3 Langkah Mudah Membangun Keluarga Harmonis

Ilustrasi Keluarga Harmonis Foto : Cermati

Seperti yang sudah bisa mams tebak, memiliki keluarga harmonis bukanlah tujuan yang harus dicapai melainkan suatu perjalanan. Artinya apa? Iya, betul, perlu ada usaha dan kerja sama terus menerus antar anggota keluarga agar bisa membangun keluarga harmonis. Penasaran bagaimana langkah-langkahnya ? Simak artikel ini, agar mams bisa mendapatkan informasinya.

Ciri Keluarga Harmonis

Keluarga Harmonis
Ilustrasi Keluarga Harmonis Foto/Dok : Tehsariwangi.com

Sebelum mams mengetahui, membangun keluarga harmonis itu bagaimana. Akan jauh lebih baik, mams bisa ketahui dahulu ciri keluarga harmonis itu seperti apa. Berikut, pembahasannya:

1. Hubungan Komunikasi Lancar

Dalam hubungan apapun, komunikasi itu  kunci agar hubungan bisa terus berjalan dengan baik termasuk hubungan keluarga. Jika saat ini hubungan komunikasi antar keluarga  mams sudah lancar, itu bisa jadi pertanda keluarga yang mams bina sudah harmonis. Iya, walaupun memang standar “harmonis” setiap orang berbeda tapi setidaknya komunikasi bisa jadi satu satu cirinya.

2. Saling Menghargai dan Menerima

Tentu saja, untuk mencapai pada titik semua anggota keluarga bisa saling menghargai dan menerima ini tidak bisa langsung terjadi. Perlu ada prosesnya, perlu ada banyak pelajarannya, perlu juga waktu untuk adaptasi dan menyesuaikan diri. Sedikit tips, jika mams saat ini sudah memiliki buah hati, bisa dipupuk sikap menghargai nya sedini mungkin terutama pada keluarga.

3. Semua Anggota keluarga Bahagia

Jika ada pertanyaan apa hasil dari keluarga yang harmonis? Maka poin ketiga inilah yang bisa jadi jawabannya, iya, semua anggota keluarga akan merasa bahagia jika berada di lingkungan keluarga harmonis. Tidak peduli kondisi yang sedang baik-baik saja atau tidak, semua orang yang berada di lingkungan keluarga harmonis akan merasa nyaman dan tenang saat pulang.

Sebentar, artikel ini belum selesai, karena dibawah sudah ada informasi terkait membangun keluarga harmonis itu bagaimana. Yuk, geser ke bawah agar mams mengetahui cara-caranya.

Membangun Keluarga Harmonis

Secara garis besar, ada 3 langkah untuk membangun keluarga harmonis. Diantaranya, bangun pondasi,  rawat dengan aksi, dan evaluasi. Tenang mams, jangan bingung dulu, setelah kalimat ini selesai akan ada pembahasan lebih detailnya kok, serius.

Langkah 1: Bangun Pondasi

Jangan sampai salah, pondasi yang dimaksudkan disini itu merujuk pada kunci dasar hubungan keluarga agar harmonis. Diantaranya ada komunikasi, saling menghargai, menerima kekurangan dan kelebihan, saling terbuka dan jujur, hingga pengendalian diri. Jika mams ingin membangun keluarga harmonis, perkuatlah semua itu ke anggota keluarga termasuk mams juga tentunya.

Langkah 2 : Rawat Dengan Aksi

Caranya bagaimana? Mudah mams. Dari masing-masing pondasi yang sudah disebutkan tadi, mams praktikkan saja ke masing-masing anggota keluarga. Misal, dengan mams berbicara jujur kepada si kecil, dengan mams menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, dan seterusnya. Itu semuanya, sudah bisa jadi pertanda jika mams sedang membangun keluarga yang harmonis.

Langkah 3 : Terus Evaluasi

Kenapa ini harus dilakukan? Iya, karena, kehidupan keluarga itu pasti akan selalu mengalami perubahan. Misal, sewaktu si kecil masih sekolah dasar mams bisa mengobrol dengan dia saat pulang sekolah karena mams menjemputnya. Tetapi, waktu mengobrol itu pasti harus berubah bukan saat si kecil sudah kuliah atau bahkan bekerja? Dititik itu lah mams harus mengevaluasi.

Untuk memastikan semuanya bisa terus dirawat dengan baik, agar keluarga bisa terus berjalan harmonis. Walaupun kondisi dan situasi terus mengalami perubahan, pastinya. Harap diingat kembali mams, membangun keluarga harmonis itu perjalanan bukanlah tujuan. Jadi silahkan mams praktikan apa yang sudah mams dapatkan dari artikel ini, sekarang. Siap mams?

Temukan Artikel Lainya di Google News

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait