Para ahli merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan susu formula atau makanan lain. Setelah itu, pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan disertai makanan pendamping ASI (MPASI).

Pada masa awal, bayi umumnya perlu disusui sebanyak 8–12 kali sehari karena ASI mudah dicerna, sehingga bayi lebih cepat lapar. Oleh karena itu, ibu disarankan menyusui setiap 2–3 jam sekali.

Meski cukup melelahkan, terutama setelah melahirkan, fase ini merupakan bagian dari proses adaptasi antara ibu dan bayi. Seiring bertambahnya usia, frekuensi menyusui biasanya akan berkurang menjadi sekitar 7–9 kali sehari saat bayi berusia 1–2 bulan, meski kondisi ini bisa berbeda pada setiap anak.

Tips Agar Ibu Tetap Fit Saat Menyusui

Agar tetap bugar dan tidak kewalahan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Atur durasi menyusui

Pada awal kelahiran, proses menyusui bisa berlangsung sekitar 20 menit atau lebih. Seiring waktu, durasi ini biasanya akan lebih singkat, sekitar 5–10 menit per sisi payudara.

Durasi menyusui dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti produksi ASI, refleks pengeluaran ASI (let-down), pelekatan bayi, aliran ASI, hingga kondisi bayi.

2. Perhatikan jeda waktu menyusui

Menghitung jeda waktu dapat membantu ibu memantau kebutuhan bayi dan mengurangi rasa khawatir. Misalnya, jika bayi menyusu pukul 06.00, maka sesi berikutnya bisa dilakukan sekitar pukul 08.00 dan 10.00.
Namun, selain jadwal, ibu juga perlu peka terhadap tanda-tanda lapar pada bayi.

3. Gunakan kedua payudara secara bergantian

Menyusui secara bergantian membantu menjaga keseimbangan produksi ASI dan mencegah pembengkakan payudara. Pastikan ibu dan bayi berada dalam posisi yang nyaman agar proses menyusui berjalan lancar.

Pentingnya Menyusui Secara Rutin

Menyusui secara rutin memberikan banyak manfaat, baik untuk bayi maupun ibu.

Bagi bayi, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi, sindrom kematian mendadak (SIDS), hingga risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan asma.

Sementara bagi ibu, menyusui membantu membakar kalori, mempercepat pemulihan pasca melahirkan, serta mengembalikan ukuran rahim. Dalam jangka panjang, menyusui juga dapat menurunkan risiko penyakit seperti kanker payudara, hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.

Dengan memahami pola dan manfaat menyusui, diharapkan ibu dapat menjalani proses ini dengan lebih nyaman dan penuh semangat demi tumbuh kembang optimal si kecil.