Baik Buruknya Gaya Parenting Lek Damis Ala Emak-Emak VOC!
Diperbarui

Diperbarui

ParentingMelihat anak mulai bisa menyusun balok, menirukan suara binatang, atau menyebutkan beberapa kata baru memang menyenangkan. Rasanya setiap minggu selalu ada kemampuan baru yang muncul. Di tengah rasa senang itu, kadang muncul pertanyaan lain. Apakah stimulasi yang diberikan di rumah sudah cukup? Perlukah anak mengikuti kelas sejak usia satu tahun? Kalau teman seusianya sudah mulai […]
ParentingMenyusui anak orang lain merupakan hal yang sudah dikenal sejak dahulu. Dalam kondisi tertentu, seorang ibu mungkin tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya sehingga membutuhkan bantuan perempuan lain untuk menyusui. Dalam Islam, praktik tersebut pada dasarnya diperbolehkan. Namun, menyusui anak orang lain bukan hanya berkaitan dengan pemberian ASI. Dalam ketentuan fikih, persusuan dapat menimbulkan hubungan […]
ParentingPenggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan anak-anak dan remaja. Chatbot AI dapat digunakan untuk membantu mengerjakan tugas sekolah, mencari informasi, membuat ide tulisan, belajar bahasa, hingga sekadar menjadi teman berbincang. Di satu sisi, teknologi ini dapat menjadi alat belajar yang bermanfaat. Namun di sisi […]
Beberapa waktu belakangan gaya parenting Lek Damis ini viral di sosial media, khususnya TikTok. Sebab gaya pengasuhan anaknya persis seperti ibu kita jaman dulu.
Hal itu menjadi bahan perbincangan para netizen. Mereka banyak yang membandingkan dengan gaya parenting Nikita Willy yang terlihat lebih ramah untuk anak kecil.
Namun ada pula yang setuju dengan gaya pengasuhan seperti Lek Damis tersebut. Karena menurut mereka itu bisa membuat anak menjadi lebih kuat.
Namun ada yang tidak setuju, karena bisa menghancurkan mental anak. Sebab anak tidak selayaknya diperlakukan begitu. Lantas seperti apa baik buruknya gaya pengasuhan ala Lek Damis ini?
Sebenarnya gaya parenting seperti Lek Damis itu seringkali kita lihat. Tidak melulu dengan konotasi buruk saja. Ternyata ada dampak baiknya untuk anak dengan gaya pengasuhan seperti itu.

Anak yang didik orang tuanya dengan ketat tentu akan lebih memiliki rasa tanggung jawab. Karena orang tua mengajarkan apa yang sudah dijalankan harus diselesaikan.
Hal inilah yang membuat anak menjadi tumbuh rasa tanggung jawab dalam dirinya. Anak akan merasa jika segala sesuatu yang sudah dia mulai harus pula diselesaikan dengan tanggung jawab.
Anak yang memiliki gaya parenting Lek Damis ini biasanya tinggi akan rasa empati. Sebab anak akan diajarkan untuk tetap berperilaku sopan santun dan saling membantu.
Biasanya kakak akan lebih tinggi rasa empatinya terhadap adiknya. Hal ini dipicu karena rasa tanggung jawabnya sehingga perlu juga untuk bertenggang rasa terhadap saudaranya.

Anak ini belum tahu mana yang baik untuknya dan mana yang benar. Sehingga gaya parenting VOC akan membuatnya lebih menjadi pribadi yang penurut.
Anak tentu akan lebih penurut dan pendiam. Serta lebih mudah untuk diberitahu serta masukan yang mana baik untuknya atau tidak.
Anak yang mendapatkan pengasuhan seperti Lek Damis ini tentu akan membentuk karakter anak menjadi kuat dan tangguh.
Sehingga nantinya ketika anak turun bermasyarakat dirinya tidak merasa terkejut dengan karakter orang yang keras. Karena itu sudah menjadi hal yang biasa untuk dirinya, tidak menjadikan mental anak lembek.
Parenting seperti Lek Damis ini sering kali disebut para netizen sebagai parenting VOC. Tujuannya untuk mendisiplinkan anak-anak serta memastikan ketaatannya.
Namun hal ini memicu dampak buruk pada anak. apa saja dampak buruk yang ditimbulkan dari gaya parenting yang otoriter tersebut?

Salah satu dampak buruk dari pola pengasuhan yang otoriter, akan membentuk anak menjadi takut dan cemas berlebihan.
Mungkin mereka merasa takut untuk membuat kesalahan atau mengungkapkan pendapat mereka sendiri. Ini karena mereka takut dengan hukuman atau kritis keras dari orang tuanya.
Anak yang mendapatkan pola pengasuhan otoriter, biasanya cenderung lebih kaku. Mereka lebih mengandalkan otoritas, sehingga membuat mereka kurang kreatif.
Anak terbiasa dengan aturan yang sistematis, sehingga anak kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis. Ini membuat mereka lebih memilih mengikuti aturan yang ada saja.

Melalui lingkungan yang didominasi anak-anak yang merasa kesulitan untuk membuka dirinya kepada orang tua. Ini membuat anak kehilangan komunikasi dan keterbukaan bersama orang tua.
Karena anak merasa sulit untuk mendapatkan dukungan dari orang tua, akibat didikan yang terlalu ketat. Hal ini tentu menyebabkan anak lebih baik berbohong untuk terbebas dari segala hukuman orang tuanya.
Anak yang mendapatkan pengasuhan super ketat dari orang tuanya akan lihai dalam berbohong. Ini karena anak mencoba untuk melanggar aturan.
Akan tetapi mereka enggan untuk melanggarnya secara terbuka, karena takut dimarahi. Akhirnya anak akan belajar untuk berbohong dan mencari cara melawan otoritas orang tuanya.
Itulah baik buruknya gaya parenting Lek Damis. Sebenarnya gaya parenting otoritas ini tidak buruk, asal orang tua pandai dalam menempatkan pola asuhan kepada anak.