Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli, Ibu Hamil Wajib Tahu

Ilustrasi Kontraksi Foto : Canva

Perbedaan kontraksi palsu dan asli ini wajib di ketahui oleh setiap ibu hamil yang akan melahirkan, Pasalnya proses persalinan ini akan mengalami beberapa fase kontraksi terlebih dulu.

kontraksi ini merupakan hal yang umum terjadi pada ibu hamil. Kontraksi bisa menjadi tanda bahwa Mams telah mendekati waktu persalinan. Pengencangan pada rahim ini kadang membuat Mams khawatir, apakah kontraksi ini hal yang normal atau tidak karena bisa saja hanya kontraksi palsu.

Apa Itu Kontaksi Palsu

Kontraksi palsu atau braxton hicks adalah kontraksi yang menandakan bahwa rahim sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan. Namun, braxton hicks bukanlah pertanda bahwa waktu persalinan sudah sangat dekat. Kontraksi palsu ini bisa bisa Mams rasakan saat usia kehamilan di atas 20 minggu. Kontraksi ini juga biasanya tidak menimbulkan efek yang berat pada ibu hamil.

Ciri – Ciri Kontraksi Palsu

perbedaan kontraksi palsu dan asli
Ilustrasi Kontraksi Foto : Canva

Gejala kontraksi palsu atau Braxton Hicks ini adalah pengencangan otot rahim yang menyebabkan perut ibu hamil menjadi tegang. Kontraksi ini biasanya berlangsung sekitar 30 detik, atau tidak lebih dari 2 kali per jam, dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari.

Kontraksi palsu ini juga tidak terlalu menyakitkan, Tidak menimbulkan bercak darah dan dapat berhenti berkat perubahan aktivitas atau posisi yang ibu hamil lakukan

Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli

Untuk mengetahui apakah kontraksi yang Mams rasakan adalah kontraksi asli atau palsu, ini beberapa perbedaan mengenai kontraksi asli dan palsu yang bisa di jadikan pedoman, Simak ulasanya!

1. Waktu terjadinya kontraksi

Kontraksi palsu biasanya mulai dirasakan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, sedangkan kontraksi asli diperkirakan akan terjadi setelah 37 minggu kehamilan. Namun jika kontraksi asli terjadi lebih awal, kemungkinan bayi akan lahir prematur.

2. Durasi kontraksi

kontraksi palsu ini terjadi tidak teratur dan tidak memiliki pola waktu yang sama antara satu kontraksi dengan yang lain. Sementara itu, kontraksi asli biasanya terjadi secara teratur dan berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik.

3.  Bagian tubuh kontraski

Kontraksi yang palsu biasanya hanya terasa di area depan perut atau panggul. Sementara kontraksi asli terjadi lebih intens mulai dari punggung bawah menuju ke depan perut hingga punggung.

4. Pengaruh Posisi

Kontraksi palsu biasanya dapat berhenti ketika Mams mengubah posisi atau aktivitas fisik Sementara kontraksi asli ini terjadi terus berlanjut meskipun Mams mengubah berbagai macam posisi dan aktivitas.

5. Kekuatan Kontraksi

Kontraski palsu ini umumnya terasa lemah dan tidak meningkat dari waktu ke waktu. Atau, dapat meningkat pada awal dan kemudian melemah dengan sendirinya. Sementara, rasa nyeri pada kontraksi asli akan semakin meningkat seiring waktu.

Cara Mengatasi Efek Kontraski Palsu

Meskipun kontraksi palsu ini dapat menghilang dengan sendirinya dan tergolong normal. Namun, jika Mams merasa tidak nyaman terhadap gejala-gejala yang timbul, beberapa tips berikut bisa Mams lakukan untuk mengurangi efek kontraksi palsu ini

  • Mengubah posisi dan aktivitas, seperti bangun, tidur, atau berjalan-jalan kecil.
  • Lakukan teknik relaksasi Mams dapat mencoba mlakukan teknik pernapasan dalam agar bisa mengembalikan rasa nyaman.
  • Mengonsumsi makanan tertentu atau minum segelas teh dan air hangat agar rasa kurang nyaman bisa diminimalisasi.

Jika Mams mengalami kontraksi palsu, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, kok. Tidak ada tindakan medis khusus untuk mengatasinya. Mams bisa mencoba melakukan beberapa tips di atas untuk meminmalisir efek dari kontraksi palsu, Semoga Bermanfaat!

Temukan Artikel Lainya di Google News

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait