Alasan Kenapa Air Ketuban Berwarna Hijau? Bahayakah untuk Janin?
Diperbarui

Diperbarui

KehamilanKehadiran bayi membawa kebahagiaan sekaligus perubahan besar dalam kehidupan pasangan. Rutinitas, tanggung jawab, dan kebutuhan keluarga akan bertambah setelah persalinan. Karena itu, masa kehamilan dapat dimanfaatkan untuk membicarakan berbagai hal yang perlu disiapkan bersama. Diskusi sejak awal membantu Mama dan Papa memahami kebutuhan satu sama lain serta menyusun rencana yang lebih sesuai dengan kondisi keluarga. […]
KehamilanSetelah berhenti menggunakan kontrasepsi dalam jangka panjang, tubuh mungkin membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menyeimbangkan hormon, menstabilkan siklus menstruasi, dan memulihkan ovulasi. Karena itu, merencanakan kehamilan anak ketiga bisa memerlukan kesabaran, terutama jika siklus haid belum kembali teratur. Memantau masa subur dan mengatur waktu berhubungan intim dapat membantu mengoptimalkan peluang pembuahan. Berikut beberapa […]
KehamilanEnhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) adalah metode operasi caesar yang dirancang untuk membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri setelah operasi. Prosedur ini menggunakan pendekatan multidisiplin, termasuk teknik anestesi khusus. Bagi calon ibu yang mempertimbangkan persalinan dengan ERACS, fasilitas kesehatan dan tim medis menjadi beberapa hal yang dapat dipertimbangkan. Berikut tujuh rumah sakit di […]
Cairan ketuban memiliki peran penting selama kehamilan. Secara normal, warna air ketuban adalah bening dengan sedikit kekuningan. Namun, dalam beberapa kasus, warna air ketuban bisa berubah menjadi keruh atau bahkan hijau.
Tentu saja, ini menjadi pertanyaan bagi ibu hamil. Kenapa air ketuban berwarna hijau, Untuk mengetahui penyebab air ketuban berwarna hijau dan apakah berbahaya, berikut penjelasannya.
Selama kehamilan, air ketuban memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan melindungi janin dari risiko benturan dan infeksi. Pada minggu-minggu awal kehamilan, air ketuban terbentuk dari plasma ibu. Pada kehamilan sekitar 12 minggu, cairan ketuban terutama terdiri dari air dan elektrolit.
Pada trimester kedua, cairan ketuban mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan urea yang membantu pertumbuhan bayi. Sekitar usia kehamilan 16 minggu, ginjal bayi mulai berfungsi, dan urine bayi menjadi sumber utama air ketuban. Selain itu, cairan ketuban juga berasal dari cairan yang dikeluarkan oleh paru-paru bayi.
Secara normal, air ketuban berwarna bening dengan sedikit kekuningan. Teksturnya cair, berbeda dengan cairan vagina yang cenderung lebih kental. Air ketuban biasanya tidak berbau.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan air ketuban berubah warna menjadi hijau. Salah satunya adalah ketika air ketuban tercampur dengan mekonium atau tinja bayi. Biasanya, kondisi ini terjadi jika kehamilan telah melewati jangka waktu normal atau lebih dari 42 minggu.
Selain itu, air ketuban hijau juga dapat disebabkan oleh tekanan pada plasenta atau kurangnya pasokan oksigen yang membuat bayi merasa stres. Stres pada bayi dalam kandungan dapat menyebabkannya mengeluarkan tinja. Akibatnya, tinja tersebut akan bercampur dengan air ketuban.
Air ketuban berwarna hijau disebabkan oleh adanya mekonium atau tinja bayi yang tercampur di dalamnya. Oleh karena itu, kondisi ini berisiko bagi bayi, karena bayi akan menelan dan menghirup air ketuban selama dalam kandungan.
Salah satu komplikasi yang dapat terjadi jika bayi menelan air ketuban berwarna hijau adalah Sindrom Aspirasi Mekonium. Komplikasi ini dapat terlihat beberapa saat setelah bayi lahir dan merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Sindrom Aspirasi Mekonium ditandai dengan beberapa gejala, seperti pernapasan yang cepat, bibir dan wajah bayi yang berwarna biru (sianosis), dada yang melebar karena penggunaan otot pernapasan tambahan, dan kesulitan bernapas. Jika ditangani dengan cepat, bayi dapat bernapas normal kembali.
Selain warna hijau, ada beberapa warna air ketuban lain yang dapat menjadi indikasi adanya masalah selama kehamilan. Beberapa warna air ketuban yang perlu diwaspadai antara lain:
Maka dari itu, ibu hamil harus memperhatikan kondisi air ketuban, terutama jika mengalami perubahan warna. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyebabkan komplikasi pada bayi dan ibu. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur guna memantau kondisi bayi dan air ketuban.