7 Cara Mengatasi Anak Susah BAB dan Penyebabnya

Ilustrasi anak susah BAB : Foto Canva

Susah buang air besar (BAB) atau sembelit pada anak dapat membuatnya merasa tidak nyaman. Anak yang mengalami sembelit biasanya akan mengalami sakit perut dan sulit BAB. Sebelum membawanya ke dokter, Mams bisa mengatasi susah BAB pada anak di rumah. Berikut adalah beberapa cara mengatasi susah BAB pada anak.

Ciri-ciri anak susah buang air besar BAB

Konstipasi atau sembelit pada anak terjadi ketika feses bergerak sangat lambat di dalam saluran pencernaan. Ada beberapa ciri-ciri anak sembelit yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu.
  2. Ukuran feses atau kotoran yang dikeluarkan lebih besar dari biasanya.
  3. Sakit perut atau mengejan berlebihan.

Gejala-gejala ini biasanya terjadi pada anak usia 0-4 tahun yang berlangsung selama satu bulan atau lebih. Anak yang mengalami sembelit dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan membuatnya tidak nyaman.

Penyebab Anak Susah BAB

Dari seluruh kasus sembelit pada anak, sebanyak 95% disebabkan oleh faktor pola hidup. Misalnya, kurangnya asupan makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran, atau kurangnya gerakan fisik pada anak yang lebih suka bermain gadget daripada bergerak. Selain itu, perilaku menahan buang air besar juga menjadi penyebab sembelit pada anak. Beberapa anak mungkin merasa takut untuk pergi ke toilet sendiri, atau lebih memilih untuk bermain. Selain itu, anak mungkin sering menahan BAB karena merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum di luar rumah. Selain itu, kesalahan obat atau alergi makanan tertentu dapat menjadi faktor penyebab sembelit pada anak, namun kemungkinannya sangat kecil.

Cara Mengatasi Anak Susah BAB

Cara Mengatasi Anak Susah BAB
Ilustrasi Anak susah BAB : Foto Canva

Setelah mengetahui penyebabnya, Mams dapat memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami sembelit. Berikut adalah beberapa cara mengatasi susah BAB pada anak

1. Pastikan anak cukup minum air

Pastikan si kecil minum air yang cukup. Anak yang kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi dapat menyebabkan kotoran dalam tubuh menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan. Minum air putih atau air mineral secara rutin dapat membuat sistem pencernaan anak menjadi lancar sehingga kotoran dalam tubuh mudah dikeluarkan. Jika anak bosan dengan air putih, Mams bisa membuat infused water dengan menambahkan potongan buah seperti apel, semangka, stroberi, atau lemon ke dalam segelas air putih.

2. Tingkatkan konsumsi probiotik

Jika sudah mengatur jadwal makan dan menu makanan anak dengan tinggi serat, tapi anak masih susah BAB, Mams bisa memberikan susu dengan kandungan probiotik. Probiotik mengandung FOS:GOS yang baik untuk pencernaan dan membantu menjaga kesehatan pencernaan anak.

3. Minum campuran madu dan biji rami

Mams bisa membuat minuman dari campuran madu dan biji rami (flaxseed). Biji rami adalah salah satu sumber serat larut dalam air, sehingga mampu melunakkan feses dan membuatnya mudah dikeluarkan. Bahan alami ini juga membantu meredakan gejala sembelit akibat penyakit pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar. Satu sendok biji rami tanah mengandung sekitar 1,9 gram serat dan nutrisi lain yang baik untuk kesehatan pencernaan.

4. Konsumsi pisang yang dicampur dengan air hangat

Pisang mengandung serat yang larut dalam air dan dapat membantu melunakkan tinja agar tetap lembut sehingga meningkatkan pergerakan tinja di saluran pencernaan anak. Mams bisa memberikan pisang yang dicampur dengan air hangat untuk membantu meredakan sembelit pada anak.

5. Ajak Si Kecil untuk Bergerak Aktif

Cara mengatasi anak susah buang air besar lainnya adalah dengan mengajak si kecil untuk bergerak aktif. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu mendorong gerakan usus sehingga pencernaannya menjadi lebih lancar.

Mams bisa mengajak anak bergerak aktif dengan cara berjoget bersama menggunakan lagu kesukaannya. Selain itu, Mams juga bisa mengajaknya berjalan kaki pelan-pelan di sekitar rumah, berlari, atau bermain bola sambil mengobrol agar ia tidak merasa terbebani.

6. Penuhi Asupan Seratnya

kekurangan serat dapat menyebabkan anak susah buang air besar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan asupan serat dalam makanan anak. Buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, serta kacang-kacangan adalah sumber makanan yang kaya serat yang dapat membantu meningkatkan pencernaan anak.

Salah satu buah yang sangat baik untuk membantu mengatasi susah buang air besar adalah kiwi. Kiwi mengandung banyak serat dan dapat membantu melunakkan tinja anak. Dalam 100 gram kiwi terdapat sekitar 2-3 gram serat. Anak-anak disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 0,5 gram serat per hari dan maksimal 35 gram serat per hari.

7. Ingatkan Anak untuk Tidak Menahan BAB

Beberapa anak begitu asyik bermain sehingga mereka mengabaikan keinginan untuk buang air besar. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, ia bisa mengalami susah BAB dan keras. Jadi, Mams perlu mengingatkan anak untuk tidak menahan keinginan BAB. Ajarkan mereka untuk selalu segera pergi ke toilet saat merasakan ingin buang air besar.

Semoga tips di atas bisa membantu mengatasi susah BAB pada anak. Namun, jika masalah tetap berlanjut atau semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Temukan Artikel Lainya di Google News

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait