Jenis Gangguan Tidur Pada Bayi 0-6 Bulan dan Cara Mengatasinya, Bunda Harus Tahu!

Tak hanya orang dewasa, bayi dengan usia 0-6 bulan ternyata juga mengalami gangguan tidur lho bun. Masalah gangguan tidur pada bayi 0-6 bulan ini biasanya dipengaruhi oleh posisi tidur hingga rasa tidak nyaman akan sesuatu hal yang belum bisa ia ungkapan.

Karena seperti ya bunda tahu, tidur yang cukup bagi bayi akan sangat mendukung hormon pertumbuhan dalam tubuhnya.

Namun jika pola tidurnya terganggu, maka ini akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang si kecil. Lantas bagaimana solusinya?

Sebelum mengatasi gangguan tidur pada bayi 0-6 bulan, bunda harus paham dulu nih apa saja jenis gangguan tidur yang sering si kecil alami.

Nah, menurut What to Expect berikut adalah masalah atau gangguan tidur yang sering dialami bayi usia 0 sampai 6 bulan.

1. Gangguan Tidur yang Sering Dialami Bayi 0-3 Bulan

gangguan tidur pada bayi 0-6 bulan

Di hari pertama kelahiran hingga ia berusia 3 bulan, bayi akan sering mengalami gangguan tidur yang sering disebabkan karena posisi tidur.

Biasanya, bayi akan lebih nyaman tidur dengan posisi tengkurap. Sehingga akan rewel jika bunda mengembalikan ke posisi terlentang.

Jika ini adalah alasannya, bunda harus segera mencari solusinya dengan memberikannya ASI atau membedong bayi.

Bunda juga bisa konsultasikan ke.dokter jika anak terus tak mau tidur dalam posisi terlentang.

Karena juga jika tidak segera diatasi, kebiasaan bayi tidur tengkurap dapat menyebabkan sudden infant death syndrome (SIDS) atau risiko sindrom kematian bayi mendadak.

2. Gangguan Tidur yang Sering Dialami Bayi 4-5 bulan

gangguan tidur pada bayi 0-6 bulan

Di usianya yang sudah menginjak 4 sampai 5 bulan, bayi akan sering mengalami regresi tidur. Ini adalah perubahan waktu tidur bayi dimana ia akan sering terbangun serta rewel pada malam hari.

Regresi tidur sendiri sering dialami bayi oleh karena beberapa faktor seperti bayi tumbuh gigi, rasa lapar, akan mengalami perkembangan baru, berada di lingkungan baru atau gangguan kesehatan lain.

Untuk mengatasi masalah ini, bunda bisa buat rutinitas menyenangkan bersama anak sebelum tidur. Rutinitas tersebut bisa berupa mandi, menyusu, mendengarkan cerita dan lain sebagainya.

Selain itu, bunda juga bisa mencukupi kebutuhan tidur dengan mengajaknya rutin tidur si siang hari. Ini berguna agar bayi tidak merasa lelah dan mengganggu pola tidurnya di malam hari.

3. Gangguan Tidur yang Sering Dialami Bayi 6 bulan

gangguan tidur pada bayi 0-6 bulan

Di usianya yang sudah masuk 6 bulan, bayi juga akan sering mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh kesulitannya untuk tidur mandiri.

Ini bisa terjadi karena bayi terbiasa sering digendong atau ditiminabg, sehingga ia akan merasa kesulitan tidur jika tidak melakukan hal tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, bunda bisa membaringkan si kecil dengan posisi terlentang. Jika ia menangis, jangan langsung menolongnya dan biarkan ia diam dengan sendirinya.

Meski terkesan tega, namun ini adalah metode yang efektif untuk menghilangkan kebiasaan si kecil dan melatihnya untuk tidur mandiri.

Selain karena kesulitan tidur mandiri, bayi juga mungkin sedang mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti demam, flu atau sedang tumbuh gigi.

Apakah gangguan tidur akan berhenti pada usia 6 bulan? Tentu tidak, gangguan tidur pada bayi masih akan terus terjadi bahkan hingga usianya masuk ke 1 tahun.

Hal ini bisa terjadi karena anak sudah mulai banyak aktivitas sehingga pola tidurnya berantakan. Selain itu, anak juga mungkin akan lebih banyak ketigger sesuatu salah satunya gadget.

Mengatasi gangguan tidur pada bayi 0-6 bulan akan lebih mudah ketimbang anak usia dibawah 1 tahun. Jadi sebelum terlambat biasakan anak tidur cukup dengan menganalisa gangguan tidur yang mungkin sedang ia alami. Semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

I’m ARMY and K-pop addict yang concern menulis artikel sejak 2011. Menulis adalah penyampaian abadi, jadi buat ia berkesan tanpa ada kesalahan di dalamnya.

Artikel Terkait