Kualitas Udara Jakarta Buruk, Lindungi Si Kecil Agar Tidak Terpapar
Diperbarui

Diperbarui

KesehatanKanker serviks atau kanker leher rahim sering berkembang perlahan tanpa gejala pada tahap awal. Karena itu, skrining penting untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini, sebelum berkembang menjadi kanker invasif. Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi. Proses dari infeksi HPV hingga menjadi lesi prakanker dan kanker dapat berlangsung selama bertahun-tahun, […]
KesehatanKesehatan pencernaan anak menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua. Selain membantu proses penyerapan nutrisi, kondisi saluran pencernaan juga berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh. Salah satu istilah yang semakin sering muncul dalam pembahasan mengenai kesehatan pencernaan adalah sinbiotik. Sinbiotik merupakan kombinasi antara probiotik dan prebiotik yang dirancang untuk […]
KesehatanPenyakit autoimun kini menjadi perhatian serius di berbagai negara karena jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pakar dari IPB University mengungkapkan bahwa tren ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi sudah menjadi masalah kesehatan global yang perlu diwaspadai. Yang menjadi sorotan, perempuan disebut sebagai kelompok yang paling rentan mengalami penyakit autoimun. Kondisi […]
Belakangan ini kualitas udara Jakarta buruk, Bahkan kabut tebal sempat menghiasi langit Jakarta akibat buruknya kualitas udara. Sebagai orang tua tentu bunda menjadi khawatir terhadap kesehatan si kecil
Pasalnya kondisi udara yang buruk ini dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan pada anak. Untuk menghindari dampak negatifnya, Bunda dapat menyimak beberapa tips berikut ini!
Mengutip laporan dari Detik Health, udara yang terpenuhi polusi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada anak-anak. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menyoroti bahwa polusi udara dapat menyebabkan infeksi pernapasan, batuk, pilek, dan gejala lainnya pada anak-anak.
Selain meningkatnya polusi udara, dr. Piprim juga mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem belakangan ini juga berdampak buruk pada kesehatan anak-anak.
“Perubahan cuaca ekstrem biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan dapat meningkatkan alergi pada anak-anak. Itu adalah hal yang paling dominan,” jelasnya.

Melihat dampak negatif paparan polusi udara terhadap kesehatan anak-anak, tentunya kita tidak ingin anak-anak kita mengalaminya. Oleh karena itu, dr. Piprim menjelaskan beberapa cara melindungi anak dari paparan polusi udara, salah satunya dengan menjaga kualitas udara di dalam rumah.
“Secara umum, rumah lebih aman daripada di luar rumah, kecuali jika ventilasi rumah buruk. Jika ventilasinya baik, rumah bisa menjadi tempat yang lebih baik bagi anak-anak,” kata dr. Piprim.
Selain menjaga kualitas udara di dalam rumah, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak dari paparan polusi udara:
Masker adalah satu-satunya penghalang polusi udara ketika berada di luar rumah. Oleh karena itu, Bunda dapat mengajarkan pada kecil untuk menggunakan masker dan jelaskan pentingnya penggunaannya.
Cara paling efektif untuk melindungi anak dari polusi udara adalah dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Meskipun mungkin terasa membosankan bagi anak-anak, Bunda dapat mencoba mencari kegiatan menarik yang bisa dilakukan bersama di kecil di dalam rumah.
Beberapa jenis tanaman hias seperti Aglaonema, Chlorophytum (tanaman laba-laba), atau Sansevieria (tanaman lidah mertua) memiliki kemampuan menyerap zat-zat beracun di udara. Letakkan beberapa tanaman hias ini di dalam rumah agar udara di dalam ruangan lebih bersih.
Pastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi dan suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Salah satu vitamin penting yang harus diperhatikan adalah vitamin C, yang mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas akibat polusi udara dan mencegah masalah kesehatan.
Kabar buruk mengenai kualitas udara di Jakarta memang membuat orang tua khawatir. Namun, dengan melakukan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas, Bunda dapat membantu melindungi si kecil dari bahaya polusi udara saat ini. Semoga Bermanfaat