Hasil Test Pack Negatif Tapi Belum Haid, Ini Penyebab dan Solusinya!

Ilustrasi Test Pack Negatif Tapi Belum Haid (Foto: Canva)

Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, telat haid adalah salah satu tanda yang paling ditunggu-tunggu. Namun, bagaimana jika setelah melakukan test pack hasilnya negatif? Apakah itu berarti tanda tidak hamil? Atau ada sesuatu yang salah dengan tubuh?

Telat haid dengan hasil test pack negatif bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari faktor gaya hidup, kondisi kesehatan, hingga kesalahan dalam menggunakan alat tes kehamilan.

Penyebab Test Pack Negatif Tapi Belum Haid

Selain pola gaya hidup dan faktor kesehatan, Berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang bisa menjelaskan mengapa bunda mengalami test pack negatif tapi belum haid.

1. Stres

Stres bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh Anda, termasuk hormon yang mengatur siklus menstruasi. Jika bunda sedang mengalami stres berat, baik karena pekerjaan, keluarga, atau masalah lainnya, bisa jadi itu penyebab telat haid.

2. Olahraga berlebihan

Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, bisa menurunkan kadar lemak tubuh. Lemak tubuh berperan dalam produksi estrogen, hormon yang penting untuk menstruasi. Jika kadar lemak tubuh terlalu rendah, bisa menghambat ovulasi dan menyebabkan telat haid.

3. Perubahan berat badan

Berat badan yang naik atau turun secara drastis juga bisa memengaruhi siklus menstruasi. Berat badan yang terlalu kurus atau terlalu gemuk bisa mengganggu ovulasi dan mengubah kadar hormon dalam tubuh.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah kondisi di mana terdapat banyak kista kecil di ovarium. Kista ini bisa mengganggu produksi hormon dan ovulasi, sehingga menyebabkan telat haid, bahkan tidak haid sama sekali. PCOS juga bisa menyebabkan kesulitan hamil, karena sel telur tidak matang atau tidak dilepaskan dari ovarium.

5. Gangguan tiroid

Tiroid adalah kelenjar yang menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Jika kelenjar tiroid bunda terlalu aktif (hipertiroidisme) atau terlalu lambat (hipotiroidisme), bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur siklus menstruasi. Gangguan tiroid bisa menyebabkan telat haid, haid tidak teratur, atau bahkan tidak haid sama sekali.

6. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, misalnya di ovarium, tuba falopi, atau panggul. Endometriosis bisa menyebabkan nyeri haid yang hebat, kram perut, nyeri saat berhubungan seksual, dan kesulitan hamil.

Endometriosis juga bisa menyebabkan telat haid, karena jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim bisa mengeluarkan darah saat menstruasi, sehingga mengurangi darah yang keluar dari rahim.

Selain beberapa faktor diatas, ada beberapa kemungkinan lain yang dapat menyebabkan hasil test pack negatif, walaupun bunda sebenarnya hamil.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab hasil test pack negatif tapi belum haid:

7. Melakukan test pack terlalu dini

Test Pack Negatif Tapi Belum Haid
Ilustrasi Test Pack Negatif (Foto: Canva)

Test pack bekerja dengan mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine. Hormon ini diproduksi oleh plasenta setelah sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim.

Jika bunda melakukan test pack terlalu dini, misalnya sebelum telat haid, kadar hCG dalam urine mungkin belum cukup tinggi untuk terdeteksi oleh test pack. Oleh karena itu, sebaiknya tunggu sampai bunda telat haid minimal 7 hari sebelum melakukan test pack.

8. Menggunakan test pack yang sudah kadaluarsa

Test pack yang sudah kadaluarsa bisa kehilangan sensitivitasnya dalam mendeteksi hormon hCG. Hal ini bisa menyebabkan hasil test pack tidak akurat, baik negatif atau positif palsu. Oleh karena itu, sebaiknya periksa tanggal kadaluarsa test pack sebelum menggunakannya.

9. Menggunakan urine yang terlalu encer

Urine yang terlalu encer bisa mengurangi kadar hCG yang terdeteksi oleh test pack. Hal ini bisa terjadi jika Anda minum terlalu banyak air sebelum melakukan test pack, atau jika bunda melakukan test pack di sore atau malam hari, saat kadar hCG dalam urine lebih rendah.

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan test pack di pagi hari, saat kadar hCG dalam urine lebih tinggi, dan jangan minum terlalu banyak air sebelumnya.

10. Membaca hasil test pack terlalu lama

Setiap test pack memiliki waktu yang berbeda untuk membaca hasilnya, biasanya antara 3-5 menit. Jika bunda membaca hasil test pack terlalu lama, misalnya lebih dari 10 menit, bisa jadi garis yang muncul adalah garis penguapan, bukan garis positif.

Garis penguapan adalah garis yang muncul karena urine menguap dari test pack, bukan karena adanya hormon hCG. Oleh karena itu, sebaiknya baca hasil test pack sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasannya.

Jika bunda melakukan test pack dan hasilnya negatif, tetapi bunda masih mengalami tanda-tanda kehamilan, seperti telat haid, mual, muntah, sakit kepala, dan nyeri payudara, sebaiknya lakukan test pack ulang 72 jam kemudian.

Jika hasil test pack masih negatif, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih akurat.

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait