Kabar Terbaru Adriana Iliescu, Wanita yang Melahirkan Anak Pertama di Usia 66 Tahun
Diperbarui

Diperbarui

Bayi dan AnakDi tengah semakin dekatnya anak dengan layar, ada kebutuhan yang tidak kalah penting: memberikan kesempatan kepada anak untuk kembali menyentuh, bergerak, mengeksplorasi, dan belajar dari alam. Anak-anak masa kini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi hadir hampir di setiap sisi kehidupan. Telepon pintar, tablet, televisi, dan berbagai perangkat digital menjadi bagian […]
Bayi dan AnakKetika membahas kecerdasan anak, orang tua mungkin lebih sering mendengar istilah IQ atau Intelligence Quotient. Padahal, kemampuan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berpikir dan memecahkan soal. Ada pula istilah EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) yang kerap digunakan untuk menggambarkan aspek lain dalam perkembangan anak. Ketiganya memiliki fokus yang berbeda, tetapi dapat saling […]
Bayi dan AnakTidur merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Bukan hanya membantu tubuh beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas, tidur yang cukup dan berkualitas juga berperan dalam menjaga suasana hati, kemampuan belajar, serta kesehatan mental anak. Sayangnya, kebiasaan tidur anak terkadang luput dari perhatian orang tua. Anak yang tidur terlalu larut, sering terbangun di malam hari, atau […]
Hai bun, masih ingat dengan Adriana Iliescu yang namanya sempat viral pada 2005 lalu? Penasaran bagaimana kabar wanita tersebut sekarang? Yuk, simak ulasan tentang kabar terbaru Adriana Iliescu wanita yang melahirkan anak pertama di usia 66 tahun.

Pada 2005 lalu, wanita bernama Adriana Iliescu melahirkan anak pertamanya pada usianya yang menginjak 66 tahun.
Karena hamil di usianya yang sudah lanjut, Adriana Iliescu akhirnya dinobatkan sebagai ibu paling tua di dunia dalam Guinness Book of World Records.
Sebelum berhasil melahirkan anak pertama, Adriana Iliescu sebenarnya telah menghabiskan satu dekade untuk menjalani perawatan kesuburan namun belum membuahkan hasil.
Dirinya kemudian menggunakan metode in-vitro fertilization dan dan menerima donor sperma anonim. Hingga pada akhirnya Adriana Iliescu berhasil mengandung anak kembar dimana hanya satu bayi perempuan yang berhasil selamat.
Dengan usianya yang telah lanjut, Adriana tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Selain itu, kondisi dua bayinya yang sudah dalam keadaan meninggal membuat dokter terpaksa harus melakukan tindakan tersebut.
Dan pada akhirnya, Adriana Iliescu berhasil melahirkan putri pertamanya dan diberi nama Eliza.
Bagi Adriana Iliescu, kelahiran Eliza merupakan berkat terbaik dari Tuhan meskipun dirinya sering menerima pandangan negatif dari berbagai kalangan khususnya jemaat gereja.
Namun kembali lagi, ini bukanlah sebuah hal yang harus ia sesalkan karena keputusannya untuk memiliki anak memang sudah bulat.
Bahkan, di sisa hidupnya, ia sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk sang anak dengan memenuhi segala macam kebutuhannya.
Ia sebelumnya juga telah meminta dokter yang membantunya untuk menjadi wali Eliza dan ayah baptis jika suatu hari ia telah tiada.

Di usia Eliza yang menginjak 17 tahun pada beberapa tahun lalu, kabar ibunya kembali menjadi bahan perbincangan.
Hal ini karena Eliza tumbuh menjadi gadis remaja yang cerdas dan memiliki semangat besar untuk menempuh pendidikan.
Ia bahkan memiliki prestasi dalam bidang sain dan masuk dalam kategori siswi yang berprestasi di sekolah.
Sementara untuk melahirkan Andriana, kabarnya ia sempat ingin memiliki anak untuk kedua kalinya.
Namun keinginan tersebut ia urungkan dan memilih untuk fokus dalam mengurus dan membesarkan sang putri.