Kenali Gejala Anak Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya


AdvertorialMAMIKITA.COM – Sebanyak 7.000 kilogram beras dan paket sembako ditebar Bank DKI kepada warga Bekasi terdampak banjir. Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakata, Marullah Matali pada Kamis (6/3). Menurut Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, bantuan ini diberikan sebagai langkah Bank DKI mendukung Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pemkot Bekasi […]
AdvertorialMAMIKITA.COM – Dalam rangka mendukung program sosial kemasyarakatan dan memperkuat sinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Bank DKI menyerahkan 1 (satu) unit mobil operasional kepada PMI DKI Jakarta oleh Vice President Hubungan Kelembagaan Bank DKI, Zulfikryshah kepada Bendahara PMI DKI Jakarta, Bayu Herdaya Suryadiredja yang dilakukan pada Kamis (23/01). Penyerahan mobil Operasional ini merupakan bagian dari […]
AdvertorialMAMIKITA.COM – Bank DKI melalui program Masjid JakOne Abank mempermudah pengurus masjid di Jakarta untuk melakukan transaksi perbankannya. Menggunakan perangkat Mobile Point of Sales (MPOS), pengelola masjid sebagai mitra agen bank memungkinkan tersedianya layanan perbankan tanpa kantor. Menurut Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus, program Masjid JakOne Abank, sebagai wujud komitmen dalam mendukung […]
Kekurangan zat besi pada anak-anak merupakan masalah kesehatan yang serius dan cukup umum terjadi di Indonesia.
Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, satu dari tiga anak Indonesia di bawah usia 5 tahun mengalami anemia, dengan kekurangan zat besi sebagai salah satu penyebab utamanya
Maka dari itu penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala anak kekurangan zat besi dan bagaimana cara mengatasinya
Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi vital. Meskipun jumlahnya sedikit dalam tubuh, perannya sangatlah besar, terutama dalam Pembentukan sel darah merah, Produksi energi, fungsi otot dan kesehatan lainya
Kekurangan zat besi pada anak dapat berakibat fatal pada perkembangan kognitif mereka misalnya anak mengalami kesulitan dalam belajar dan mengingat informasi baru.
Selain itu Anak yang tidak mendapatkan cukup zat besi berisiko mengalami kesulitan konsentrasi, susah mengingat, daya tahan tubuh menurun dan masalah perilaku seperti sulit mengendalikan diri, mudah marah, dan rewel.
Dalam jangka panjang, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menghambat pertumbuhan anak dan potensi masa depan mereka.

Anak membutuhkan zat besi agar otak mereka berkembang secara normal. Anak yang kekurangan zat besi sering kali memiliki tanda kurang aktif secara fisik dan berkembang lebih lambat.
Salah satu penyebab utama kekurangan zat besi pada si Kecil adalah minimnya perhatian orangtua terhadap kandungan zat besi yang ada pada makanan anak yang dikonsumsi setiap harinya
Beberapa gejala yang harus bunda waspadai jika anak kekurangan zat besi yaitu:
Berikut tabel kebutuhan zat besi anak berdasarkan usia yang perlu bunda ketahui:
Untuk mencegah kekurangan zat besi pada anak, penting bagi orang tua untuk memastikan anak mendapatkan asupan zat besi yang cukup.
Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan asupan zat besi harian pada anak:

Untuk mecukupi dan meningkatkan kebutuhan zat besi pada anak, Bunda harus memberikan asupan makanan yang mengandung zat besi seperti daging, ikan, sayuran hijau dan biji-bijian.
Beberapa sumber makanan yang kaya zat besi antara lain

Selain makanan kaya akan zat besi, Bunda juga bisa memberikan suplementasi zat besi. hal ini juga bisa menjadi pilihan, terutama jika anak memiliki risiko tinggi kekurangan zat besi atau sudah terdiagnosis anemia defisiensi zat besi.
Salah satu suplemen yang bagus untuk anak adalah maltofer sirup.
Maltofer sirup merupakan obat yang digunakan untuk terapi komplementer zat besi secara oral agar kebutuhan zat besi pada anak-anak, remaja, dan dewasa tercukupi.
Maltofer mengandung Iron Polymaltosa Complex (IPC) yaitu senyawa larut air yang terdiri dari inti besi (III) hidroksida dengan polymaltosa shell yang menyerupai ferritin.
maltofer sirup memiliki rasa yang enak, tidak pahit dan mudah ditelan. Selain itu maltofer sirup juga tidak menyebabkan iritasi lambung, sehingga aman untuk penderita maag.
Itulah penjelasan mengenai gejala anak kekurangan zat besi dan bagaimana cara meningkatkan asupan zat besi harian anak. Semoga bermanfaat ya Bunda!