Bolehkah Ibu Hamil Donor Darah? Ini Penjelasan Dokter
Diperbarui

Diperbarui

KehamilanKehadiran bayi membawa kebahagiaan sekaligus perubahan besar dalam kehidupan pasangan. Rutinitas, tanggung jawab, dan kebutuhan keluarga akan bertambah setelah persalinan. Karena itu, masa kehamilan dapat dimanfaatkan untuk membicarakan berbagai hal yang perlu disiapkan bersama. Diskusi sejak awal membantu Mama dan Papa memahami kebutuhan satu sama lain serta menyusun rencana yang lebih sesuai dengan kondisi keluarga. […]
KehamilanSetelah berhenti menggunakan kontrasepsi dalam jangka panjang, tubuh mungkin membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menyeimbangkan hormon, menstabilkan siklus menstruasi, dan memulihkan ovulasi. Karena itu, merencanakan kehamilan anak ketiga bisa memerlukan kesabaran, terutama jika siklus haid belum kembali teratur. Memantau masa subur dan mengatur waktu berhubungan intim dapat membantu mengoptimalkan peluang pembuahan. Berikut beberapa […]
KehamilanEnhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) adalah metode operasi caesar yang dirancang untuk membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri setelah operasi. Prosedur ini menggunakan pendekatan multidisiplin, termasuk teknik anestesi khusus. Bagi calon ibu yang mempertimbangkan persalinan dengan ERACS, fasilitas kesehatan dan tim medis menjadi beberapa hal yang dapat dipertimbangkan. Berikut tujuh rumah sakit di […]
Donor darah adalah salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Namun, Bagaimana dengan ibu hamil, Bolehkah Ibu hamil donor darah? Berikut penjelasanya.
Tidak, ibu hamil tidak boleh donor darah. Hal ini dikarenakan ibu hamil membutuhkan banyak zat besi untuk mendukung pertumbuhan janin dan mencegah anemia. Donor darah dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh ibu hamil, sehingga dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Saat hamil, tubuh ibu dan janin membutuhkan darah yang cukup untuk mendukung proses tumbuh kembang janin dan menjaga kesehatan ibu hamil. Jika ibu hamil melakukan donor darah, maka ada beberapa risiko yang dapat terjadi, antara lain:
Donor darah dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh ibu hamil, yang dapat menyebabkan anemia. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah menurun, sehingga mengurangi kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Anemia dapat menyebabkan ibu hamil merasa lemas, pusing, sesak napas, pucat, dan mudah terserang infeksi. Anemia juga dapat berdampak buruk pada janin, seperti pertumbuhan terhambat, kelahiran prematur, atau berat badan lahir rendah
Donor darah saat hamil tidak hanya berisiko bagi ibu hamil dan janin, tetapi juga bagi orang yang menerima darah tersebut. Hal ini karena saat hamil akan muncul antibodi khusus yang disebut antibodi anti-D.
Antibodi ini dapat bereaksi dengan sel darah merah yang memiliki antigen D, yang biasanya dimiliki oleh orang dengan golongan darah Rh positif.
Jika darah ibu hamil yang mengandung antibodi anti-D diberikan kepada orang dengan golongan darah Rh positif, maka dapat terjadi reaksi transfusi yang berbahaya, seperti demam, menggigil, sesak napas, atau syok
Donor darah saat hamil juga dapat mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin. Selain zat besi, darah juga mengandung vitamin, mineral, protein, dan zat lain yang penting untuk kesehatan.
Jika ibu hamil kehilangan darah, maka ia juga kehilangan nutrisi tersebut, yang dapat mempengaruhi kualitas ASI, daya tahan tubuh, dan fungsi organ tubuh
Mengingat risiko-risiko di atas, ibu hamil sebaiknya tidak melakukan donor darah selama masa kehamilan maupun menyusui. Jika ingin melakukan donor darah, tunggu setidaknya 9 bulan setelah melahirkan (bila tidak menyusui) atau setelah bayi sudah bisa menerima MPASI (bila menyusui).
Sebelum donor darah, pastikan juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan, kadar hemoglobin, dan golongan darah ke dokter atau petugas kesehatan. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, dan istirahat yang baik setelah donor darah.
Donor darah adalah perbuatan yang mulia, tetapi harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan kondisi tubuh. Bagi ibu hamil, donor darah bukanlah pilihan yang tepat, karena dapat membahayakan diri sendiri dan janin.