Kapan Bayi Sebaiknya Berhenti Dibedong?

Ilustrasi Bayi Dibedong Foto : Shutterstock

Saat bayi baru lahir, mayoritas orang tua khususnya orang Indonesia menggunakan bedongan untuk membedong bayi yang baru lahir. Membedong bayi yang baru lahir dilakukan karena dianggap memberi banyak manfaat untuk pertumbuhan bayi,

Meskipun memiliki manfaat, tidak seharusna bayi boleh dibedong terus-menerus, Mams. Pasalnya, membedong bayi terlalu lama juga bisa meningkatkan risikonya mengalami gangguan kesehatan.

Dampak dan Resiko Salah Membedong Bayi

Saat mams membedong dengan benar memang sebenarnya memiliki beberapa manfaat, namun jika mams melakukannya dengan salah akan berakibat buruk untuk bayi. Berikut dampak buruk dari membedong yang salah yang wajib mams ketahui :

1. Displasia pada Panggul Bayi

Displasia adalah perkembangan sel atau jaringan yang tidak normal, kondisi ini terjadi jika bayi dibedong terlalu ketat dengan posisi kaki diluruskan dan dirapatkan, hal itu justru dapat meningkatkan resiko mengalami kelainan panggul pada bayi

2. Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)

Sudden infant death syndrome atau SIDS merupakan kondisi ketika bayi yang dalam keadaan sehat secara tiba-tiba meninggal dunia tanpa diketahui penyebab pastinya, SIDS ini bisa terjadi pada bayi apabila bayi dibedong dalam keadaan terlalu kencang dan tiba-tiba si kecil mengubah posisinya, maka si kecil tidak akan bisa bergerak dan menyulitkannya untuk bernapas

3. Masalah Biang Keringat

Membedong bayi dalam waktu yang lama akan membuat bayi merasa kegerahan. Akibatnya, bayi rentan mengalami biang keringat atau ruam karena ia cepat berkeringat.

Kapan Bayi Berhenti Dibedong?

Membedong Bayi
Ilustrasi Membedong Bayi Foto : Shutterstock

Jika mams memutuskan untuk membedong si kecil dari baru lahir, mams juga harus memahami kapan bayi berhenti dibedong, Membedong bayi baru lahir memang bisa memberikan manfaat. Namun, melihat risiko yang sebelumnya dijelaskan, maka jangan membedongnya untuk waktu yang terlalu lama ya mams.

Menurut penelitian, Bayi harus berhenti dibedong saat memasuki usia 2 – 3 bulan. Mengapa? Pasalnya, di usia ini, bayi cenderung akan mulai banyak bergerak aktif, seperti berguling, sampai belajar untuk tengkurap sendiri.

Jika pada usia 2-3 bulan mams masih membedong bayi, si kecil malah tidak akan bisa bebas bergerak bebas sehingga dapat menghambat pertumbuhan nya. Jadi tidak disarankan ya moms jika bayi 2 bulan masih dibedong!

Tips Menghentikan Kebiasaan Bedong Bayi

Untuk melepaskan kebiasaan membedong bayi, Mams perlu melakukannya secara bertahap. Hal ini karena sebagian bayi mungkin akan menjadi rewel karena merasa kehilangan peran kain bedong yang bisa membuatnya tidur nyenyak, hangat, dan nyaman. Berikut tahapan dalam melepaskan bedong bayi :

  • Lepaskan sebagian kain bedong untuk membebaskan satu tangan bayi.
  • Setelah itu, bedong bayi hanya pada dada sampai kaki.
  • Terakhir, Mams sudah mulai bisa melepas seluruh bedongan pada bayi

Nah, Demikian penjelasan mengenai kapan sebaiknya bayi berhenti di bedong, semoga artikel ini bisa membantu dan bermanfaat ya mams,

Temukan Artikel Lainya di Google News

 

Referensi : 

  • https://www.ibudanbalita.com/artikel/batasan-pemakaian-cara-bedong-bayi-yang-benar

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait