Ini 3 Gejala ADHD Pada Anak, Kerap Berperilaku Implusif dan Agresif

Moms, anak yang aktif ternyata tak selama menandakan ia sedang baik-baik saja lho. Bisa jadi itu merupakan gejala awal dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD pada anak. ADHD sendiri merupakan sindrom yang mempengaruhi perkembangan syaraf yang membuat anak berperilaku agresif, bersikap implusif hingga susah untuk mengendalikan emosional mereka. 

Lantas, apa yang jadi tanda anak menderita sindrom ADHD? Benarkah gejala sindrom ini tidak bisa terdeteksi? Mari kita bahas bersama. 

Gejala ADHD Pada Anak

Gejala ADHD Pada Anak
Gejala ADHD Pada Anak (Gambar by mamikita.com)

Menurut penelitian, anak memperlihatkan gejala ADHD pada usia 2 sampai 3 tahun. Dimana gejala ini meliputi anak sering salah fokus dan hiperaktif. Berbeda dengan anak normal, gejala ini akan terus berlanjut dan sangat berpengaruh untuk tumbuh kembang si kecil. 

Nah, agar lebih jelas berikut ini penjelasan tentang gejala-gejala ADHD pada anak agar segera dapat penangananya dari ahli:

1. Anak Akan Mengalami Kesulitan Memperhatikan

Si kecil yang cenderung mengalami tanda-tanda ADHD akan mengalami kesulitan dalam hal memperhatikan suatu hal. Mereka juga tidak bisa mengikuti instruksi, kesulitan merampungkan tugas dan mudah lupa.

Mereka juga kerap melakukan kesalahan, tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan merasa kesulitan dalam mengatur tugas. Meskipun sering juga terjadi pada anak normal, namun tanda-tanda diatas wajib moms waspadai.

2. Perilaku Anak Lebih Agresif 

Gejala ADHD pada anak yang biasanya juga ditandai dengan perilaku agresif, mudah gelisah dan tidak bisa tenang. Ketika marah, anak akan cenderung meledak-ledak dan menangis tak terkendali. Tak hanya itu, anak juga kerap mengalami tanda lain seperti tidak mau diatur, sering menyela pembicaraan lawan dan suka bertindak ekstrim. 

3. Berperilaku Impulsif 

Gejala terakhir, yang menjadi indikasi anak menderita ADHD adalah ia kerap berperilaku impulsif salah satunya sulit mengendalikan emosi. Selain itu, mereka juga sangat tidak sabaran dan enggan antre atau menunggu giliran. 

Namun seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perilaku ini sebenarnya juga sering terjadi pada anak normal. Namun untuk penderita ADHD perilaku di atas terjadi hingga berbulan-bulan dan tidak mereda dan justru semakin parah. 

Penyebab ADHD Pada Anak

Gejala ADHD Pada Anak (Gambar by mamikita.com)
Gejala ADHD Pada Anak (Gambar by mamikita.com)

Karena gejalanya yang hampir sama dengan anak normal, penyebab ADHD pada anak tidak bisa dideteksi secara akurat. Namun, menurut beberapa penelitian, sindrom ini bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti:

  • Faktor genetik
  • Paparan zat kimia berbahaya
  • Orang tua yang pernah menjadi pecandu obat-obatan terlarang
  • Bayi lahir prematur
  • Anak punya riwayat kerusakan otak

Namun kembali lagi, beberapa faktor diatas bukan jadi satu-satunya alasan anak menderita ADHD. Masih perlu banyak riset untuk benar-benar meyakinkan apa penyebab dari sindrom tersebut.

Metode Perawatan Untuk Anak Dengan Sindrom ADHD

Gejala ADHD Pada Anak (Gambar by mamikita.com)
Gejala ADHD Pada Anak (Gambar by mamikita.com)

Untuk perawatan pada anak dengan penderita ADHD biasanya ditentukan oleh usia anak, riwayat medis dan gejala yang mereka alami. Selain itu, dokter juga akan menentukan dari toleransi anak terhadap obat-obatan tertentu, serta pendapat orang tua sebagai pendamping. 

Jika sudah ditentukan berdasar pada beberapa faktor diatas, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan seperti Psikostimulan dan melakukan perawatan Psikososial.

Obat-obatan golongan Psikostimulan berguna untuk membantu anak agar lebih fokus, mengendalikan perilaku impulsif dan mengurangi gejala ADHD. Sedangkan perawatan Psikososial berguna untuk melatih keterampilan serta manajemen perilaku anak agar lebih bisa mengendalikan perilaku mereka. 

Bagi anak dengan penderita ADHD, kedua metode perawatan tersebut memang sangat dibutuhkan. Hanya saja, untuk perawatan dengan obat-obatan memang sedikit berisiko karena anak akan terus terpapar bahan kimia dari obat. Sedangkan dengan metode perawatan Psikososial, moms benar-benar harus mengerti kebutuhan si kecil dan jangan sampai membuatnya tidak nyaman.

Itulah beberapa gejala ADHD pada anak yang perlu moms ketahui. Ingat ya moms, meskipun anak mengalami tanda-tanda di atas, bukan berarti si kecil menderita ADHD. Segera lakukan  konsultasi ke dokter dan jangan melakukan diagnosa secara mandiri.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

I’m ARMY and K-pop addict yang concern menulis artikel sejak 2011. Menulis adalah penyampaian abadi, jadi buat ia berkesan tanpa ada kesalahan di dalamnya.

Artikel Terkait