Cara Mudah Menurunkan Berat Badan Saat Hamil

Ilustrasi Berat Badan Saat Hamil Foto : Shutter Stock

Menjaga pola makan sehat saat hamil akan bagus untuk perkembangan janin. Berbagai nutrisi juga perlu mami penuhi agar janin memperoleh gizi yang seimbang.

Tetapi terkadang mami cenderung melakukan ‘makan untuk dua orang’ dengan tujuan agar nutrisi janin ikut tercukupi. Padahal, hal ini justru bisa menyebabkan berat badan mams naik drastis, lho!

Banyak sekali cara menurunkan berat badan saat hamil, tapi apakah aman untuk dilakukan? Saat hamil, pada umumnya mami akan mengalami kenaikan berat badan setidaknya 11–16 kg. Namun, untuk mami yang sebelumnya sudah memiliki berat badan berlebih, disarankan menjaga kenaikan berat badannya dalam rentang 7–11 kg. Hal itu dilakukan demi menjaga agar tidak mengalami obesitas saat hamil.

Cara Menurunkan Berat Badan Saat Hamil

Lantas, bagaimana cara menurunkan berat badan saat hamil agar tidak membahayakan kehamilan dan janin, Nah Berikut tips untuk menurunkan berat badan saat hamil dengan aman.

1. Mengurangi Asupan Kalori

Cara pertama untuk menurunkan berat badan saat hamil adalah dengan menurunkan asupan kalori. Penurunan sebanyak 3.500 kalori dapat menurunkan berat badan sebanyak 0,5 kg. Dengan ukuran tersebut, Mami disarankan untuk mengurangi asupan kalori sebanyak 500 kalori.

Sehingga proses penurunan berat badan Anda dilakukan secara perlahan agar respon tubuh tidak buruk. Selain itu, ibu hamil tidak boleh makan di bawah 1.700 kalori supaya kesehatan ibu dan janin terjaga.

2. Mengolah Makanan dengan Cara Sehat

Pada tips ini, Mami bisa mengambil contoh dari mentega. Mams bisa mengganti mentega yang mengandung lemak tak sehat menjadi minyak yang lebih sehat untuk mengolah makanan. Salah satu contoh minyak sehat adalah minyak zaitun. Hindari pula mengolah makanan yang siap saji karena kandungan di dalamnya bisa jadi terdapat lemak tak sehat.

3. Menjaga Pola Makan

Cara menurunkan berat badan saat hamil selanjutnya adalah dengan menjaga pola makan. Mami dapat mengurangi porsi makan. Jika Mami mudah lapar, makanlah dalam porsi lebih sedikit tetapi lebih sering. Hal itu lebih dianjurkan daripada makan dalam porsi yang banyak dalam skali makan apalagi makanan berlemak tinggi dan kadar gula yang tinggi pula.

4. Berolahraga

Olahraga yang dianjurkan saat hamil adalah olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, prenatal yoga, jogging, dan berkebun. Idealnya, ibu hamil disarankan berolahraga selama 30 menit. Jika tidak mampu, bisa dilakukan perlahan selama beberapa menit.

5 Sering Minum Air Putih

Ibu hamil yang sedang diet disarankan mengonsumsi air putih sebanyak 10 gelas setiap hari. Dengan mengonsumsi air putih, ibu hamil akan merasa kenyang terutama saat jeda waktu makan.

6. Meningkatkan Frekuensi Makan Sayur dan Buah

Saat Mami melakukan diet, memperbanyak makan sayur dan buah dapat membantu dalam proses tumbuh kembang janin agar tetap sehat. Dengan begitu, ibu hamil dan janin tetap sehat dan kuat meskipun ibu hamil mengurangi asupan lemak dan kalori. Hal yang perlu diperhatikan, sayur dan buah harus diolah dengan benar versi makanan sehat sehingga lemak dan kalori tidak akan bertambah.

7. Mengontrol Berat Badan Secara Rutin

Ibu hamil umumnya mengalami kenaikan drastis saat trimester kedua dan ketiga. Oleh sebab itu, saat hamil mami harus rutin mengontrol berat badan sehingga ia mengetahui berat badan idealnya sesuai indeks massa tubuh dan menyesuaikannya. Jika sudah obesitas sebelumnya, disarankan melakukan upaya menurunkan berat badan sejak trimester pertama.

Nah, demikianlah tips dan cara menurunkan berat badan saat hamil. Sebelum melakukan diet, lebih baik berkonsultasi ke dokter sehingga mendapat saran yang tepat sesuai kebutuhan Mams

Temukan Artikel Lainya di Google News

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Panggil saya Dewi. I’m a Blogger and mother of my son - Aktif menulis tentang dunia parenting sejak usia remaja, Menulis adalah panggilan hati, Saat deretan kata menjadi media doa.

Artikel Terkait