4 Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Operasi Caesar, Ini Alasanya!

Ilustrasi Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Operasi Caesar (Foto:Canva)

Setelah operasi caesar, Bunda perlu memperhatikan asupan makanannya agar proses penyembuhan dan pemulihan bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan setelah operasi caesar karena bisa mengganggu kesehatan dan menyebabkan komplikasi.

Operasi Caesar merupakan prosedur yang umum dilakukan untuk melahirkan bayi. Meskipun aman dan efektif, operasi ini tetap membutuhkan waktu pemulihan yang cukup. Untuk mendukung proses penyembuhan yang optimal, penting untuk memperhatikan pola makan pasca operasi

Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Operasi Caesar

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari pasca operasi caesar agar pemulihan bisa dilakukan dengan cepat

1. Makanan Olahan dan Cepat Saji

Makanan Olahan dan Cepat Saji
Ilustrasi Makanan Olahan dan Cepat Saji (Foto:Canva)

Makanan olahan dan cepat saji seperti sosis, nugget, kornet, kentang goreng, pizza, atau kue kering sebaiknya dihindari setelah operasi caesar.

Makanan ini kaya akan gula, garam, kalori, dan lemak, tetapi rendah kandungan nutrisi penting lainnya, seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan dan pemulihan.

Selain itu, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan ini juga bisa menyebabkan kelebihan berat badan yang bisa memperlambat proses pemulihan pasca operasi caesar.

2. Makanan yang Menyebabkan Sembelit

Makanan yang Menyebabkan Sembelit
Ilustrasi Makanan yang Menyebabkan Sembelit (Foto:Canva)

Sembelit adalah salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu setelah operasi caesar. Hal ini bisa disebabkan oleh puasa sebelum operasi, efek obat bius dan obat nyeri, kurangnya konsumsi serat dan air putih, serta manipulasi saluran pencernaan saat operasi.

Sembelit bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, dan perdarahan pada luka operasi. Untuk mencegah sembelit, ibu perlu menghindari makanan yang rendah serat, seperti daging merah, camilan manis, dan roti putih. Ibu juga perlu mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

3. Makanan Laut Tinggi Merkuri

Makanan Laut Tinggi Merkuri
Ilustrasi Makanan Laut Tinggi Merkuri (Foto:Canva)

Makanan laut merupakan sumber protein, omega3, dan mineral yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. Namun, ibu perlu berhati-hati dalam memilih jenis makanan laut yang dikonsumsi setelah operasi caesar.

Beberapa jenis makanan laut, terutama ikan besar dan kerang-kerangan, bisa mengandung merkuri dalam kadar yang tinggi. Merkuri adalah zat beracun yang bisa menumpuk di dalam tubuh dan mengganggu kesehatan dan pemulihan ibu.

Selain itu, merkuri juga bisa masuk ke dalam ASI dan berisiko mengganggu tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, ibu sebaiknya menghindari makanan laut tinggi merkuri, seperti tuna, ikan todak, ikan hiu, dan kerang.

4. Makanan Tinggi Gula

Makanan Tinggi Gula
Ilustrasi Makanan Tinggi Gula (Foto:Canva)

Makanan tinggi gula, seperti permen, kue, dan kembang gula, sebaiknya juga dihindari setelah operasi caesar. Makanan ini tidak hanya bisa menyebabkan kelebihan berat badan, tetapi juga bisa meningkatkan kadar gula darah.

Hal ini bisa berbahaya bagi ibu yang menderita diabetes sebelum atau selama kehamilan. Kadar gula darah yang tidak terkontrol bisa menyebabkan komplikasi, seperti infeksi luka, gangguan ginjal, dan penyakit jantung. Ibu perlu melakukan pengecekan gula darah secara rutin dan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimban.

Makanan Sehat untuk Pemulihan Pasca Operasi Caesar

Selain menghindari makanan yang disebutkan di atas, penting untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan pasca operasi Caesar. Berikut adalah beberapa contoh makanan sehat yang direkomendasikan:

  • Buah-buahan dan sayuran: Buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk proses penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi sistem imun.

  • Protein: Protein dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat operasi. Sumber protein yang baik meliputi daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan.

  • Karbohidrat kompleks: Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum, dan roti gandum, menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh untuk pulih.

  • Air: Air sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses penyembuhan. Sebaiknya minum air putih secara teratur sepanjang hari.

Dengan mengikuti pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang tidak boleh dimakan setelah operasi caesar, Bunda dapat mendukung proses pemulihan pasca operasi Caesar dengan lebih optimal

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait