Kasus Bayi Diduga Salah Vaksin di Bekasi, Benarkah Vaksin DPT Ganda Bisa Sebabkan Radang Otak?
Kasus dugaan salah pemberian vaksin pada seorang bayi berusia 9 bulan di Kota Bekasi menjadi perhatian publik. Bayi yang semula dijadwalkan menerima imunisasi campak justru diduga mendapatkan vaksin DPT, padahal jenis vaksin tersebut sebelumnya telah diberikan sesuai jadwal.
Insiden ini memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua, terutama terkait keamanan pemberian vaksin ganda dan kaitannya dengan kondisi kesehatan bayi.
Kronologi Kejadian
Menurut penuturan ibu bayi, Andin, ia datang ke puskesmas pada Sabtu (13/6) untuk imunisasi campak. Sebelum proses imunisasi, ia telah menyerahkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berisi riwayat imunisasi putrinya.
Namun, setelah penyuntikan dilakukan, petugas menyampaikan bahwa bayinya belum pernah menerima vaksin DPT. Andin kemudian menunjukkan catatan dalam buku KIA yang memperlihatkan vaksin DPT telah diberikan lengkap sebelumnya.
Ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan maupun permintaan maaf setelah petugas menyadari adanya dugaan kekeliruan.
Bayi Mengalami Demam hingga Kejang
Beberapa jam setelah imunisasi, bayi mengalami sejumlah keluhan, antara lain:
- Demam tinggi.
- Muntah.
- Sulit makan.
- Menangis terus-menerus.
- Kejang selama sekitar 30 menit pada dini hari.
Bayi kemudian dirawat di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan, termasuk CT Scan. Menurut keluarga, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya radang pada selaput otak. Meski telah diperbolehkan pulang, kondisi bayi disebut masih mengalami demam dan sesekali menunjukkan gejala kejang.
Dinas Kesehatan Akui Terjadi Vaksinasi Ganda
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, membenarkan adanya pemberian vaksin DPT dua kali pada kasus tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti ilmiah yang menyatakan pemberian vaksin DPT ganda dapat menyebabkan radang otak.
Menurutnya, berdasarkan kajian ilmiah dan berbagai literatur medis, vaksinasi DPT yang diberikan lebih dari satu kali umumnya tidak menyebabkan efek samping berupa radang otak.
Apakah Vaksin DPT Ganda Berbahaya?
Secara umum, para ahli menyebut bahwa pemberian dosis tambahan vaksin DPT secara tidak sengaja tidak diketahui menyebabkan kerusakan otak atau radang selaput otak.
Efek samping yang lebih sering dilaporkan meliputi:
- Nyeri pada lokasi suntikan.
- Kemerahan atau bengkak.
- Demam ringan hingga sedang.
- Bayi menjadi lebih rewel.
- Mengantuk atau nafsu makan menurun sementara.
Meski demikian, apabila setelah imunisasi anak mengalami gejala berat seperti kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, atau demam tinggi yang tidak membaik, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pentingnya Verifikasi Sebelum Imunisasi
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi riwayat imunisasi sebelum vaksin diberikan. Orang tua juga dianjurkan untuk selalu membawa Buku KIA atau catatan imunisasi saat datang ke fasilitas kesehatan serta memastikan jenis vaksin yang akan diberikan sesuai jadwal.
Selain itu, tenaga kesehatan perlu melakukan pemeriksaan identitas pasien, riwayat imunisasi, serta konfirmasi jenis vaksin sebelum penyuntikan dilakukan guna mencegah terjadinya kesalahan administrasi maupun pelayanan.
Kasus di Bekasi masih menjadi perhatian dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar prosedur imunisasi di fasilitas kesehatan semakin aman, teliti, dan sesuai standar pelayanan.

