Hubungan antara orang tua dan anak yang sudah dewasa sering kali mengalami perubahan. Komunikasi yang dulu terasa dekat bisa menjadi canggung, bahkan terasa berjarak. Sayangnya, perasaan ini tidak selalu disampaikan secara langsung, melainkan melalui sikap dan kebiasaan sehari-hari.

Menurut psikolog Ernesto Lira de la Rosa, mengenali tanda-tanda ini penting agar hubungan orang tua dan anak dapat diperbaiki.

Berikut beberapa sinyal yang perlu diperhatikan:

1. Komunikasi hanya di momen tertentu

Anak hanya menghubungi orang tua saat hari besar atau acara keluarga. Hal ini bisa menandakan hubungan dijaga karena kewajiban, bukan kedekatan emosional, seperti dijelaskan oleh Stefanie Mazer.

2. Terlihat tidak betah saat berkunjung

Saat datang ke rumah, anak cenderung ingin cepat pulang atau mencari alasan untuk memperpendek kunjungan. Ini bisa menjadi tanda adanya ketidaknyamanan.

3. Menghubungi hanya saat butuh

Interaksi terasa lebih “transaksional”. Menurut Jan Miller, anak mungkin hanya berkomunikasi saat membutuhkan bantuan.

4. Jarang berbagi cerita

Anak tidak lagi terbuka soal kehidupan pribadinya. Informasi biasanya baru didapat setelah orang tua lebih dulu bertanya.

5. Tidak melibatkan orang tua dalam momen penting

Perubahan besar dalam hidup anak sering tidak lagi dibagikan kepada orang tua, yang bisa menandakan adanya jarak emosional.

6. Jarang meminta nasihat

Anak lebih memilih menyelesaikan masalah sendiri atau mencari dukungan dari orang lain, bukan dari orang tua.

7. Mudah tersinggung saat berinteraksi

Percakapan terasa sensitif dan mudah memicu emosi negatif, bahkan dalam hal kecil.

8. Minim kasih sayang fisik

Sentuhan seperti pelukan atau gestur hangat mulai berkurang. Hal ini sering mencerminkan berkurangnya kenyamanan dan kedekatan emosional.

9. Cenderung menjaga jarak

Anak tetap berkomunikasi, tetapi hanya seperlunya dan tidak berusaha mempererat hubungan.

Anak dewasa tidak selalu mampu mengungkapkan perasaannya secara langsung, terutama jika hubungan sebelumnya pernah diwarnai ketegangan. Jarak emosional ini bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari pengalaman masa lalu hingga kesalahpahaman.

Dengan memahami tanda-tanda ini, orang tua diharapkan bisa membangun komunikasi yang lebih terbuka, sehingga hubungan dengan anak tetap hangat dan terjaga.