Ibu Hamil Puasa tapi Berat Badan Turun, Amankah? Ini Penjelasan Medisnya
MAMIKITA.COM – Menjelang bulan Ramadan, banyak ibu hamil yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa secara maksimal. Namun, muncul kekhawatiran ketika berat badan justru menurun selama berpuasa. Lantas, amankah ibu hamil berpuasa jika berat badannya turun?
Pertanyaan ini penting karena berat badan ibu selama kehamilan berkaitan erat dengan tumbuh kembang janin.
Puasa Saat Hamil, Bolehkah?
Mengutip informasi dari laman kesehatan, berpuasa selama kehamilan pada dasarnya bisa dilakukan dalam kondisi tertentu. Namun, ibu hamil disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum memutuskan berpuasa.
Dokter spesialis kebidanan, Layan Alrahmani, menyebutkan bahwa puasa saat hamil memungkinkan dilakukan, asalkan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam keadaan baik. Salah satu risiko utama yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi.
Dehidrasi pada ibu hamil dapat memicu berbagai gangguan, seperti pusing, kontraksi dini, hingga pingsan.
Berat Badan Turun Saat Hamil, Berbahayakah?
Selama trimester pertama, penurunan berat badan masih tergolong wajar karena mual dan muntah. Namun, jika penurunan berat badan terjadi pada trimester kedua dan ketiga, kondisi ini perlu diwaspadai.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, ibu hamil membutuhkan tambahan:
- 340 kalori per hari pada trimester kedua
- 450 kalori per hari pada trimester ketiga
Asupan ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika berat badan turun, dikhawatirkan kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi secara optimal.
Dampak Berat Badan Tidak Ideal Saat Kehamilan
Dalam Buku Pintar Ibu Hamil, Tim Naviri menjelaskan bahwa berat badan ideal ibu hamil seharusnya meningkat sekitar:
- 1 kg hingga usia kehamilan 20 minggu
- 2 kg per bulan setelahnya
Kenaikan berat badan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kehamilan bermasalah. Jika berat badan sulit naik atau justru turun, pertumbuhan janin bisa terganggu.
Amankah Ibu Hamil Puasa tapi Berat Badan Turun?
Secara umum, berat badan yang turun saat hamil dan berpuasa tidak dianjurkan, terutama pada usia kehamilan lanjut. Kondisi ini dapat menandakan kurangnya asupan kalori dan nutrisi penting.
Jika hal tersebut terjadi, ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi Berat Badan Turun Saat Puasa
Agar berat badan tetap terjaga selama berpuasa, ibu hamil dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Konsultasi dengan Dokter
Sebelum berpuasa, lakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi kehamilan aman.
2. Konsumsi Gizi Seimbang
Pola makan ideal meliputi:
- 50% karbohidrat
- 30% protein
- 10–20% lemak sehat
- Asupan ini dapat dibagi saat sahur, berbuka, dan malam hari.
3. Istirahat yang Cukup
Kurangi aktivitas berat dan perbanyak waktu istirahat agar energi tetap terjaga.
4. Konsumsi Suplemen
Minum vitamin dan suplemen sesuai anjuran dokter untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian.
Pentingnya Nutrisi Selama Kehamilan
Nutrisi yang cukup sangat menentukan kesehatan ibu dan janin. Berbagai zat penting seperti zat besi, asam folat, kalsium, protein, dan omega-3 berperan besar dalam perkembangan otak dan organ bayi.
Laman kesehatan seperti Cloudninecare dan Vinmec menyebutkan bahwa kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko:
- Bayi lahir dengan berat badan rendah
- Kelahiran prematur
- Gangguan perkembangan otak
- Sistem imun yang lemah
Bahkan, kekurangan gizi di awal kehamilan dapat memicu risiko penyakit kronis saat anak dewasa.
Periode Kritis Trimester Ketiga
Tiga bulan terakhir kehamilan merupakan fase pertumbuhan otak paling pesat. Pada masa ini, kebutuhan energi dan nutrisi meningkat. Jika ibu berpuasa tanpa pola makan yang tepat, perkembangan janin dapat terganggu.
Oleh karena itu, ibu hamil yang tetap berpuasa harus benar-benar menjaga asupan makan dan minum.
