Pengangkatan Miom saat Melahirkan: Apa yang Perlu Diketahui?
Miom yang muncul selama kehamilan tidak selalu harus diangkat bersamaan dengan proses melahirkan. Keputusan ini bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran, lokasi, gejala, dan dampaknya terhadap kehamilan.
Pengangkatan miom saat operasi caesar memungkinkan, namun hal ini memerlukan pertimbangan yang cermat. Kondisi rahim yang berubah dan aliran darah yang meningkat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Dokter dapat merekomendasikan pengangkatan miom setelah persalinan ketika rahim kembali mengecil. Prosedur seperti laparoskopi atau penggunaan teknologi robotik bisa menjadi pilihan setelah evaluasi lebih lanjut.
Miom adalah pertumbuhan jaringan jinak yang dapat terjadi di dalam atau di sekitar rahim, dan dapat dialami oleh perempuan di usia reproduktif, termasuk yang sedang hamil. Ukuran dan lokasi miom bervariasi, sehingga dampaknya terhadap kehamilan juga berbeda.
Dalam wawancara dengan dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG dari Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, dibahas mengenai kesehatan reproduksi perempuan, termasuk kista, miom, dan perdarahan. Salah satu topik menarik yang diangkat adalah mengenai pengangkatan miom saat melahirkan.
Miom Tidak Harus Diangkat saat Melahirkan
Tidak semua miom yang terdeteksi selama kehamilan harus diangkat. Jika miom tidak mengganggu kehamilan, dokter mungkin akan merekomendasikan pemantauan sesuai dengan kondisi ibu.
“Sebetulnya tidak wajib, tapi kalau mau diambil boleh-boleh saja,” ungkap dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG.
Pengangkatan Miom saat Operasi Caesar Punya Risiko Perdarahan
Dr. Agatha menjelaskan bahwa meskipun miom bisa diangkat bersamaan dengan operasi caesar, tindakan ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Perubahan pada rahim dan peningkatan aliran darah selama persalinan dapat meningkatkan risiko perdarahan.
“Pada saat lahiran caesar, kalau kita sekalian ambil miom juga bisa berisiko perdarahan,” tambahnya.
Oleh karena itu, keputusan untuk mengangkat miom saat caesar harus mempertimbangkan kondisi rahim, lokasi miom, dan potensi risiko yang mungkin timbul.
Pengangkatan Miom Bisa Dipertimbangkan setelah Melahirkan
Mengangkat miom setelah persalinan mungkin menjadi pilihan yang lebih aman. Setelah melahirkan, rahim akan kembali ke ukuran normal, dan dokter dapat mengevaluasi kondisi miom lebih lanjut untuk menentukan tindakan yang tepat.
“Kalau saya ditanya lebih bagus miom diambilnya kapan, waktu lagi lahiran apa nanti setelah dia lahiran? Kalau saya pribadi, sih, setelah,” jelas dr. Agatha.
Ada Pilihan Metode Pengangkatan Miom setelah Persalinan
Jika memilih untuk mengangkat miom setelah melahirkan, dokter dapat mempertimbangkan prosedur laparoskopi, yang melibatkan sayatan kecil menggunakan alat khusus. Dr. Agatha juga menyebutkan bahwa teknologi robotik dapat digunakan untuk prosedur ini, yang dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan.
Namun, metode pengangkatan yang paling sesuai harus ditentukan melalui konsultasi dan pemeriksaan dokter.
Kesimpulannya, pengangkatan miom saat melahirkan tidaklah wajib. Ibu dapat memilih untuk melakukannya setelah melahirkan dengan metode laparoskopi, sesuai dengan rekomendasi dokter.


Tinggalkan Balasan