Peringatan Hari Kusta Sedunia 2024: Mengenal Penyakit Kusta dan Cara Mencegahnya pada Anak

Peringatan Hari Kusta Sedunia: Mengenal Penyakit Kusta dan Cara Mencegahnya pada Anak

Hari Kusta Sedunia diperingati setiap tahun pada hari Minggu terakhir di bulan Januari.

Tahun ini, Hari Kusta Sedunia jatuh pada tanggal 29 Januari 2024.

Tujuan Peringatan Hari Kusta Sedunia

Tujuan dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit kusta, yang merupakan salah satu penyakit tropis yang terabaikan (neglected tropical disease/NTD) dan masih terjadi di lebih dari 120 negara, termasuk Indonesia.

Peringatan Hari Kusta Sedunia
Logo Peringatan Hari Kusta Sedunia 2024

Mengenal Penyakit Kusta dan Cara Mencegahnya Pada Anak

Penyakit kusta, yang juga dikenal sebagai lepra atau Morbus Hansen, adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Bakteri ini menyerang kulit, saraf tepi, permukaan mukosa saluran pernapasan bagian atas, mata, dan organ dalam tubuh.

Penyakit kusta dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Bercak putih atau kemerahan pada kulit yang kehilangan sensasi
  • Pembengkakan atau penebalan saraf tepi yang menyebabkan mati rasa dan kelemahan otot
  • Benjolan atau luka pada wajah, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya
  • Kerusakan pada mata, hidung, atau telinga yang dapat menyebabkan kebutaan, kehilangan bau, atau gangguan pendengaran
  • Komplikasi pada organ dalam, seperti hati, ginjal, atau testis.
  • Penyakit kusta dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau cairan tubuh penderita yang tidak diobati, atau melalui inhalasi droplet (partikel air) yang keluar dari hidung atau mulut penderita saat batuk atau bersin.
Mengenal Penyakit Kusta dan Cara Mencegahnya pada Anak
Penyakit kusta dapat menyerang semua usia, termasuk anak-anak.

Menurut data Kementerian Kesehatan, angka kasus kusta pada anak-anak di Indonesia mencapai 9,14 persen pada tahun 2021.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Kusta pada Anak?

Penyakit kusta dapat dicegah dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Memberikan obat pencegahan kepada orang-orang yang berisiko tinggi tertular kusta, seperti anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan penderita kusta.
  • Obat yang dapat diberikan antara lain dapson, acedapsone, atau rifampisin dosis tunggal (single-dose rifampicin/SDR). Obat ini harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan dalam jangka waktu yang lama.
  • Memberikan vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) kepada anak-anak yang belum mendapatkannya. Vaksin ini dapat memberikan perlindungan aktif dan pasif terhadap kusta, dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi atau dengan memberikan antibodi yang dibentuk oleh metode tambahan lainnya.
  • Menjaga daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan sehat, istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, dan suplemen vitamin jika diperlukan. Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah infeksi bakteri penyebab kusta.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar anak dengan mandi dan mencuci tangan secara rutin. Mengganti pakaian dan sprei secara berkala, membersihkan rumah dan ventilasi udara, serta menghindari kontak dengan hewan yang mungkin terinfeksi kusta, seperti armadillo.
  • Menghindari perjalanan ke daerah yang endemik kusta, atau jika harus pergi, memakai masker dan menjaga jarak dengan orang yang mungkin terinfeksi kusta.
  • Jika anak menunjukkan gejala-gejala kusta, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Pengobatan kusta dilakukan dengan menggunakan kombinasi obat-obatan anti-kusta, seperti dapson, rifampisin, dan klofazimin, selama 6-12 bulan atau lebih, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya.
  • Pengobatan yang tepat dan teratur dapat menyembuhkan kusta dan mencegah komplikasi atau kecacatan yang dapat mengganggu kualitas hidup anak.

Demikian artikel tentang peringatan Hari Kusta Sedunia sekaligus mengenal penyakit kusta dan cara mencegahnya pada anak, semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Ketika pensilku patah mungkin aku bisa berhenti menulis tapi tak bisa berhenti berpikir

Artikel Terkait