Apakah Kuret Itu Sakit? Begini Fakta dan Prosedurnya!

Ilustrasi Kuret (Foto:Pixabay)

Kuret merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim, Namun, Apakah kuret itu sakit? Berikut penjelasanya

Proses Kuret dapat dilakukan dengan berbagai tujuan, baik untuk diagnosis maupun penanganan. Beberapa kondisi yang memerlukan kuret adalah perdarahan abnormal dari rahim, keguguran, polip rahim, hamil anggur, dan kanker rahim.

Lalu, apakah kuret itu sakit? Jawabannya tergantung pada jenis bius yang digunakan saat prosedur. Umumnya, dokter akan memberikan bius total atau bius spinal (bius bagian bawah tubuh) kepada pasien yang menjalani kuret. Dengan demikian, pasien tidak akan merasakan sakit saat prosedur berlangsung.

Namun, setelah efek bius hilang, pasien mungkin akan merasakan kram atau nyeri pada perut bagian bawah. Rasa nyeri ini mirip dengan kram saat menstruasi dan biasanya dapat diatasi dengan obat penghilang rasa sakit yang diresepkan dokter.

Efek Samping Kuret yang Perlu Diswaspadai

Apakah Kuret Itu Sakit
Ilustrasi Kuret (Foto:Pixabay)

Selain rasa nyeri, pasien juga dapat mengalami beberapa efek samping kuret lainnya, seperti:

  • Keluar bercak darah dari vagina
  • Mual dan pusing akibat efek samping obat bius
  • Perforasi rahim, yaitu terjadinya lubang pada rahim akibat alat bedah
  • Kerusakan leher rahim, yaitu robeknya leher rahim saat prosedur
  • Tumbuh jaringan parut pada dinding rahim, yang dapat menyebabkan gangguan menstruasi dan kesuburan
  • Infeksi rahim, yang ditandai dengan demam, nyeri perut, dan keputihan berbau
  • Perdarahan parah, yang dapat menyebabkan anemia atau syok

Efek samping kuret tersebut jarang terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai. Jika Bunda mengalami gejala-gejala yang mengkhawatirkan setelah kuret, segera hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat.

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Kuret

Untuk mencegah komplikasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah kuret, antara lain:

  • Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas berat selama beberapa hari
  • Minum obat sesuai anjuran dokter dan jangan mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin atau ibuprofen
  • Hindari berhubungan seksual, menggunakan tampon, atau membersihkan vagina dengan cairan khusus selama 2 minggu
  • Jaga kebersihan area genital dan ganti pembalut secara teratur
  • Ikuti jadwal pemeriksaan ulang yang direkomendasikan dokter

Demikian penjelasan tentang kuret dan apakah prosedur ini menyakitkan. Jika Bunda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang kuret, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan. Semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait