Bagi sebagian pasangan, mendapatkan dua garis pada alat tes kehamilan mungkin menjadi perjalanan yang relatif singkat. Namun, bagi pasangan lainnya, perjalanan tersebut dapat berlangsung lebih panjang dan membutuhkan konsultasi, pemeriksaan kesuburan, hingga program kehamilan yang disesuaikan dengan kondisi medis.

Salah satu pengalaman tersebut datang dari seorang pasien yang menjalani program hamil di KMNC (Kosambi Maternal and Children) Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Setelah sekitar empat tahun menjalani perjalanan untuk mendapatkan buah hati, pasien tersebut akhirnya mendapatkan kehamilan setelah menjalani rangkaian evaluasi dan program bersama dokter.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan mendapatkan kehamilan dapat berbeda pada setiap pasangan. Karena itu, ketika kehamilan belum kunjung terjadi, konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dapat menjadi langkah untuk memahami kondisi kesehatan reproduksi sekaligus menentukan pemeriksaan atau penanganan yang sesuai.

Empat Tahun Menjadi Pejuang Garis Dua

Dalam testimoninya, pasien tersebut menceritakan bahwa dirinya telah menjalani perjalanan program hamil selama kurang lebih empat tahun.

Sebelumnya, ia telah berkonsultasi dengan beberapa dokter dan mendapat informasi mengenai kondisi PCOS serta ukuran sel telur yang disebut kecil.

Ketika kemudian berkonsultasi di KMNC Haji Nawi bersama dr. Zakiah Tourik, Sp.OG, evaluasi tidak hanya berfokus pada kondisi perempuan.

Pasien menjalani pemeriksaan histerosalpingografi (HSG), sedangkan suaminya diarahkan untuk menjalani analisis sperma.

Menurut pengalaman pasien, dari rangkaian pemeriksaan tersebut tidak ditemukan kendala yang memerlukan penanganan tertentu sehingga program kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Pasien menjalani pemberian vitamin, obat sesuai penanganan dokter, serta stimulasi dan pemantauan perkembangan sel telur.

Hingga akhirnya, pada Desember 2022, pasien mendapatkan kabar kehamilan yang telah lama dinantikan. Kini, pasien tersebut telah memiliki buah hati dan telah melewati proses persalinan.

Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menyampaikan pesan bagi pasangan lain yang sedang menjalani program hamil.

“Tetaplah menjadi pasangan yang harmonis dan saling mendukung.”

Pesan tersebut menjadi bagian dari pengalaman personal pasien selama menjalani perjalanan mendapatkan buah hati.

Namun, pengalaman tersebut merupakan testimoni individual. Hasil, pemeriksaan, dan tahapan program hamil pada satu pasangan tidak dapat dijadikan jaminan bahwa pasangan lain akan memperoleh hasil yang sama. Evaluasi dan penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Mengapa Evaluasi Kesuburan Perlu Melibatkan Kedua Pasangan?

Klinik Promil di Jakarta

Salah satu hal yang dapat dipelajari dari pengalaman tersebut adalah pentingnya melihat kesuburan sebagai kondisi yang berkaitan dengan pasangan, bukan hanya perempuan.

WHO menjelaskan bahwa infertilitas dapat berkaitan dengan faktor pada sistem reproduksi perempuan, laki-laki, kombinasi keduanya, maupun penyebab yang belum dapat diketahui. Pada perempuan, faktor tersebut dapat berkaitan dengan ovarium, rahim, saluran tuba, dan sistem hormonal. Pada laki-laki, faktor kesuburan antara lain dapat berkaitan dengan produksi dan kualitas sperma.

Karena itu, evaluasi kesuburan dapat melibatkan pemeriksaan pada kedua pasangan.

ACOG menjelaskan bahwa evaluasi infertilitas dapat mencakup pemeriksaan laboratorium, pencitraan, dan prosedur tertentu. Pada laki-laki, salah satu pemeriksaan dasar yang umum dilakukan adalah analisis sperma untuk menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.

Dalam pengalaman pasien di KMNC Haji Nawi, misalnya, evaluasi dilakukan melalui HSG pada pasien perempuan dan analisis sperma pada suami sebelum dokter menentukan tahapan program berikutnya.

Artinya, program hamil bukan semata-mata upaya untuk “menyuburkan” salah satu pihak. Pemeriksaan justru dapat membantu dokter memahami kondisi reproduksi pasangan secara lebih menyeluruh.

Kapan Pasangan Perlu Berkonsultasi untuk Program Hamil?

Pertanyaan mengenai kapan harus mulai memeriksakan kesuburan cukup sering muncul pada pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

WHO mendefinisikan infertilitas sebagai kondisi ketika kehamilan belum tercapai setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi.

Namun, waktu untuk melakukan evaluasi dapat berbeda berdasarkan usia dan kondisi kesehatan.

ACOG merekomendasikan evaluasi infertilitas setelah 12 bulan mencoba pada perempuan yang belum berusia 35 tahun. Pada perempuan berusia lebih dari 35 tahun, evaluasi dianjurkan setelah enam bulan mencoba. Sementara perempuan berusia lebih dari 40 tahun dianjurkan membicarakan evaluasi dengan dokter lebih segera.

Konsultasi juga dapat dilakukan lebih awal apabila terdapat kondisi atau riwayat yang berpotensi mempengaruhi kesuburan, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, riwayat endometriosis, masalah pada organ reproduksi, atau dugaan faktor kesuburan pada pasangan laki-laki.

Dengan demikian, pasangan tidak harus selalu menunggu satu tahun jika sudah memiliki faktor risiko atau kekhawatiran tertentu.

Apa Saja Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan Saat Program Hamil?

Tidak semua pasangan membutuhkan jenis pemeriksaan yang sama.

Dokter akan menentukan pemeriksaan berdasarkan usia, riwayat kesehatan, lama mencoba mendapatkan kehamilan, siklus menstruasi, hasil pemeriksaan sebelumnya, serta kondisi kedua pasangan.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Konsultasi dan Evaluasi Kondisi Reproduksi

Tahap awal biasanya dimulai dengan konsultasi untuk mengetahui riwayat kesehatan, riwayat kehamilan sebelumnya, siklus menstruasi, lama mencoba mendapatkan kehamilan, obat yang digunakan, serta kondisi kesehatan lain yang mungkin berkaitan dengan kesuburan.

Evaluasi juga perlu mempertimbangkan pasangan laki-laki karena faktor kesuburan dapat berasal dari perempuan, laki-laki, keduanya, maupun belum diketahui penyebabnya.

2. USG Transvaginal

USG transvaginal merupakan pemeriksaan pencitraan dengan menggunakan probe USG melalui vagina untuk memperoleh gambaran organ reproduksi perempuan.

Dalam evaluasi kesuburan, pemeriksaan USG dapat membantu dokter menilai kondisi rahim dan ovarium serta memantau perkembangan folikel atau kondisi tertentu sesuai kebutuhan pasien. ACOG memasukkan ultrasound sebagai salah satu pemeriksaan pencitraan yang dapat digunakan dalam evaluasi infertilitas.

Di KMNC, pemeriksaan USG transvaginal juga tersedia sebagai bagian dari layanan kebidanan dan kandungan. Jenis pemeriksaan tetap ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.

3. Histerosalpingografi atau HSG

Histerosalpingografi atau HSG merupakan pemeriksaan menggunakan pencitraan sinar-X dengan bahan kontras untuk melihat bagian dalam rahim dan menilai apakah saluran tuba mengalami sumbatan.

ACOG mencantumkan HSG sebagai salah satu prosedur yang dapat digunakan dalam evaluasi infertilitas perempuan. Namun, tidak semua pasangan membutuhkan pemeriksaan ini karena jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi sebelumnya.

Pada pengalaman pasien di KMNC Haji Nawi, HSG menjadi salah satu pemeriksaan yang dilakukan dalam rangkaian evaluasi kesuburan.

4. Analisis Sperma

Evaluasi kesuburan juga dapat dilakukan pada pasangan laki-laki.

