Jarak Kehamilan Terlalu Dekat, Waspadai Resiko Kesehatan

Ilustrasi Ibu Hamil Foto : Shutterstock

Jarak kehamilan merupakan rentang waktu antara persalinan dengan kehamilan berikutnya. Lantas berapa lama sih jarak yang ideal untuk kehamilan berikutnya? Di kutip dari World Health Organization (WHO) rentang waktu setelah melahirkan melalui persalinan pervaginal atau normal setidaknya 24 bulan atau 2 tahun sebelum mencoba kehamilan berikutnya. Terlebih jika riwayat melahirkan mami sebelumnya adalah melalui operasi ceesar.

Dengan jarak kehamilan yang tidak terlalu dekat, Mami dapat memberikan ASI eksklusif pada si kecil yang lahir sebelumnya dan menjamin kecukupan gizinya dengan pemberian ASI. Selain itu, Mami juga dapat mempersiapkan tubuh kembali untuk terjadinya kehamilan, dengan status gizi yang baik, tidak kekurangan zat gizi apapun yang dapat memengaruhi kehamilan.

Bahaya Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Risiko Kehamilan Terlalu Dekat
Ilustrasi Risiko Kehamilan Terlalu Dekat Foto : Shutterstock

Mami dan Papi sebaiknya memikirkan dengan matang bila berencana untuk hamil dan memiliki anak lagi. Ada baiknya berikan waktu yang ideal bagi fisik mami dan mental bayi sebelum kehamilan selanjutnya.

Pasalnya, jarak kehamilan terlalu dekat malah berisiko terhadap kesehatan mami juga calon bayi dalam kandungan. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika jarak kehamilan terlalu dekat.

1. Pendarahan

Resiko perdarahan dapat terjadi baik saat kehamilan maupun saat persalinan. Setelah melahirkan, dinding rahim mengalami proses penyembuhan luka. Salah satunya adalah luka bekas menempelnya plasenta dari kehamilan sebelumnya. Jadi saat jarak kehamilan terlalu dekat, proses penyembuhan luka bisa jadi belum sempurna.

2. Kelahiran Prematur

Kehamilan dengan jarak yang  terlalu dekat dapat melahirkan bayi dalam keadaan prematur akibat rahim dan fungsi tubuh mams belum siap untuk menunjang janin yang baru yang tumbuh dan berkembang.

Hal tersebut menyebabkan tubuh tidak dapat memberikan pasokan makanan dan mempersiapkan kebutuhan janin dengan baik. Akibat dari hal itu akan menyebabkan kecacatan dan pertumbuhan serta perkembangan janin yang tidak optimal.

3. Mengurangi Waktu Pemberian ASI

ASI merupakan makanan terbaik bagi si kecil yang baru lahir. Jarak hamil terlalu dekat ini menyebabkan Mams tidak dapat memberikan kesempatan penih untuk memberikan ASI eksklusif pada si kecil

Selain itu, Saat mams sedang hamil dan masih menyusui  kemungkinan mengalami kontraksi akan lebih sering dan lebih kuat. kondisi ini terjadi karena saat menyusui tubuh akan melepaskan hormon oksitosin yang bisa memicu kontraksi

4. Depresi Pasca Persalinan

Jarak kehamilan yang terlalu dekat membuat Mams lebih mungkin mengembangkan depresi pasca persalinan. Mami yang mengalami depresi mungkin mengalami kesulitan merawat anak dan mengembangkan ikatan dengan si kecil. Padahal, keterikatan orangtua dan anak penting untuk perkembangan bayi dan membuatnya merasa aman.

Cara Menghindari Bahaya Kesehatan dari Kehamilan Terlalu Dekat

Ada kalanya, kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat terjadi tanpa disadari. Mams mungkin baru menyadari kehamilan saat janin mulai berkembang, Banyak orang mengatakan hal ini dengan istilah ‘kebobolan’. Jika demikian, maka kunci kesehatan mami dan janin terletak pada pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat.

1. Pemeriksaan Rutin

Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan kehamilan biasa. Namun dokter kandungan akan lebih menaruh perhatian pada hal-hal yang dapat menjadi faktor risiko dari jarak kehamilan yang terlalu dekat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

2. Pola Hidup Sehat

Saat dinyatakan hamil kembali maka Mami harus dapat menyempatkan diri untuk istirahat yang cukup, tidur yang cukup, olahraga ringan, jangan stress, serta makan makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin D, pasalnya Vitamin D Mempunyai banyak manfaat untuk kehamilan

Kesimpulan

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, bahwa WHO menyarankan jarak normal kehamilan setidaknya 24 bulan atau 2 tahun sebelum mencoba kehamilan berikutnya. Jadi, penting untuk untuk Mami atau Papi segera menggunakan kontrasepsi setelah bersalin guna menghindari kehamilan yang terlalu cepat.

 

Referensi : 

  • https://www.guesehat.com/risiko-jarak-kehamilan-terlalu-dekat-jangan-anggap-sepele
  • https://www.orami.co.id/magazine/jarak-kelahiran-dan-kehamilan-terlalu-dekat

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait