Waspadai, 5 Tanda-Tanda Mouth Breathing Pada Anak yang Harus Dihentikan

Hai bunda, pernah mendengar istilah mouth breathing? Meski sering disepelekan, tanda-tanda mouth breathing pada anak ternyata dapat berakibat ke berbagai gangguan kesehatan lho.

Mouth breathing adalah bernafas dengan mulut yang biasa disebabkan karena beberapa faktor seperti kelainan pada hidung, alergi, pilek, dan infeksi hidung.

Walaupun mouth breathing muncul tanpa si anak sadari, namun bunda harus segera cari solusinya. Namun sebelum itu, cari tahu dulu tentang tanda-tanda mouth breathing pada anak.

5 Tanda-Tanda Mouth Breathing Pada Anak

Tanda-tanda Mouth Breathing Pada Anak

Agar segera dapat solusi pengobatannya, berikut 5 tanda mouth breathing pada anak yang perlu bunda ketahui:

1. Perubahan Pada Bentuk Wajah

Kebiasaan melakukan mouth breathing pada anak bisa bunda perhatikan dari bentuk wajahnya. Pada umumnya jika anak memiliki ciri-ciri mata cekung dan wajah sedikit lebih memanjang, maka kemungkinan besar anak sering bernafas melalui mulut.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi ciri lainnya adalah bagian wajah akan terlihat kusam dan tidak segar. Maka dari itulah perlu untuk bunda ajarkan bagaimana tidur yang baik.

2. Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa jadi adalah penyebab utama anak mengalami mouth breathing. Sebenarnya hal ini bisa terjadi pada usia kapan saja mengingat semua orang pasti pernah mengalami masalah tidur.

Gangguan tidur seringkali ditandai dengan ciri-ciri saja seperti bangun tengah malam, tidak segera tidur, dan sleep apnea.

Untuk mengatasi masalah gangguan tidur, ajarkan si anak untuk melatih tidur secara disiplin ya. Metode ini sangat efektif dilakukan agar anak akan terlatih dan memiliki pola tidur yang cukup.

3. Struktur Gigi dan Rahang yang Bermasalah

Mouth Breathing Pada Anak

Biasanya anak akan jauh lebih nyaman tidur dengan mulut terbuka karena memiliki kelainan rahang dan gigi.

Rahang yang sempit dan gigi tidak rata bisa saja disebabkan karena anak sering melakukan mouth breathing secara terus-menerus.

Lambat laun kebiasaan buruk ini akan mengganggu kesehatan gigi dan akhirnya menimbulkan masalah lain yang lebih serius.

4. Kebiasaan

Sebenarnya anak melakukan mouth breathing adalah sesuatu yang tidak disadari.

Akan tetapi jika bunda tidak nasihati, maka bisa menjadi kebiasaan buruk bagi si anak. Tanda-tanda ini bisa bunda perhatian setiap hari saat bagaimana anak tidur.

Semakin lama kebiasaan buruk ini tidak segera diatasi, tentu saja akan menjadi resiko besar terserang penyakit bagian pernafasan.

Anak juga akan terbiasa tidur dengan keadaan membuka mulut terus menerus baik dalam kondisi sehat maupun sakit.

5. Bibir Kering

Saat anak melakukan mouth breathing, proses udara keluar masuk dari mulut tidak akan disaring terlebih dahulu.

Berbeda halnya dengan bagian hidung yang memiliki bulu halus untuk menyaring kotoran. Jika terus dibiarkan, maka kondisi bibir akan mudah kering karena kebiasaan mouth breathing secara terus-menerus.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi si anak juga bisa mengalami bibir pecah-pecah. Maka dari itu perlu adanya pengawasan yang ketat jika anak mengalami tanda-tanda ini.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi gigi yang tidak rata akan membuat anak merasa tidak percaya diri.

Itulah tanda-tanda mouth breathing pada anak yang bisa bunda kenali terlebih dahulu. Jika anak memiliki gejala mouth breathing yang lebih serius, maka segera lakukan pemeriksaan kepada dokter THT atau dokter anak ya.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

I’m ARMY and K-pop addict yang concern menulis artikel sejak 2011. Menulis adalah penyampaian abadi, jadi buat ia berkesan tanpa ada kesalahan di dalamnya.

Artikel Terkait