Memberikan perhiasan pada bayi, seperti kalung, cincin, gelang, atau anting, telah menjadi kebiasaan bagi beberapa orang tua. Perhiasan ini memang dapat mempercantik penampilan si bayi. Namun, Bolehkah bayi baru lahir memakai perhiasan emas? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Bolehkah Bayi Menggunakan Perhiasan Emas

Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, pada dasarnya bayi boleh menggunakan perhiasan di tubuhnya. Namun, hal yang paling penting adalah memilih material perhiasan dengan cermat.

Pemilihan material sangat penting untuk melindungi dan menjaga kesehatan bayi bunda. Jika bunda ingin memberikan perhiasan pada bayi, pilihlah bahan yang terbuat dari bahan murni seperti emas asli.

Hindari penggunaan perhiasan yang terbuat dari perak, besi, plastik, dan nikel karena dapat memicu reaksi alergi kulit pada bayi. Reaksi alergi ini biasanya dikenal dengan istilah eksim atau dermatitis kontak

Selain memilih bahan yang tepat, Bunda juga perlu memperhatikan usia bayi. Bayi yang sudah berusia 6 bulan biasanya suka memasukkan benda-benda asing ke dalam mulutnya. Oleh karena itu, hindarilah memberikan perhiasan seperti gelang dan cincin pada bayi dalam usia tersebut.

Perhiasan yang Aman untuk Bayi

Jadi, apakah ada perhiasan yang relatif aman untuk bayi? Menurut dr. Nabila di kutip dari klikdokter.com perhiasan yang paling aman digunakan oleh bayi baru lahir sebenarnya adalah anting.

Anting sulit dijangkau oleh tangan bayi dan tidak berisiko menyebabkan bayi tercekik atau menelannya. Namun, tetap perhatikan pemilihan material anting agar tidak menyebabkan reaksi alergi saat digunakan.

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada larangan bagi bayi untuk menggunakan perhiasan. Namun, Bunda tetap harus memilih material perhiasan yang aman dan cocok untuk bayi. Selalu waspada terhadap risiko seperti tersedak atau tertelan yang mungkin terjadi pada bayi bunda.

Tips Memilih Perhiasan untuk bayi

Bolehkah Bayi Baru Lahir Memakai Perhiasan Emas
Ilustrasi Bayi Memakai Perhiasan Foto : Canva

Berikut tips memilih perhiasan untuk bayi, Agar sesuai dengan kebutuhan dan keamanan si kecil.

1.Pilih Bahan yang Aman dan Hypoallergenic

Saat membeli perhiasan untuk bayi, penting bagi Bunda untuk mempertimbangkan kesehatan Si Kecil Apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap beberapa bahan tertentu atau tidak. Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya hindari membeli perhiasan bayi yang murah dan pilihlah yang tidak mengandung nikel.

Kulit bayi sangatlah halus dan sensitif, oleh karena itu Bunda harus teliti dalam memilih bahan perhiasan yang tidak akan membahayakan kulitnya. Bahan-bahan seperti titanium, baja tahan karat, emas karat tinggi, perak murni, atau emas murni adalah pilihan yang baik untuk perhiasan bayi yang aman.

2. Perhatikan Desain dan Model

Ketika memilih perhiasan bayi, desain juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Misalnya, jika Bunda ingin membeli cincin, pastikan untuk memilih cincin yang sesuai dengan ukuran dan aman untuk bayi. Cincin bayi yang tidak tepat ukuran dan mudah dijangkau oleh bayi dapat menjadi sangat berbahaya.

Bunda bisa memilih perhiasan bayi berbahan emas untuk mengurangi risiko reaksi alergi pada bayi, perhiasan emas tidak hanya tersedia dalam warna kuning, tetapi juga tersedia dalam pilihan warna lain seperti emas mawar dan emas putih.

3. Menyesuaikan Ukuran

Perhiasan yang dikenakan oleh Si Kecil haruslah pas dengan ukuran lehernya, pergelangan tangannya, dan telinganya yang mungil. Hal ini penting agar perhiasan tidak membahayakan Si Kecil. Jika Bunda tidak ingin Si Kecil menelan atau melepas gelang, anting, atau cincinnya, Bunda harus mencari perhiasan yang sesuai dan pas dengan ukuran tubuh bayi.

Nah, Itulah Bund penjelasan mengenai bolehkah bayi baru lahir memakai perhiasan emas? jawabanya boleh aja yang paling penting bunda tetap memperhatikan jenis dan bahan perhiasan, Semoga bermanfaat.