Analisis sperma digunakan untuk menilai sejumlah parameter, termasuk jumlah sperma, bentuk atau morfologi, serta pergerakannya. Pemeriksaan ini merupakan salah satu bagian dasar dari evaluasi faktor laki-laki dalam infertilitas.

Karena itu, ketika pasangan menjalani program hamil, pemeriksaan pada laki-laki juga dapat menjadi bagian penting dari proses evaluasi.

Memilih Klinik Promil di Jakarta, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Bagi pasangan yang sedang mencari klinik promil di Jakarta, lokasi bukan satu-satunya pertimbangan.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • ketersediaan dokter spesialis obstetri dan ginekologi;
  • layanan konsultasi perencanaan kehamilan;
  • ketersediaan pemeriksaan yang mendukung evaluasi kesuburan;
  • pendekatan pemeriksaan yang mempertimbangkan kedua pasangan;
  • penjelasan hasil pemeriksaan yang mudah dipahami; 
  • tindak lanjut setelah hasil pemeriksaan diperoleh; dan
  • kesesuaian layanan dengan kebutuhan medis pasangan.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, pasangan dapat memilih klinik yang tidak hanya menyediakan pemeriksaan dan tindakan, tetapi juga membantu memahami kondisi kesehatan reproduksi serta menentukan langkah selanjutnya. 

Layanan Perencanaan Kehamilan di KMNC Haji Nawi

Salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan kebidanan dan kandungan di Jakarta Selatan adalah KMNC Haji Nawi.

Berdasarkan profil resmi KMNC, dr. Zakiah Tourik, Sp.OG merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di KMNC Haji Nawi. Layanan yang tercantum mencakup konsultasi kesehatan reproduksi perempuan, program perencanaan kehamilan, pemeriksaan dan konsultasi ginekologi, serta pemeriksaan USG kehamilan dan ginekologi.

Dengan layanan tersebut, konsultasi dapat dilakukan untuk membahas kondisi kesehatan reproduksi serta rencana kehamilan sesuai kebutuhan pasien.

Pendaftaran dan informasi:
WhatsApp: 0811-1028-232
Website resmi KMNC

Setelah Positif Hamil, Pemeriksaan Apa yang Dibutuhkan?

Perjalanan pasangan tidak berhenti setelah mendapatkan dua garis pada alat tes kehamilan.

Setelah kehamilan terjadi, pemantauan kesehatan ibu dan perkembangan janin menjadi bagian penting dari perjalanan berikutnya.

KMNC menyediakan sejumlah layanan pemeriksaan kehamilan, termasuk pemeriksaan USG skrining pada trimester pertama dan pemeriksaan anatomi janin pada trimester kedua.

Informasi KMNC mengenai USG trimester pertama menyebutkan bahwa pemeriksaan sekitar usia 11–13 minggu dapat digunakan untuk menilai sejumlah parameter kehamilan dan melakukan skrining risiko tertentu. Pada trimester kedua, pemeriksaan USG dapat membantu mengevaluasi anatomi janin dan posisi plasenta.

NIPT sebagai Pemeriksaan Skrining

Selain USG, pemeriksaan prenatal seperti NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan kehamilan sesuai kondisi dan pertimbangan dokter.

NIPT menggunakan sampel darah ibu untuk melakukan skrining risiko terhadap sejumlah kelainan kromosom. Penting dipahami bahwa NIPT merupakan pemeriksaan skrining, bukan pemeriksaan diagnostik definitif. Hasil dengan risiko tinggi dapat memerlukan konseling dan pemeriksaan diagnostik lanjutan sesuai rekomendasi dokter.

Dari Program Hamil hingga Kehamilan, Perjalanan Setiap Pasangan Berbeda

Kisah pasien yang menjalani program hamil selama empat tahun sebelum akhirnya mendapatkan kehamilan menunjukkan bahwa perjalanan mendapatkan buah hati tidak selalu sama pada setiap pasangan.

Ada pasangan yang dapat memperoleh kehamilan dalam waktu relatif singkat. Namun, ada pula yang membutuhkan evaluasi lebih panjang untuk mengetahui faktor yang mungkin mempengaruhi kesuburan.

Karena itu, bagi pasangan yang sedang mencari klinik promil di Jakarta, langkah awal yang penting bukan sekadar mencari program tertentu, melainkan memahami kondisi kesehatan reproduksi bersama dokter.

Di KMNC Haji Nawi, Jakarta Selatan, konsultasi dengan dr. Zakiah Tourik, Sp.OG dapat menjadi bagian dari proses perencanaan kehamilan dan evaluasi kesehatan reproduksi. Jenis pemeriksaan maupun penanganan yang diberikan tetap ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Di sisi lain, dukungan pasangan juga tidak kalah penting selama menjalani proses tersebut.

Seperti pesan yang disampaikan pasien dalam testimoninya:

“Tetaplah menjadi pasangan yang harmonis dan saling mendukung.”

FAQ Seputar Klinik Promil di Jakarta

Apa yang dimaksud dengan klinik promil?

Klinik promil merupakan fasilitas kesehatan yang menyediakan konsultasi dan pemeriksaan untuk membantu pasangan merencanakan kehamilan. Pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan reproduksi perempuan maupun laki-laki.

Kapan sebaiknya pasangan mulai berkonsultasi untuk program hamil?

Secara umum, evaluasi infertilitas dapat dilakukan setelah 12 bulan mencoba mendapatkan kehamilan tanpa kontrasepsi. Namun, evaluasi dianjurkan lebih cepat pada perempuan berusia lebih dari 35 tahun setelah enam bulan mencoba, dan konsultasi lebih segera bagi perempuan berusia lebih dari 40 tahun.

Pasangan juga dapat berkonsultasi lebih awal apabila memiliki kondisi atau riwayat tertentu yang berpotensi mempengaruhi kesuburan.

Apakah pemeriksaan promil hanya dilakukan pada perempuan?

Tidak. Evaluasi kesuburan dapat melibatkan kedua pasangan karena faktor infertilitas dapat berasal dari perempuan, laki-laki, keduanya, atau penyebab yang belum diketahui.

Apakah semua pasangan harus menjalani pemeriksaan yang sama?

Tidak. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan usia, riwayat kesehatan, lama mencoba mendapatkan kehamilan, hasil konsultasi, serta kondisi reproduksi masing-masing pasangan. ACOG juga menjelaskan bahwa pasien tidak selalu membutuhkan seluruh jenis pemeriksaan yang tersedia.

Apakah HSG wajib dilakukan saat program hamil?

Tidak. HSG merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi rahim dan saluran tuba, tetapi kebutuhan pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi pasien.

Di mana bisa mendapatkan layanan program hamil di Jakarta Selatan?

Salah satu fasilitas yang menyediakan layanan kebidanan dan kandungan serta perencanaan kehamilan adalah KMNC Haji Nawi, Jakarta Selatan. Profil resmi KMNC mencantumkan dr. Zakiah Tourik, Sp.OG sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi di cabang tersebut.

Pasangan dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu mengenai jadwal dokter, jenis layanan, ketersediaan pemeriksaan, serta biaya terbaru sebelum melakukan reservasi.

Perjalanan Mendapatkan Buah Hati Tidak Selalu Sama

Program hamil bukan sekadar tentang mencari obat atau tindakan tertentu. Bagi sebagian pasangan, prosesnya dapat dimulai dari konsultasi, dilanjutkan dengan evaluasi kondisi reproduksi kedua pasangan, kemudian menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Kisah pasien yang menjalani perjalanan selama empat tahun menjadi salah satu gambaran bahwa waktu dan proses yang dibutuhkan setiap pasangan dapat berbeda.

Yang terpenting, pasangan tidak perlu membandingkan perjalanan mereka dengan pasangan lain. Ketika kehamilan belum kunjung terjadi, konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi yang sedang dihadapi dan pilihan langkah selanjutnya.

Catatan: Pengalaman pasien dalam artikel ini merupakan testimonial individual dan tidak dapat dijadikan jaminan bahwa hasil program hamil akan sama pada setiap pasangan. Pemeriksaan, obat, dan terapi sebaiknya dilakukan berdasarkan evaluasi serta rekomendasi dokter.