Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi? Cari Tahu Jawabannya di Sini!


KehamilanKehadiran bayi membawa kebahagiaan sekaligus perubahan besar dalam kehidupan pasangan. Rutinitas, tanggung jawab, dan kebutuhan keluarga akan bertambah setelah persalinan. Karena itu, masa kehamilan dapat dimanfaatkan untuk membicarakan berbagai hal yang perlu disiapkan bersama. Diskusi sejak awal membantu Mama dan Papa memahami kebutuhan satu sama lain serta menyusun rencana yang lebih sesuai dengan kondisi keluarga. […]
KehamilanSetelah berhenti menggunakan kontrasepsi dalam jangka panjang, tubuh mungkin membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menyeimbangkan hormon, menstabilkan siklus menstruasi, dan memulihkan ovulasi. Karena itu, merencanakan kehamilan anak ketiga bisa memerlukan kesabaran, terutama jika siklus haid belum kembali teratur. Memantau masa subur dan mengatur waktu berhubungan intim dapat membantu mengoptimalkan peluang pembuahan. Berikut beberapa […]
KehamilanEnhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) adalah metode operasi caesar yang dirancang untuk membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri setelah operasi. Prosedur ini menggunakan pendekatan multidisiplin, termasuk teknik anestesi khusus. Bagi calon ibu yang mempertimbangkan persalinan dengan ERACS, fasilitas kesehatan dan tim medis menjadi beberapa hal yang dapat dipertimbangkan. Berikut tujuh rumah sakit di […]
Apakah ibu hamil boleh makan cumi? Pertanyaan tersebut sering jadi kekhawatiran para bumil. Ngidam ingin makan cumi, tapi takut jika berbahaya bagi kandungan.
Cumi adalah hewan laut yang biasanya disajikan dalam berbagai hidangan masakan. Cumi ini memiliki tektur yang kenyal dan juga bercita rasa gurih.
Kalau ada yang bertanya apakah ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi cumi atau tidak, jawabannya boleh karena memang tidak ada pantangan. Selain rasanya enak, banyak juga kandungan gizinya.
Nutrisi dan gizi yang terdapat dalam cumi-cumi baik bagi bumil guna mendukung pertumbuhan janin. Namun sayangnya, masih ada yang tidak memperbolehkan, takut jika menimbulkan masalah.
Contoh mitos yang sering berkembang yaitu cumi diduga bisa mengakibatkan kulit bayi membiru ketika lahir. Bahkan terbelit ari-ari atau jalannya mundur ketika dewasa.
Mitos-mitos itulah yang membuat bumil takut buat makan cumi. Padahal dari cumi, akan menerima sokongan energi nutrisi penting lainnya.
Tidak perlu takut mengonsumsi cumi, karena banyak mengandung omega-3. Kandungan tersebut merupakan jenis lemak yang tidak bisa dibuat oleh tubuh sendiri. Manfaatnya yaitu:
Cumi juga mengandung zat besi untuk mencukupi kebutuhan sel darah merah bumil dan janin. Selain itu terdapat asam folat, protein, vitamin A, C, dan B12.
Dari penjelasan tersebut sudah jelas, bahwa pertanyaan apakah ibu hamil boleh makan cumi, jawabannya boleh saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, asal dikonsumsi dalam porsi normal.
Bagi ibu hamil, memang aman mengonsumsi cumi. Tapi ada beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum memakannya, antara lain yaitu:
Setiap hal yang berlebihan pasti tidak baik akibatnya. Begitu pula dengan mengonsumsi cumi dalam porsi banyak bagi ibu hamil.
Ada beberapa risiko ketika ibu hamil makan cumi, namun tidak memperhatikan tips yang telah dijelaskan. Di antara yang perlu diwaspadai yaitu:

Bagi beberapa orang, terkadang cumi bisa mengakibatkan alergi. Sebab itulah, hindari mengonsumsinya kalau punya riwayat alergi, meskipun sangat menginginkannya.
Lebih baik ganti dengan makanan laut lain yang sama-sama memberikan nutrisi bagi bumil dan janin. Contohnya ikan salmon, udang, tiram, atau kerang.
Proses pengolahan yang salah pada cumi juga bisa meningkatkan kadar kolesterol. Seperti yang diketahui kalau cumi mengandung asam lemak.
Ketika digoreng, memungkinkan kadar lemak bertambah. Terlebih lagi menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali.
Penggunaan minyak itulah yang menimbulkan risiko naiknya kadar kolesterol dalam tubuh. Meski begitu tidak perlu khawatir. Tidak ada masalah selama dimakan dengan porsi wajar.

Risiko keracunan muncul ketika cumi dimakan dalam kondisi mentah. Sama seperti sumber protein hewani lainnya, dalam cumi terdapat bakteri.
Saat keracunan muncul gejala seperti sakit perut, muntah-muntah, dan diare. Oleh sebab itu, harus dimasak hingga matang.
Jadi, jika masih bertanya-tanya apakah ibu hamil boleh makan cumi, jawabannya diperbolehkan. Tentunya konsumsi dan olah dengan cara yang benar.