Cara Efektif Mengajarkan Anak Toilet Training

Ilustrasi Toilet Training Foto : Shutterstock

Seiring bertambahnya usia si Kecil, kemampuannya juga akan makin berkembang, Dan salah satu hal penting yang bisa mulai mams ajarkan toilet training, yaitu buang air di toilet.
Selain mengajarkan pentingnya kebersihan diri, mengajarkan toilet training artinya juga melatih anak untuk mulai mandiri.

Namun pertanyaannya, kapan sebaiknya si kecil mulai di ajarkan toilet training dan bagaimana cara mengajarkannya? untuk lebih jelasnya Yuk! simak artikel selengkapnya

Kapan Usia Tepat Mengajarkan Anak Toilet Training?

Pada dasarnya setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Bagi anak yang perkembangannya cepat, biasanya akan siap dilatih toilet training pada usia 18 bulan. Namun beberapa anak lainnya mungkin baru ada keinginan untuk belajar toilet training saat memasuki usia 24 bulan. Hal ini karena si kecil belum mampu mengendalikan keinginan BAK atau BAB sehingga proses pembelajaran harus dilakukan secara bertahap.

Tanda Anak Siap di Latih Toilet Training

Toilet Training
Ilustrasi Toilet Training Foto : Wonderbaby.org

Untuk melihat apakah si Kecil sudah siap untuk dilatih toilet training atau belum, Mams bisa memperhatikan tanda-tanda berikut ini

  • Anak dapat memahami dan mengikuti perintah sederhana.
  • Anak sudah mampu duduk dan berjalan dengan lancar.
  • Anak sudah bisa memakai dan melepas celananya sendiri.
  • Anak sudah bisa bilang ingin buang air kecil atau buang air besar.
  • Anak tidak betah saat popok basah atau kotor.
  • Anak memperlihatkan rasa tidak nyaman ketika popoknya basah atau kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.

Cara Mengajarkan Anak Toilet Training

Toilte Training
Ilustrasi Toilte Training Foto : Shutterstock

Jika mams sudah melihat tanda-tanda anak siap melakukan toilet training, Selanjutnya mams bisa mulai mempersiapkan dan mengajarkan anak melalui fase transisi penggunaan toilet. Agar si kecil tidak kaget, stres, ataupun trauma bila harus buang air kecil dan besar di kamar mandi. Berikut caranya:

1. Sering Mengajak ke Toilet

Saat awal melatih si Kecil toilet training, Mams harus rutin mengajak si kecil ke toilet untuk pipis setiap 30 menit sekali. Hal ini untuk menghindari terjadinya ‘kecelakaan’ si kecil mengompol karena anak masih belum bisa mengontrol kandung kemihnya. Perlahan setelah si kecil sudah semakin menguasainya, naikkan selang waktunya menjadi 60 menit sekali dan seterusnya.

2. Tunjukan Cara Menggunakan Toilet

Tidak sekedar mengenalkan, Mams juga perlu memberikan contoh kepada si Kecil tentang penggunakan toilet. Misalnya, dengan meminta bantuan si Kecil menekan flush sambil jelaskan padanya bahwa, “Setelah pup, Adik bisa siram toiletnya sendiri, lho!”.

Selain itu mams juga bisa mengajarkan cara duduk yang benar di kloset. dan Mengajari cara membersihkan alat kelaminnya setelah BAK dan BAB

3. Jelaskan Tentang Proses Buang Air

Berikan pemahaman dan penjelasan kepada si Kecil ketika buang air harus di toilet agar kotorannya tidak menumpuk di dalam popok. Kalau ingin buang air, minta si kecil untuk mengatakan pada Mams agar bisa langsung dibawa ke toilet, didudukkan, dan mengeluarkan urin atau kotoran di kloset.

4. Gunakan Dudukan Toilet

Agar si kecil lebih bersemangat buang air di toilet, Mams bisa menggunakan toilet khusus anak yang dapat dipasang ke toilet orang dewasa. Carilah model yang lucu dan warna-warni. dengan ukuran yang stabil, serta kursi kecil di kaki untuk membantunya mengejan selama buang air besar.

5. Berikan Apresiasi & Dukungan

Apresiasi dan dukungan dari Mams tentunya sangat penting untuk menunjang keberhasilan latihan toilet training, Setiap kali si kecil berhasil, tak ada salahnya juga memberikan pujian sebagai apresiasi agar si Kecil makin semangat dan mau rutin untuk toilet training. Misalnya, “Wah anak Mami sudah besar ya sekarang bisa pup sendiri!”, atau “Good job, Nak!”

6. Pakaikan Anak Celana Dalam Biasa

Saat sedang dirumah biasakanlah menggunakan celana dalam biasa, biarkanlah ia beraktivitas tanpa pakai popok. Namun, Mams perlu mengingatkannya juga, Sebagai contoh “Adik sekarang lagi nggak pakai popok, lho, ya. Jadi, kalau mau pipis atau pup bilang Mami, atau langsung ke toilet, ya.”

Namun jika tiba-tiba si kecil ngompol atau BAB di celana Tidak perlu memarahinya, Mams bisa langsung membawanya ke toilet dan mengajari cara melepaskan pakaian yang sudah basah. Katakan padanya kalau ia memang merasa kebelet, sebaiknya ke toilet agar tidak membasahi pakaiannya.

7. Jangan Pernah Paksa Anak

Perlu mams ingat, Jangan pernah paksa dan marahi si Kecil untuk bisa buang air di toilet. Biarkan anak melakukan sesuai dengan kemampuannya, lalu lakukan secara bertahap. Mungkin apabila si kecil berlum siap belajar toilet training, bisa jadi kemampuan otot dan syarafnya dalam mengontrol buang air kecil dan BAB baru saja terbentuk.

Nah, Demikian penjelasan dan beberapa cara efektik untuk mengajarkan anak toiltet training, semoga artikel ini bermanfaat ya mams.

Temukan Artikel Lainya di Google News

 

Referensi : 

  • https://bebeclub.co.id/artikel/detail/ibu-perlu-tahu/potty-training
  • https://www.ibudanbalita.com/artikel/trik-efektif-melatih-si-kecil-toilet-training

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait