
Ilustrasi Bayi Imunisasi Campak (Foto:Canva)

Demam setelah imunisasi campak biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan suhu tubuh anak dan membuatnya merasa lebih nyaman, yaitu:

  1. Memberikan anak minum air putih atau ASI yang banyak untuk mencegah dehidrasi.
  2. Memberikan anak pakaian yang tipis dan longgar untuk mengurangi panas tubuh.
  3. Memberikan anak kompres air hangat di dahi, ketiak, dan selangkangan untuk menurunkan suhu tubuh.
  4. Memberikan anak obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen, sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter.
  5. Mengajak anak beristirahat yang cukup dan menghindari aktivitas fisik yang berat.

Apakah Demam Karena Imunisasi Campak Harus Dibawa ke Dokter?

Demam setelah imunisasi campak biasanya tidak memerlukan perawatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai dan segera dibawa ke dokter, yaitu:

  1. Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari atau tidak turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas.
  2. Demam yang disertai dengan gejala lain, seperti ruam, bengkak, nyeri, atau kemerahan di tempat penyuntikan, muntah, diare, kejang, lemas, atau kesulitan bernapas.
  3. Demam yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 40 derajat Celcius, atau demam yang membuat anak menggigil kedinginan.

Demam setelah imunisasi campak adalah hal yang normal dan umum terjadi. Demam menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja untuk membentuk antibodi terhadap virus campak yang dilemahkan yang disuntikkan melalui vaksin.

Demam biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika demam berlangsung lama, sangat tinggi, atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait