Bawang Putih Ternyata Bisa Jadi Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi, Bunda Harus Tahu! 

Ilustrasi anak sakit gigi

Berbagai produk obat sakit gigi anak paling ampuh dan tidak kambuh lagi bisa Bunda pilih untuk si buah hati yang mengalami gangguan di giginya.

Sakit gigi pada anak bisa membuat orang tua khawatir dan stres.

Anak jadi rewel, tidak mau makan, dan susah tidur.

Apalagi, sakit gigi bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti gigi berlubang, tumbuh gigi, atau infeksi gusi.

Untuk mengatasi sakit gigi pada anak, Anda perlu memberikan obat yang aman dan efektif.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan perawatan gigi yang baik agar sakit gigi tidak kambuh lagi.

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat sakit gigi anak yang bisa Anda coba:

Rekomendasi Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi

1. Paracetamol

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Paracetamol

Paracetamol adalah obat sakit gigi anak yang paling populer.

Obat ini bisa meredakan nyeri dan demam yang sering menyertai sakit gigi.

Paracetamol bekerja dengan mengurangi respons nyeri di otak.

Obat ini bisa diberikan pada anak usia 2 bulan ke atas yang lahir setelah berumur 37 minggu, dan berat badannya lebih dari 4 kg.

Dosis paracetamol untuk anak harus disesuaikan dengan usia dan berat badannya.

Anda bisa mengikuti anjuran dosis yang tertera pada kemasan atau dari dokter.

Paracetamol bisa diminum sebelum atau sesudah makan, 3-4 kali sehari.

Jangan melebihi dosis maksimal yang dianjurkan, karena bisa menyebabkan kerusakan hati.

Jika anak Anda alergi terhadap paracetamol, segera hentikan penggunaan obat ini dan bawa ke dokter.

2. Ibuprofen

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat sakit gigi anak yang juga bisa meredakan nyeri dan demam.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bisa menghambat produksi zat penyebab peradangan dalam tubuh.

Ibuprofen bisa diberikan pada anak usia 3 bulan ke atas yang berat badannya lebih dari 5 kg.

Dosis ibuprofen untuk anak juga harus disesuaikan dengan usia dan berat badannya.

Anda bisa mengikuti anjuran dosis yang tertera pada kemasan atau dari dokter.

Ibuprofen sebaiknya diminum setelah makan, 3-4 kali sehari.

Jangan melebihi dosis maksimal yang dianjurkan, karena bisa menyebabkan iritasi lambung, pendarahan, atau gagal ginjal.

Jika anak Anda alergi terhadap ibuprofen, segera hentikan penggunaan obat ini dan bawa ke dokter.

3. Naproxen

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Naproxen

Naproxen adalah obat sakit gigi anak yang juga termasuk ke dalam golongan NSAID.

Obat ini bisa meredakan nyeri dan pembengkakan akibat sakit gigi.

Naproxen bisa diberikan pada anak usia 2 tahun ke atas.

Dosis naproxen untuk anak juga harus disesuaikan dengan usia dan berat badannya.

Anda bisa mengikuti anjuran dosis yang tertera pada kemasan atau dari dokter.

Naproxen sebaiknya diminum setelah makan, 2 kali sehari.

Jangan melebihi dosis maksimal yang dianjurkan, karena bisa menyebabkan efek samping yang sama dengan ibuprofen.

Jika anak Anda alergi terhadap naproxen, segera hentikan penggunaan obat ini dan bawa ke dokter.

4. Obat Kumur Antiseptik

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Obat kumur antiseptik

Obat kumur antiseptik adalah obat sakit gigi anak yang bisa membunuh kuman penyebab infeksi di mulut.

Obat ini bisa digunakan untuk anak usia 6 tahun ke atas.

Cara penggunaannya adalah dengan berkumur selama 30 detik, kemudian meludah.

Obat kumur antiseptik bisa digunakan 2-3 kali sehari, setelah menyikat gigi.

Jangan menelan obat kumur, karena bisa menyebabkan mual atau muntah.

Jika anak Anda alergi terhadap obat kumur antiseptik, segera hentikan penggunaan obat ini dan bawa ke dokter.

5. Obat Oles Gigi

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Obat Oles Gigi

Obat oles gigi adalah obat sakit gigi anak yang bisa memberikan efek mati rasa pada area yang sakit.

Obat ini bisa digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas.

Cara penggunaannya adalah dengan mengoleskan obat pada gigi atau gusi yang sakit, menggunakan kapas atau cotton bud.

Obat oles gigi bisa digunakan 3-4 kali sehari, sesuai kebutuhan.

Jangan mengoleskan obat terlalu banyak, karena bisa menyebabkan iritasi atau luka bakar pada mulut.

Jika anak Anda alergi terhadap obat oles gigi, segera hentikan penggunaan obat ini dan bawa ke dokter.

6. Obat Alami

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Bawang Putih

Selain obat-obatan di atas, Anda juga bisa mencoba obat sakit gigi anak yang alami, seperti:

  • Bawang putih: Bawang putih mengandung senyawa alisin yang bisa membunuh kuman dan meredakan nyeri. Caranya Bunda bisa menghaluskan bawang putih, lalu menempelkannya pada gigi atau gusi yang sakit selama beberapa menit. Ulangi beberapa kali sehari, sampai sakit gigi berkurang.
  • Cengkeh: Cengkeh mengandung senyawa eugenol yang bisa memberikan efek mati rasa dan antiseptik. Bunda bisa menggigit cengkeh pada gigi yang sakit, atau mengoleskan minyak cengkeh pada gigi atau gusi yang sakit dengan kapas. Ulangi beberapa kali sehari, sampai sakit gigi berkurang.
  • Kunyit: Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang bisa menghambat peradangan dan meredakan nyeri. Bunda bisa membuat pasta kunyit dengan mencampurkan kunyit bubuk dengan air, lalu mengoleskannya pada gigi atau gusi yang sakit. Ulangi beberapa kali sehari, sampai sakit gigi berkurang.
  • Madu: Madu mengandung senyawa antibakteri dan antiinflamasi yang bisa membantu menyembuhkan infeksi dan meredakan nyeri. Bunda bisa mengoleskan madu pada gigi atau gusi yang sakit, atau berkumur dengan air madu hangat. Ulangi beberapa kali sehari, sampai sakit gigi berkurang.

Cara Mencegah Sakit Gigi Kambuh Lagi

Setelah sakit gigi sembuh, Anda perlu melakukan perawatan gigi yang baik agar sakit gigi tidak kambuh lagi.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  • Ajarkan anak untuk menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi dan malam sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikat gigi dengan gerakan melingkar dan lembut, serta jangan lupa untuk membersihkan sela-sela gigi dan lidah.
  • Ajarkan anak untuk menggunakan benang gigi setidaknya sekali sehari, terutama setelah makan makanan yang lengket atau manis. Gunakan benang gigi yang lembut dan bersih, serta jangan menariknya terlalu keras agar tidak melukai gusi.
  • Ajarkan anak untuk berkumur dengan air bersih setelah menyikat gigi atau setelah makan. Kumur dengan cara menggerakkan air di mulut selama beberapa detik, lalu meludah. Kumur bisa membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan bakteri di mulut.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman yang manis, asam, atau berwarna pada anak. Makanan dan minuman ini bisa merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Berikan anak makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, seperti buah, sayur, susu, dan air putih.
  • Bawa anak ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi.

Dokter gigi bisa mendeteksi dan mengobati masalah gigi dan mulut pada anak sejak dini, serta

Cara Mengatasi Sakit Gigi Anak Saat Tumbuh Gigi

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Ilustrasi anak sakit gigi karena tumbuh gigi

Saat anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun, mereka akan mengalami proses tumbuh gigi.

Proses ini bisa menyebabkan sakit gigi pada anak, karena gusi menjadi bengkak dan meradang.

Untuk mengatasi sakit gigi anak saat tumbuh gigi, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Berikan anak mainan gigit yang bersih dan dingin. Seperti teether atau kain basah yang dibekukan. Mainan gigit bisa membantu meredakan tekanan pada gusi dan menenangkan anak.
  • Oleskan gel atau salep khusus untuk tumbuh gigi pada gusi anak. Gel atau salep ini bisa memberikan efek mati rasa dan mengurangi rasa sakit. Pastikan  Bunda menggunakan produk yang aman dan sesuai dengan usia anak. Baca petunjuk penggunaan dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Berikan anak minuman atau makanan yang dingin, seperti jus, yogurt, atau buah-buahan. Minuman atau makanan yang dingin bisa membantu menurunkan suhu gusi dan meredakan nyeri.
  • Hindari memberikan anak makanan atau minuman yang manis, asam, atau keras, karena bisa memperparah sakit gigi.
  • Pijat gusi anak dengan lembut, menggunakan jari bersih atau kain basah. Pijatan bisa membantu merangsang aliran darah dan mengurangi pembengkakan pada gusi. Lakukan pijatan dengan gerakan melingkar dan lembut, selama beberapa menit.
  • Berikan anak obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, jika sakit gigi sangat mengganggu. Obat pereda nyeri bisa membantu mengatasi nyeri dan demam yang sering menyertai tumbuh gigi. Pastikan Anda memberikan obat sesuai dengan dosis dan usia anak. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat pada anak.

Kapan Anak Harus ke Dokter Gigi?

Obat Sakit Gigi Anak Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi
Ilustrasi anak periksa gigi di dokter

Sakit gigi pada anak bisa sembuh dengan sendirinya atau dengan bantuan obat-obatan.

Namun, ada beberapa kondisi yang menunjukkan bahwa anak perlu dibawa ke dokter gigi, yaitu:

  • Sakit gigi tidak kunjung sembuh setelah 2-3 hari, atau semakin parah.
  • Sakit gigi disertai dengan gejala lain, seperti bengkak pada wajah, kesulitan bernapas, atau demam tinggi.
  • Sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang, patah, atau terlepas.
  • Sakit gigi disebabkan oleh infeksi gusi, abses, atau radang pulpa.
  • Sakit gigi mengganggu aktivitas anak, seperti makan, minum, atau tidur.

Dokter gigi bisa melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan penyebab sakit gigi pada anak.

Dokter gigi juga bisa memberikan saran dan tips untuk merawat gigi dan mulut anak agar tetap sehat dan bersih.

Semoga artikel obat sakit gigi anak paling ampuh dan tidak kambuh lagi ini bisa bermanfaat untuk Bunda, selamat mencoba!

Dapatkan update berita pilihan dan informasi unik setiap hari dari mamikita.com. Follow mamikita di Google News mamikita.com, kemudian ikuti dengan klik ikon agar bisa mendapatkan notifikasi setiap saat.

Ketika pensilku patah mungkin aku bisa berhenti menulis tapi tak bisa berhenti berpikir

Artikel Terkait