5 Perilaku Bayi Down Syndrome yang Perlu Orang Tua Ketahui

Ilustrasi Perilaku Bayi Down Syndrome (Foto:Canva)

Down syndrome merupakan kondisi genetik yang terjadi akibat adanya salinan ekstra dari kromosom ke-21. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan fisik, mental, dan sosial bayi. Maka sebagai orang tua bunda wajib mengetahui Perilaku Bayi Down Syndrome

Bayi dengan down syndrome memiliki ciri-ciri fisik yang khas, seperti wajah dan hidung yang rata, leher pendek, mata miring ke atas, tangan lebar, dan lipatan tunggal di telapak tangan.

Selain itu, bayi dengan down syndrome juga memiliki perilaku yang berbeda dengan bayi normal. Perilaku ini dapat menjadi tantangan bagi orang tua dalam merawat dan mendidik bayi.

Ciri-ciri dan Perilaku bayi down syndrome

Berikut Perilaku bayi down syndrome yang umum ditemui antara lain adalah:

1. Perhatian pada sesuatu cenderung pendek

Bayi dengan down syndrome mudah terganggu oleh hal-hal di sekitarnya dan sulit fokus pada satu aktivitas. Hal ini dapat menghambat proses belajar dan bermain mereka.

2. Perilaku cenderung impulsif

Bayi dengan down syndrome seringkali tidak memperhatikan akibat dari tindakan mereka dan cenderung bertindak tanpa berpikir.

Hal ini dapat menyebabkan mereka berperilaku tidak sesuai dengan situasi dan norma sosial, seperti menjerit, memukul, atau mengambil barang orang lain tanpa izin.

3. Lambat dalam mempelajari sesuatu

Bayi dengan down syndrome memiliki keterbatasan dalam kemampuan kognitif, bahasa, dan memori. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai keterampilan baru, seperti merangkak, berjalan, berbicara, membaca, dan menulis.

Mereka juga sulit mengingat informasi yang didapatkan secara verbal dibandingkan dengan visual.

4. Perkembangan bahasa dan bicara yang lebih lambat

Bayi dengan down syndrome mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata, memahami makna kata, dan menyusun kalimat.

Mereka juga seringkali memiliki masalah pendengaran atau gangguan bicara lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi mereka.

Tips Mengatasi Perilaku Bayi Down Syndrome

Perilaku Bayi Down Syndrome
Ilustrasi Perilaku Bayi Down Syndrome (Foto:Canva)

Meskipun bayi dengan down syndrome memiliki tantangan dalam perkembangan dan perilakunya, bukan berarti mereka tidak bisa tumbuh menjadi anak-anak yang bahagia, sehat, dan mandiri.

Orang tua dapat membantu bayi mereka dengan cara-cara berikut:

1. Memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia

Stimulasi dapat berupa aktivitas fisik, sensoris, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional yang dapat meningkatkan potensi dan minat bayi. Stimulasi dapat dilakukan melalui permainan, musik, cerita, gambar, atau mainan yang sesuai.

2. Memberikan dukungan dan dorongan yang positif kepada bayi.

Orang tua dapat memberikan pujian, hadiah, atau pelukan kepada bayi ketika mereka berhasil melakukan sesuatu atau berperilaku baik. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi bayi untuk belajar dan berkembang.

3. Memberikan batasan dan aturan yang jelas kepada bayi

Orang tua dapat menetapkan aturan yang sederhana dan konsisten tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh bayi.

Orang tua juga dapat memberikan konsekuensi yang logis jika bayi melanggar aturan atau berperilaku buruk. Hal ini dapat membantu bayi memahami harapan dan tanggung jawab mereka.

4. Ajak berinteraksi dengan orang lain

Orang tua dapat mengajak bayi untuk bergaul dengan keluarga, teman sebaya, atau orang lain yang memiliki sikap positif dan ramah terhadap bayi dengan down syndrome. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka.

Nah, Itulah perilaku Bayi Down Syndrome yang perlu bunda ketahui dan bagaimana cara mengatasinya, Semoga Bermanfaat!

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait