Sakit Campak: Penyebab, Faktor Resiko, Pengobatan dan Pencegahan

Sakit campak adalah kondisi saat seseorang menderita penyakit karena infeksi virus yang ditandai dengan sakit tenggorokan, demam, hingga keluar ruam di seluruh tubuh.

Campak terjadi karena adanya infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Penularan penyakit ini cukup agresif dan biasanya hanya melalui percikan liur saja.

Ketimbang orang dewasa, campak lebih mudah menyerang anak dan akan muncul satu hingga dua minggu setelah tubuh terpapar virus.

Penyebab Sakit Campak

Sakit Campak

Seseorang terkena campak setelah terinfeksi virus dari famili Paramyxovirus atau rubeola yang menyebar melalui kontak langsung dengan penderita dari tetesan di udara

Proses terpaparnya seseorang dengan penyakit ini diawali dengan masuknya virus dalam tubuh bisa melalui hidung, mata, atau mulut. Setelah sampai disana, virus bisa langsung menuju ke paru-paru untuk menginfeksi kekebalan.

Sel-sel virus kemudian pindah ke kelenjar getah bening dan berakhir menyebar ke seluruh tubuh, hingga melepaskan partikel virus ke dalam darah.

Dari sini yang berbahaya, karena darah mengalir ke seluruh tubuh sekaligus membawa virus ke semua organ termasuk kulit, hati, sistem saraf pusat, dan limpa.

Dibutuhkan sekitar 21 hari untuk memunculkan gejala campak setelah terinfeksi. Sedangkan bagi pengidapnya dapat menularkan penyakit ini dalam kurun waktu 4 hari sebelum hingga setelah timbulnya ruam kulit.

Selain menyerang anak-anak, penyakit campak juga rentan pada bayi yang belum mendapatkan vaksin campak dari sejak ia lahir.

Selain itu, bepergian ke luar negeri, khususnya di beberapa negara berkembang, resiko terkena penyakit ini lebih tinggi.

Terakhir, kekurangan vitamin A, bahkan orang yang sudah terjangkit akan mengalami gejala lebih parah jika kadar vitamin A dalam tubuhnya sedikit

Gejala Sakit Campak

Sakit Campak

Pada umumnya, gejala sakit campak muncul pada 10-14 hari setelah terpapar virus. Gejala awal yang nampak seperti diantaranya:

  • Pilek
  • Demam
  • Pegal linu
  • Hidung tersumbat
  • Diare
  • Lemas

Setelah gejala-gejala tersebut, selanjutnya tubuh penderita akan dipenuhi ruam mulai wajah hingga leher sampai seluruh tubuh. Awalnya berupa ruam kecil namun kemudian menyatu membentuk ruam lebih besar.

Pengobatan dan Pencegahan

Sakit Campak

Sakit campak sebetulnya bisa sembuh beberapa hari tanpa perlu dilakukan pengobatan. Hanya saja, untuk sekedar meringankan gejala yang keluar penderita sebaiknya melakukan hal di bawah ini

  • Banyak minum air putih
  • Konsumsi obat Pereda demam bisa paracetamol atau ibuprofen
  • Istirahat cukup
  • Minum suplemen vitamin A sesuai anjuran dokter

Sementara itu, untuk pencegahannya bisa diberikan imunisasi campak dan dilanjut dengan vaksin MMR. Vaksin MMR sendiri adalah vaksin gabungan untuk campak, rubella, dan gondongan.

Bunda harus memaksimalkan anak untuk mendapatkan vaksin tersebut secara lengkap, walaupun tetap sesuai jadwal dokter.

Seseorang yang didiagnosis menderita sakit Campak disarankan untuk tetap berada di rumah hingga gejala mereda. Hal ini untuk menghindari penularan penyakit, minimal 4 hari pasca ruam kulit muncul.

Selain itu, baik penderita sakit campak maupun orang yang merawatnya tidak diperbolehkan untuk berbagi alat makan.

Keduanya juga harus rutin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta selalu membersihkan semua perabotan pakai desinfektan.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

I’m ARMY and K-pop addict yang concern menulis artikel sejak 2011. Menulis adalah penyampaian abadi, jadi buat ia berkesan tanpa ada kesalahan di dalamnya.

Artikel Terkait