Kapan Mempertimbangkan IVF Setelah Menikah?
Setelah menikah, beberapa pasangan mungkin merasa cemas jika belum juga hamil. Terutama jika kehamilan sudah direncanakan sejak awal. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Prosedur ini memanfaatkan teknologi reproduksi untuk menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh sebelum embrio dipindahkan ke rahim.
Menurut dr. M. Haekal, Sp.OG, Subsp. FER, FICS, MIGS, yang ditemui di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait waktu yang tepat untuk mempertimbangkan IVF.
Pasangan biasanya disarankan untuk mencoba hamil secara alami dengan berhubungan intim tanpa pengaman selama 12 bulan sebelum berkonsultasi mengenai kesuburan dan kemungkinan IVF. Jika setelah satu tahun belum ada kehamilan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Namun, bagi wanita yang memiliki kondisi tertentu seperti PCOS/PMOS, siklus menstruasi tidak teratur, atau endometriosis, dr. Haekal menyarankan agar tidak menunggu selama satu tahun untuk memeriksakan kesuburan. “Pada kondisi-kondisi tertentu yang sudah diketahui, nggak perlu menunggu setahun,” ujarnya.
Usia perempuan juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan IVF. Dr. Haekal menjelaskan bahwa peluang keberhasilan cenderung lebih tinggi pada wanita yang berusia di bawah 35 tahun. “Jadi kalau memang bayi tabung, sarannya adalah sesegera mungkin. Jangan sampai usianya 35 tahun,” tambahnya.
Keputusan untuk menjalani program bayi tabung harus disesuaikan dengan kondisi kesuburan masing-masing pasangan. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika kehamilan belum juga terjadi. Pemeriksaan dini dapat membantu pasangan mengetahui pilihan program hamil yang paling sesuai tanpa harus menunda penanganan lebih lama.


Tinggalkan Balasan